PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Dalam rangka memperingati hari jadi yang ketujuh, Prime Park Hotel Pekanbaru menggelar kegiatan kemanusiaan berupa donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis. Kegiatan yang berlangsung di area hotel ini berhasil menarik antusiasme tinggi dari masyarakat setempat, melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Perwakilan Prime Park Hotel Pekanbaru Jessica Yolanda Manung di Pekanbaru, Selasa (21/4) menyampaikan, acara ini merupakan agenda rutin tahunan sebagai bentuk komitmen hotel dalam membangun kesadaran kesehatan (wellness) dan kepedulian sosial di Kota Pekanbaru.
“Kami ingin memberikan yang terbaik bagi masyarakat Pekanbaru, tidak hanya melalui pelayanan perhotelan, tetapi juga melalui aksi nyata berbagi kesehatan. Selain donor darah, kami juga berkolaborasi dengan RS Awal Bros untuk menyediakan pengecekan kolesterol serta konsultasi kesehatan gratis,” ujarnya
Baca Juga: Kemenperin Dorong Mamin Gunakan Kemasan Kertas
Jessica juga menambahkan, tren pendonor tahun ini sangat positif, terutama dengan banyaknya partisipasi dari kalangan generasi muda, mahasiswa, hingga pelajar. “Ini di luar ekspektasi kami. Antusiasmenya luar biasa, menunjukkan bahwa kesadaran hidup sehat di Pekanbaru terus meningkat,” imbuhnya.
Petugas dari Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Pekanbaru Iqbal mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, aksi jemput bola seperti ini sangat membantu menjaga ketersediaan stok darah, terutama di tengah kondisi cuaca pancaroba yang sering kali memicu peningkatan permintaan darah dari rumah sakit.
“Kami berharap antusiasme seperti ini terus bertambah. Donor darah itu sehat dan merupakan amal jariyah untuk membantu sesama. Masyarakat tidak perlu ragu karena ini adalah bagian dari gaya hidup sehat,” pesan Iqbal.
Baca Juga: Suzuki Gelar Program Test Drive Berhadiah Fronx
Salah seorang pendonor rutin, Sinta, mengungkapkan motivasinya mengikuti kegiatan ini. Bagi Sinta, donor darah sudah menjadi bagian dari pola hidupnya untuk menjaga kebugaran tubuh. Meski sempat mengeluhkan antrean yang cukup panjang karena terbatasnya jumlah tempat duduk, ia tetap merasa senang bisa berpartisipasi.
“Intinya niat baik saja. Siapa tahu kebaikan kita hari ini dibalas oleh Tuhan dengan yang lebih baik di kemudian hari. Harapannya ke depan fasilitas antrian bisa ditambah agar prosesnya lebih cepat,” ungkap Sinta.(ayi)
Editor : Arif Oktafian