KOTA PINANG (RIAUPOS.CO) - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng) terus memperkuat komitmennya dalam membangun infrastruktur ketenagalistrikan yang transparan dan berkelanjutan melalui kegiatan sosialisasi proyek di Kecamatan Kota Pinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi komunikasi publik perusahaan dalam memastikan setiap tahapan pembangunan tidak hanya berjalan sesuai rencana, tetapi juga mendapatkan dukungan dan pemahaman dari masyarakat yang berada di wilayah terdampak.
Sosialisasi yang berlangsung dalam suasana dialogis tersebut dihadiri Camat Kota Pinang Khoirul Effendi Batubara serta perwakilan dari PLN UIP Sumbagteng, yakni Join Hadamean. Turut hadir pula mitra PLN dari BKI sebagai konsultan proyek yang diwakili oleh Ibu Emboyo Retno dan Bapak Gunawan.
Kegiatan ini juga melibatkan unsur pemerintahan kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga yang secara langsung bersinggungan dengan rencana pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Camat Kota Pinang Khoirul Effendi Batubara menekankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan merupakan salah satu kebutuhan strategis daerah yang tidak hanya berdampak pada ketersediaan energi listrik, tetapi juga menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa kehadiran proyek ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, serta memperkuat daya saing daerah di masa depan.
Baca Juga: Kurir Narkoba Ditangkap di Siak Hulu, Jaringan Lain Masih Diburu
“Pembangunan infrastruktur kelistrikan ini merupakan kebutuhan strategis yang akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan proyek ini, sekaligus memanfaatkan forum ini sebagai ruang untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka,” ujar Khoirul.
Lebih lanjut, ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat dalam menjaga kelancaran pelaksanaan proyek. Menurutnya, komunikasi yang terbuka dan partisipatif akan menjadi kunci dalam meminimalisasi potensi konflik sosial serta memastikan bahwa setiap proses pembangunan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat setempat.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan PLN UIP Sumbagteng Join Hadamean menyampaikan, perusahaan sangat mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan sosialisasi ini. Ia menegaskan bahwa PLN tidak hanya berfokus pada penyelesaian proyek secara teknis, tetapi juga berkomitmen untuk menjalankan pembangunan yang memperhatikan aspek sosial, lingkungan, serta keberlanjutan.
“Seluruh masukan yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi kami dalam pelaksanaan proyek ke depan. Kami berkomitmen menjalankan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada penyediaan listrik, tetapi juga mengedepankan aspek sosial dan lingkungan secara berkelanjutan,” jelas Join.
Ia juga menambahkan, PLN UIP Sumbagteng secara konsisten mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG), khususnya dalam hal transparansi dan akuntabilitas. Melalui kegiatan sosialisasi seperti ini, PLN ingin memastikan bahwa masyarakat mendapatkan informasi yang utuh dan akurat terkait rencana pembangunan, termasuk manfaat, potensi dampak, serta langkah-langkah mitigasi yang telah disiapkan.
Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya bersifat satu arah, tetapi juga menjadi ruang dialog interaktif yang memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah antara perusahaan dan masyarakat. Dalam sesi diskusi, sejumlah warga menyampaikan pertanyaan, masukan, serta kekhawatiran terkait pelaksanaan proyek di lapangan, mulai dari aspek teknis pembangunan, potensi dampak lingkungan, hingga mekanisme kompensasi dan keselamatan kerja.(adv)
Editor : Arif Oktafian