RANTAUPRAPAT (RIAUPOS.CO) - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng) terus menunjukkan komitmennya dalam membangun infrastruktur ketenagalistrikan yang tidak hanya andal, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi proyek yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Labuhanbatu, dengan melibatkan unsur pemerintah kecamatan, perangkat kelurahan, serta masyarakat yang berada di sekitar lokasi pembangunan.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari strategi komunikasi publik PLN dalam memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan secara transparan dan partisipatif. Sosialisasi tidak hanya difokuskan pada penyampaian informasi teknis proyek, tetapi juga menjadi ruang dialog terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, masukan, hingga kekhawatiran yang mungkin timbul akibat pelaksanaan proyek di lapangan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut tiga pimpinan wilayah kecamatan, yakni Camat Bilah Barat, Camat Rantau Selatan, dan Camat Rantau Utara. Kehadiran para camat ini menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah daerah terhadap pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan sebagai salah satu fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dari pihak PLN UIP Sumbagteng, kegiatan ini dihadiri Officer Lingkungan Join Hadamean, yang secara langsung menyampaikan paparan terkait rencana pembangunan, cakupan wilayah proyek, serta berbagai langkah mitigasi yang telah disiapkan untuk meminimalisir dampak terhadap lingkungan dan sosial masyarakat.
Selain itu, hadir pula mitra PLN dari BKI sebagai konsultan proyek yang diwakili Emboyo Retno dan Bapak Gunawan, yang turut memberikan penjelasan teknis secara lebih rinci kepada peserta sosialisasi.
Camat Rantau Utara Nafsir Rambe menegaskan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan. Ia mendorong warga untuk tidak ragu menyampaikan berbagai pertanyaan maupun kendala yang dihadapi di lapangan.
Camat Bilah Barat M Noor Putra BF menyoroti pentingnya kejelasan informasi teknis, khususnya terkait batas dan jalur pembangunan. Ia menekankan agar seluruh detail proyek dapat disampaikan secara transparan guna menghindari potensi tumpang tindih dengan infrastruktur lain maupun lahan masyarakat.
Perwakilan masyarakat yang hadir memanfaatkan forum ini untuk menyampaikan berbagai pertanyaan dan masukan, mulai dari aspek keamanan konstruksi, potensi dampak terhadap lahan produktif, hingga mekanisme kompensasi dan perlindungan lingkungan.
Join Hadamean selaku Officer Lingkungan PLN UIP Sumbagteng menegaskan seluruh masukan yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi kami dalam pelaksanaan proyek ke depan. “Kami berkomitmen menjalankan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada penyediaan listrik, tetapi juga mengedepankan aspek sosial dan lingkungan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih lanjut, PLN UIP Sumbagteng juga memastikan setiap tahapan proyek akan mengacu pada regulasi yang berlaku, termasuk aspek perizinan, kajian lingkungan, serta standar keselamatan kerja.(adv)
Editor : Arif Oktafian