Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Label Halal Jadi Strategi Dongkrak Nilai Jual Industri

jpg • Senin, 4 Mei 2026 | 12:35 WIB
Ahmad Haikal Hasan. (JPG)
Ahmad Haikal Hasan. (JPG)

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Label halal kini mengalami pergeseran makna yang signifikan di dunia industri. Tak lagi sekadar kewajiban administratif atau penanda bebas dari unsur haram, sertifikasi halal berkembang menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan nilai jual sekaligus membangun kepercayaan konsumen.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan yang akrab disapa Babe Haikal menegaskan bahwa konsep halal perlu dimaknai lebih luas oleh pelaku usaha maupun masyarakat. ”Halal itu bukan semata unsur babi, alkohol, atau gelatin tertentu. Halal adalah kepuasan pelanggan. Halal itu ketenteraman, kenyamanan, dan loyalitas,” ujarnya, akhir pecan lalu.

Ia mencontohkan bagaimana produk non-konsumsi seperti pembersih lantai mulai berlomba mendapatkan sertifikasi halal. Fenomena ini menunjukkan bahwa label halal telah menjadi value added yang mampu meningkatkan daya saing produk di pasar. 

Baca Juga: Rencana Potongan Aplikator Ojol 8 Persen Perlu Kajian

Dengan jumlah penduduk Muslim Indonesia yang mencapai lebih dari 240 juta jiwa atau sekitar 87 persen populasi, pasar halal nasional menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Kondisi ini mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan sertifikasi halal sebagai strategi diferensiasi di tengah persaingan yang semakin ketat. 

Secara global, industri halal menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat. Di Indonesia sendiri, nilai konsumsi produk halal diperkirakan mencapai sekitar Rp 4.000 triliun, menunjukkan besarnya potensi pasar domestik.

Bahkan, kontribusi rantai nilai halal terhadap perekonomian nasional telah mencapai sekitar 27 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau setara Rp 4.832 triliun pada 2025. Tren ini menunjukkan bahwa halal bukan lagi sektor pinggiran, melainkan telah menjadi arus utama ekonomi nasional.(jpg)

 

Editor : Arif Oktafian
#industri #bpjph #label halal #babe haikal