JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Segmen mobil niaga kecil di Tanah Air saat ini direbutkan Suzuki Carry vs Daihatsu Gran Max. Dua pikap andalan ini saling berebut dominasi dengan menawarkan efisiensi biaya operasional, daya angkut besar, hingga jaringan purna jual luas.
Mengetahui ketangguhannya, ada di tangan Anda. Andalah yang menjadi wasit dalam pertarungan dua mobil niaga ini. Anda yang akan menjadikannya pilihan utama pelaku UMKM hingga bisnis skala kecil di Indonesia.
Keduanya tentu saja saling mempertahankan dominasi di pasar yang dikenal sensitif terhadap harga, efisiensi, dan daya angkut tersebut. Dengan karakteristik yang mirip, mulai dari desain bak terbuka hingga mesin yang tangguh, Suzuki Carry dan Daihatsu Gran Max berlomba menawarkan nilai lebih, baik dari sisi biaya operasional, fitur, maupun jaringan purna jual.
Baca Juga: Daihatsu Jadi Pilihan Utama Masyarakat Indonesia, Penjualan Naik 11 Persen
Sepanjang kuartal I-2026, struktur penjualan ritel Suzuki memang didominasi oleh New Carry dengan porsi 52 persen dengan angka 19.026 unit. Di belakangnya, New XL7 menyumbang 19 persen dan Fronx sebesar 17 persen, sehingga ketiga model ini secara kumulatif berkontribusi hingga 88 persen terhadap total penjualan perusahaan.
Bahkan, khususnya pada Februari 2026, penjualan pikap Suzuki Carry meningkat drastis hingga 916 persen.
Sementara pada data Kuartal I, penjualan Gran Max Series di segmen kendaraan komersial tercatat mencapai 6.421 unit atau berkontribusi sekitar 52 persen terhadap total penjualan Daihatsu.
Baca Juga: Service New Carry Dapat Harga Spesial
Secara rinci, Gran Max Pick Up membukukan 4.355 unit, sementara varian Minibus dan Blind Van menyumbang 2.066 unit. Capaian tersebut kembali menegaskan peran Gran Max Series sebagai andalan di kalangan pelaku usaha, baik UMKM maupun korporasi. Keunggulan pada kapasitas angkut, efisiensi biaya operasional, serta kemudahan perawatan menjadi faktor utama yang mendorong tingginya permintaan.
Selain itu, Gran Max hadir dengan pilihan varian yang cukup lengkap untuk menyesuaikan kebutuhan bisnis, mulai dari dua opsi mesin 1.3L dan 1.5L, tiga jenis bodi, hingga ketersediaan transmisi otomatis pada varian tertentu. "Daihatsu akan terus menghadirkan produk yang relevan dengan kebutuhan tersebut, didukung layanan purnajual yang semakin mudah dijangkau," kata Direktur Marketing dan Corporate Communication PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani dalam keterangannya, dikutip Rabu (6/5).
Di sisi lain, Suzuki Carry juga memainkan peran penting dalam program MBG dengan kontribusi sekitar 50 persen terhadap total penjualan di segmen fleet, mempertegas posisinya sebagai model strategis bagi kebutuhan operasional perusahaan.
Baca Juga: Agung Toyota Riau Launching New Veloz Hybrid EV di Mal SKA
Sementara itu, pasar otomotif nasional secara umum masih bergerak cenderung datar. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan wholesales pada kuartal I-2026 mencapai 209.021 unit, hanya meningkat 1,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 205.539 unit.
Untuk penjualan ritel, totalnya tercatat 211.905 unit atau naik tipis 0,5 persen dibandingkan capaian tahun lalu sebanyak 210.766 unit. Di tengah kondisi industri yang relatif stagnan tersebut, pertumbuhan Suzuki yang menembus 30,3 persen menjadi catatan positif yang menonjol.
Sumber: Jawapos.com
Editor : Rinaldi