Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Agar Bisa Menghemat Listrik, Simak Fakta dan Cara Atur Konsumsi Listrik PLN

Redaksi • Minggu, 17 Mei 2026 | 13:18 WIB
Ilustrasi petugas PLN saat melakukan penggantian Miniature Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter pelanggan yang melakukan tambah daya listrik. Ketahui komponen pembayaran listrik PLN agar bisa menghemat. (Istimewa)
Ilustrasi petugas PLN saat melakukan penggantian Miniature Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter pelanggan yang melakukan tambah daya listrik. Ketahui komponen pembayaran listrik PLN agar bisa menghemat. (Istimewa)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pola penggunaan listrik dan komponen yang mempengaruhi besaran pembayaran tagihan maupun pembelian token listrik mesti dipahami masyarakat. PLN menilai ini penting agar pelanggan dapat mengatur konsumsi energi secara lebih hemat, efisien, dan sesuai kebutuhan sehari-hari.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN, Gregorius Adi Trianto, mengatakan besaran pembayaran listrik pelanggan bisa berbeda pada setiap periode karena dipengaruhi tingkat pemakaian energi serta sejumlah komponen biaya tambahan yang berlaku di masing-masing daerah.

“PLN mendukung pelanggan memahami bahwa pembayaran listrik tidak hanya dipengaruhi tarif listrik, tetapi juga pola penggunaan energi serta komponen lain yang mengikuti ketentuan pemerintah daerah maupun regulasi yang berlaku. Dengan pemahaman tersebut, pelanggan dapat lebih mudah mengatur konsumsi listrik sesuai kebutuhan,” ujar Gregorius.

Menurut dia, tarif listrik rumah tangga sendiri masih tetap dan tidak mengalami perubahan sejak Juli 2022. Karena itu, apabila terdapat kenaikan atau perbedaan nominal pembayaran listrik, penyebab utamanya umumnya berasal dari perubahan pola pemakaian listrik maupun komponen biaya lain di luar tarif dasar.

Baca Juga: Ungkap Kedekatannya dengan Sung Si Kyung, Raisa: Bermula dari Nonton Konser atas Undangan Teman

Pada pelanggan pascabayar, total tagihan dihitung berdasarkan jumlah konsumsi listrik yang tercatat pada meter pelanggan dalam satuan kilowatt hour (kWh). Nilai tersebut kemudian ditambah komponen lain seperti Pajak Penerangan Jalan (PPJ), materai, hingga Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk kelompok pelanggan tertentu.

Sementara pada layanan prabayar, nominal token yang dibeli pelanggan tidak sepenuhnya langsung dikonversi menjadi energi listrik. Sebagian dana terlebih dahulu dialokasikan untuk pembayaran PPJ sesuai aturan pemerintah daerah, sedangkan sisanya baru dihitung menjadi jumlah kWh yang dapat digunakan.

PLN memberi contoh, pelanggan rumah tangga dengan daya 2.200 VA yang membeli token listrik senilai Rp200 ribu di Jakarta akan dikenakan PPJ sebesar 2,4 persen. Dengan demikian, nilai yang dikonversi menjadi listrik sebesar Rp195.200. Jika mengacu pada tarif Rp1.444,70 per kWh, pelanggan akan memperoleh sekitar 135 kWh energi listrik.

Pada sistem pascabayar, perhitungan biaya juga mengacu pada konsumsi listrik yang digunakan pelanggan. Artinya, apabila penggunaan listrik mencapai 135 kWh, maka total pembayaran tagihan yang dibebankan akan setara setelah ditambah komponen PPJ sesuai ketentuan daerah masing-masing.

Baca Juga: Moto3 Catalunya 2026: Ini yang Jadi Penyebab Veda Ega Pratama Tidak Maksimal di Hari Pertama

Untuk membantu pelanggan memantau penggunaan listrik, PLN menyediakan fitur riwayat konsumsi energi dan pembelian token melalui aplikasi PLN Mobile. Pelanggan pascabayar juga dapat menggunakan fitur Swacam atau Swadaya Catat Angka Meter agar dapat mencatat angka meter secara mandiri.

Melalui fitur tersebut, pelanggan cukup membuka menu Swacam di PLN Mobile, memilih ID pelanggan, memotret angka stand meter pada kWh meter, lalu mengirimkan hasil pencatatan sesuai periode yang telah ditentukan. Fitur ini disebut dapat membantu pelanggan memantau penggunaan listrik secara lebih transparan dan terkontrol.

“Melalui pemahaman yang lebih baik terhadap pola konsumsi dan komponen pembayaran listrik, pelanggan dapat memanfaatkan energi listrik secara lebih efisien, nyaman, dan sesuai kebutuhan sehari-hari,” tutup Gregorius.***

Baca Juga: Calum McFarlane: Chelsea Punya Rencana untuk Kalahkan Man City di Final Piala FA

Editor : Edwar Yaman
#listrik pln #pelanggan #hemat listrik #pln