PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng) memperkuat kemitraan dengan insan pers melalui kegiatan Media MeetUp 2026 yang digelar di Pekanbaru, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk mempererat komunikasi, meningkatkan keterbukaan informasi, serta membangun kolaborasi dalam mendukung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Sumatera bagian tengah.
General Manager PLN UIP Sumbagteng, Achmadi Abbas, yang diwakili Senior Manager Operasi Konstruksi 1, Didien Hendrarianto, mengapresiasi dukungan media dalam menyebarluaskan informasi terkait program dan proyek strategis PLN.
Baca Juga: Cuaca Berpotensi Ekstrem, BPBD Kampar Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan
Menurut Didien, media memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antara PLN dan masyarakat. Keberhasilan pembangunan jaringan listrik tidak hanya ditentukan oleh upaya PLN, tetapi juga dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk media massa yang menyampaikan informasi secara objektif dan berimbang.
"Media memiliki peran penting sebagai jembatan penghubung antara PLN dan masyarakat sehingga informasi mengenai pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dapat tersampaikan secara baik dan objektif," ujarnya.
Ia menambahkan, berbagai proyek strategis yang dibangun PLN tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan listrik saat ini, tetapi juga menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan investasi, pengembangan usaha, dan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Atasi Persoalan Infrastruktur yang Mendesak, Wako Agung Tanam Petugas OP di Setiap Kecamatan
"Kegiatan seperti Media MeetUp ini menjadi sarana untuk memperkuat hubungan profesional antara PLN dan media. Kami berharap sinergi yang baik ini terus terjalin untuk mendukung pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Didien.
Pada kesempatan itu, pihaknya juga memaparkan progres dari pembangunan sejumlah proyek strategis ketenagalistrikan di Riau, Sumatera Barat, Jambi, dan Kepulauan Riau.
Proyek-proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap pada 2027 guna memperkuat pasokan listrik dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Juga: RS Awal Bros Pekanbaru Terima Penghargaan Menteri Kesehatan RI
Didien mengatakan salah satu proyek utama yang tengah dikebut adalah PLTMG Riau Peaker berkapasitas 200 MW. Hingga Juni 2026, progres pembangunan pembangkit tersebut telah mencapai 33,1% dan ditargetkan beroperasi pada Juli 2027.
Menurutnya, PLTMG Riau Peaker akan memperkuat keandalan sistem kelistrikan Sumatera bagian tengah sekaligus mengantisipasi kebutuhan listrik yang terus meningkat seiring pertumbuhan industri dan investasi.
"Riau Peaker ini berfungsi untuk mengatasi beban puncak dan memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Sumatera bagian tengah," ujarnya.
Baca Juga: 13 Kilometer Ruas Jalan di Pekanbaru Tuntas Dibenahi, Perbaikan Masih Berjalan
Selain membahas update berbagai program pembangunan infrastruktur kelistrikan, pada Media Meet Up kali ini, PLN UIP Sumbagteng mengajak media untuk membahas perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), yang membawa perubahan signifikan terhadap cara kerja industri media dalam memproduksi dan mendistribusikan informasi.
Kepala Pengembangan Kompetensi Teknis Umum dan Fungsional BPSDM Riau, Sutawijaya yang dihadirkan sebagai narasumber, mengatakan AI dapat membantu mempercepat berbagai pekerjaan media, mulai dari transkripsi wawancara, penyusunan draf berita, pencarian ide liputan hingga optimalisasi konten yang ramah mesin pencari (SEO).
Meski demikian, ia menegaskan AI tidak dapat menggantikan peran jurnalis dalam memastikan akurasi dan kebenaran informasi. Setiap konten yang dihasilkan dengan bantuan AI tetap harus melalui proses verifikasi dan penyuntingan sesuai prinsip Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
Baca Juga: Jamaah Haji Rohil Dijadwalkan Kembali ke Tanah Air, Tiba di Batam 7 dan 8 Juni
"AI memang sangat membantu dalam proses kerja jurnalistik, tetapi tidak bisa sekadar diminta membuat artikel lalu langsung dipublikasikan. Tetap harus ada proses pengecekan, verifikasi, dan penyuntingan oleh manusia," ujarnya.
Sutawijaya menilai tantangan terbesar saat ini berada pada editor media massa yang bertanggung jawab memastikan informasi yang diproduksi dengan bantuan AI tetap akurat, berimbang, dan tidak menyesatkan.
Editor : M. Erizal