JAKARTA (RIAUPOS.CO) PT Astra Daihatsu Motor (ADM) telah memulai strategi berani, mengubah program Corporate Social Responsibility (CSR) mereka dari kegiatan seremonial yang ramai menjadi program jangka panjang yang fokus pada kualitas pendidikan dan konservasi lingkungan.
Daihatsu menilai bahwa dampak nyata bagi masyarakat tidak diukur dari seberapa sering mereka muncul di televisi, melainkan dari konsistensi program yang berkelanjutan.
Di tengah kompleksitas pengelolaan 400 sekolah binaan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, sejak dua tahun terakhir Daihatsu secara sistematis memangkas intensitas acara seremonial dan mengalihkan sumber daya ke program pemantauan kualitas pendidikan.
Baca Juga: 9 Sekolah Belum Kembalikan, Sisa Tunggakan Kelebihan Bayar Seragam Masih Rp199 Juta
Salah satu metode paling inovatif adalah dengan membangun pusat praktik bernama "Dojo" di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang memungkinkan sekolah-sekolah di sekitarnya berbagi fasilitas belajar, dari manufaktur hingga perbaikan kendaraan tanpa perlu euforia peresmian besar-besaran.
"Hasilnya terbukti nyata, beberapa sekolah binaan telah meraih penghargaan nasional berkat kualitas pendidikan yang konsisten. Selain itu, Daihatsu juga membuat program konservasi penyu di Perancak, Bali, sebagai standar ideal CSR. Program ini tidak hanya menyelamatkan satwa langka, tetapi juga mengintegrasikan ekonomi lokal melalui adopsi penyu dan kolaborasi dengan kementerian pendidikan untuk kunjungan siswa. Kami menyebutnya sebagai dampak yang melampaui pencitraan." Ungkap Sri Agung Handayani Direktur Marketing & Corporate Communication Director di PT Astra Daihatsu Motor (ADM) kepada Riaupos.co di Jakarta, Jumat (5/6/2026) lalu.
Dojo bukanlah ruang kelas biasa. Ia adalah pusat simulasi bisnis proses yang dirancang agar siswa tidak hanya belajar teori, tetapi mengalami langsung alur kerja industri.
Baca Juga: Debit Sungai Kuantan Mulai Terjadi Pendangkalan, Pacu Jalur Terancam
Mulai dari perakitan komponen hingga diagnosis kerusakan kendaraan, semua dilakukan dalam lingkungan yang menyerupai pabrik sesungguhnya.
Keunikan Dojo adalah keterbukaan dimana sekolah-sekolah di sekitar SMK binaan dapat menggunakan fasilitas yang sama tanpa harus membangun dari nol, ini menciptakan ekosistem belajar bersama yang hemat biaya namun kaya praktik.
Di Bali, program adopsi penyu tidak hanya menjadi daya tarik wisatawan, tetapi juga sumber pendanaan berkelanjutan bagi penangkaran. Setiap adopsi menyumbang langsung pada pelestarian dan memberi edukasi kepada masyarakat lokal.
Dinamika politik lokal di beberapa daerah menjadi kendala paling rumit. Program CSR yang seharusnya untuk masyarakat sering kali terdistorsi oleh kepentingan golongan tertentu.
Menghadapi semua ini, Daihatsu memilih tetap pada program yang stabil dan terukur, mereka tidak akan mengorbankan kualitas hanya demi mengakomodasi tekanan golongan tertentu.
Baca Juga: Ikut RUPSLB, Bupati Suhardiman Amby Berharap BRK Syariah Dapat Berikan Manfaat Optimal
"Dengan mengurangi panggung seremonial dan memperkuat pemantauan kualitas, kami berharap masyarakat merasakan manfaat langsung, lulusan SMK yang siap kerja, populasi penyu yang terus bertambah, dan lingkungan yang lebih lestari. Tutup Sri Agung.***
Editor : Edwar Yaman