Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Harga Sawit Mitra Plasma Turun Jadi Rp3.768 per Kg

Engki Prima Putra • Rabu, 10 Juni 2026 | 10:55 WIB
Grafis.
Grafis.

 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Harga kelapa sawit mitra plasma turun menjadi Rp3.768 per kilogram (kg) untuk periode satu pekan ke depan yakni 10-16 Juni 2026. Penuru­nan harga tertinggi berada di kelompok umur 9 tahun sebesar Rp64,09 per kg atau mencapai 1,67 persen dari harga periode lalu.

Ini ditetapkan Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau bersama tim dan menggunakan Permentan Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun Mitra dan Keputusan Dirjenbun Nomor 144/Kpts./PP.320/E/12/2025.

Kepala Dinas Perkebunan Riau Supriadi mengatakan, berdasarkan tabel rendemen harga baru ini hasil kajian dari PPKS Medan yang disepakati oleh tim. “De­ngan harga cangkang sebesar Rp19,15 per kilogram. Pada periode ini, indeks K yang dipakai adalah 93,30 persen, harga penjualan CPO (crude palm oil) pekan ini turun sebesar Rp229,96 dan kernel pekan ini turun sebesar Rp342,05 dari pekan lalu,” ujarnya.

Ada beberapa PKS (pabrik kelapa sawit) yang tidak me­lakukan penjualan. Berdasarkan Permentan nomor 13 tahun 2024 pasal 16 maka harga CPO dan kernel yang digunakan adalah harga rata-rata tim, apabila terkena validasi 2 maka digunakan harga rata-rata KPBN. Harga rata-rata CPO KPBN periode ini adalah Rp15.000,00 dan harga kernel KPBN periode ini sebesar Rp13.360,00.

“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa harga TBS (tandan buah segar) yang ditetapkan oleh tim untuk mitra plasma mengalami penurunan. Penurunan harga pekan ini lebih disebabkan karena faktor turunnya harga CPO dan kernel,” sebutnya.

Dalam penetapan harga TBS,Dinas Perkebunan Riau dan Tim Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun selalu melakukan perbaikan tata kelola agar penetapan harga ini sesuai dengan regulasi dan berkeadilan untuk kedua belah pihak yang bermitra. 

Baca Juga: Turun, Harga Kelapa Sawit Mitra Plasma Pekan Ini Jadi Rp3.768 per Kg

“Membaiknya tata kelola penetapan harga ini merupakan upaya yang serius dari seluruh stakeholder yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan KejaksaanTinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Persaingan PKS Bikin Harga di Rohul Stabil 
Persaingan antar-PKS dalam memperoleh pasokan buah sawit berkualitas dari petani terus mendorong harga TBS mitra plasma dan swadaya di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) tetap stabil, bahkan menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa hari terakhir

Berdasarkan informasi dan rekap data harga pembelian TBS oleh PKS yang dihimpun Dinas Pertanian dan Perkebunan (Disnakbun) Rohul, Selasa (9/6), harga tertinggi pembelian buah luar mencapai Rp3.550 per kg. Angka tersebut menjadi sinyal positif bagi petani sawit yang selama beberapa pekan terakhir menikmati harga jual yang cukup menguntungkan.

PKS dengan harga pembelian tertinggi tercatat di PT RSM sebesar Rp3.550 per kg, disusul PT KCN Rp3.540 per kg, PT ES Rp3.490 per kg, PT SSM Rp3.450 per kg, dan PT SKA Rp3.381 per kg. Sementara harga terendah berada di PT SJIC sebesar Rp3.100 per kg. Rata-rata harga pembelian TBS di Rohul saat ini berada pada kisaran Rp3.281 per kg, tidak ada PKS yang membeli harga TBS di bawah harga Rp3.000 per kg.

Kepala Disnakbun Rohul CH Agung Nugroho STp MM menilai kondisi tersebut menunjukkan iklim persaingan yang sehat antar-PKS di Rohul dalam mendapatkan bahan baku TBS berkualitas dari mitra plasma dan swadaya. “Harga TBS di Rohul saat ini masih berada pada level yang cukup baik,’’ ujarnya.

‘’Bahkan ada PKS yang membeli hingga Rp3.550 per kologram dan terendah Rp3.100 per kologram. Kondisi ini tentu menjadi kabar positif bagi petani karena dapat meningkatkan pendapatan mereka,” tambahnya.

Menurutnya, tingginya harga TBS tidak terlepas dari kebutuhan bahan baku PKS yang terus meningkat, sementara perusahaan juga berupaya mendapatkan buah dengan kualitas terbaik. Kondisi itu berdampak langsung pada meningkatnya daya tawar petani.

Selain faktor persaingan antar-PKS, harga TBS juga dipengaruhi perkembangan harga minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit di pasar, kualitas buah yang dipanen petani serta kebutuhan produksi masing-masing pabrik.

Untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi kepentingan petani, Disnakbun Rohul secara rutin melakukan pemantauan serta menyebarluaskan informasi harga TBS setiap hari. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi petani dalam menentukan lokasi penjualan hasil panennya.

Agung juga mengingatkan petani agar tetap menjaga kualitas buah dengan memanen pada tingkat kematangan yang tepat serta menghindari pencampuran buah berkualitas rendah. “Kami mengimbau petani untuk terus menjaga kualitas buah. Dengan kualitas yang baik, harga jual yang diterima petani juga akan lebih optimal,” katanya.(sol/epp)

Editor : Arif Oktafian
#pks #harga sawit #juni #2026 #update