PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Institut Bisnis dan Teknologi (IBT) Pelita Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi muda yang kreatif, inovatif, dan berjiwa wirausaha.
Hal itu diwujudkan melalui penyelenggaraan ASEAN Market Studentpreneur Fair 2026. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 13–14 Juni 2026 bertempat di Kampus Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia, Jalan Srikandi Pekanbaru.
Mengusung tema “ASEAN Market”, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berwirausaha sekaligus memahami dinamika pasar di era persaingan global.
Baca Juga: Gelaran Honda HEAT Show-Off Sukses Mengguncang Pangkalan Kuras
Studentpreneur Fair merupakan bagian dari kewajiban akademik mahasiswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan kewirausahaan yang bertujuan memperkuat jiwa entrepreneur di tengah ketatnya persaingan dunia kerja saat ini.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Pekanbaru H Markarius Anwar ST MArch, yang hadir bersama jajaran pimpinan Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia, di antaranya Rektor Prof Amries Rusli Tanjung SE MM Ak serta Wakil Rektor I Prof Dr Teddy Chandra SE MM.
Tahun ini, ASEAN Market Studentpreneur Fair diikuti oleh 173 stand yang terdiri dari mahasiswa semester VI, sponsor, serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Berbagai produk unggulan ditampilkan, mulai dari kuliner, produk kreatif, fesyen, teknologi, hingga berbagai inovasi bisnis yang dikembangkan oleh mahasiswa.
Baca Juga: Vario STD 160cc Curi Perhatian di AHDC 2026
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia, Prof Dr Teddy Chandra SE MM, menegaskan bahwa kampus memiliki komitmen kuat untuk mengubah pola pikir mahasiswa agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja.
“Sekitar 85 persen lulusan Pelita Indonesia sudah bekerja. Melalui Studentpreneur Fair ini, kami ingin mahasiswa belajar membuka usaha sendiri. Setidaknya mereka memiliki pengalaman berbisnis sebagai sumber pendapatan tambahan,” ujar Prof Teddy.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa pengembangan kewirausahaan di lingkungan kampus diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Pekanbaru. Melalui sinergi antara Tri Dharma Perguruan Tinggi dan pemerintah daerah, dosen serta mahasiswa didorong untuk terus menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekanbaru H Markarius Anwar ST MArch memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi IBT Pelita Indonesia dalam menyediakan ruang pembelajaran bisnis bagi generasi muda.(azr)
Editor : Arif Oktafian