JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Produk unggulan desa Indonesia semakin dilirik pasar global. Kali ini, madu hasil pemberdayaan masyarakat desa berpeluang masuk jaringan ritel modern di Arab Saudi dengan potensi transaksi mencapai 94.500 dolar AS atau setara sekitar Rp1,6 miliar.
Peluang tersebut diraih PT Imago Honey, peserta Program Desa BISA Ekspor binaan Kementerian Perdagangan (Kemendag), setelah memperoleh penawaran pasokan dari jaringan ritel internasional Lulu Hypermarket dalam kegiatan business matching virtual pada 21 Mei.
”Madu Imago merupakan salah satu produk UMKM dari program Desa BISA Ekspor yang memiliki potensi menembus pasar Arab Saudi. Produk ini berhasil menunjukkan daya saingnya dengan dukungan uji mutu dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN),” ujar Atase Perdagangan RI di Riyadh Zulvri Yeni, Rabu (17/6).
Baca Juga: Rayakan HUT Kota Pekanbaru ke-242, The Premiere Night Valley Hadirkan Diskon Spesial 24 Persen
PT Imago Honey memberdayakan masyarakat desa di wilayah Cileungsi, Jawa Barat, dan Bali untuk menghasilkan produk madu bernilai tambah. Sejumlah produknya saat ini telah dipasarkan ke beberapa negara, seperti Uni Emirat Arab, Korea Selatan, dan Thailand. Chief Executive Officer PT Imago Honey Henry mengatakan, perusahaan terus menjaga kualitas produk agar mampu memenuhi standar pasar internasional.
”Keunggulan produk ini kami sampaikan kepada calon mitra melalui kegiatan penjajakan bisnis yang diselenggarakan perwakilan perdagangan RI,” ucapnya.
Sementara itu, Kemendag terus memperluas jangkauan Program Desa BISA Ekspor. Pada 2026, kementerian telah memetakan 741 desa untuk dikembangkan menjadi sentra produk unggulan berorientasi ekspor melalui pendampingan, promosi, dan fasilitasi pertemuan bisnis dengan calon pembeli mancanegara.
Peluang ekspor madu Indonesia ke Arab Saudi juga didukung hubungan dagang kedua negara yang terus meningkat. Pada periode Januari–April 2026, total perdagangan Indonesia dan Arab Saudi mencapai 1,59 miliar dolar AS. Sepanjang 2025, nilai perdagangan kedua negara tercatat sebesar 6,53 miliar dolar AS. (jpg)
Editor : Arif Oktafian