JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Harga emas Antam dibanderol Rp 2.775.000 per 1 gram pada perdagangan Ahad (21/6) atau turun Rp5.000 jika dibandingkan dengan harga yang diperdagangkan Sabtu (20/6) sebesar Rp 2.780.000 per 1 gram.
Berdasarkan laman resmi Pegadaian harga emas Antam dengan ukuran terkecil atau 0,5 gram dibanderol dengan harga Rp1.440.000. Sedangkan dengan ukuran 2 gram dibanderol dengan harga Rp5.448.000.
Meski harga emas masih fluktuatif, PT Pegadaian (Persero) mencatat aktivitas transaksi Tabungan Emas menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat di bulan Juni 2026 di tengah fluktuasi harga emas dunia dan domestik.
Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian Selfie Dewiyanti mengatakan, hingga 17 Juni 2026, volume pembelian secara konsisten berada di atas transaksi buyback.
”Volume pembelian (sale) secara konsisten berada di atas transaksi buyback, yang menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk menambah kepemilikan emas masih tetap terjaga,” ujar Selfie saat dikonfirmasi JPG, Ahad (21/6).
Selfie mengatakan, pada periode 10–11 Juni 2026, transaksi pembelian tercatat mencapai sekitar 39 ribu hingga 47 ribu gram per hari, menjadi salah satu titik tertinggi sepanjang bulan berjalan.
Sementara itu, transaksi buyback juga meningkat dan sempat mencapai sekitar 41 ribu hingga 45 ribu gram per hari, mencerminkan respons nasabah terhadap pergerakan harga emas yang masih fluktuatif.
Ia mengatakan, pola transaksi pada awal Juni menunjukkan bahwa masyarakat semakin aktif memanfaatkan momentum pergerakan harga emas. Meskipun terjadi fluktuasi harian yang cukup dinamis, volume pembelian tetap mampu mempertahankan posisi yang lebih tinggi dibandingkan volume buyback.
”Kondisi ini mengindikasikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi jangka panjang masih terjaga, sekaligus menunjukkan bahwa Tabungan Emas tetap menjadi pilihan investasi yang relevan di tengah ketidakpastian pasar,” ucapnya.
Lanjutnya, sejak Januari hingga pertengahn Juni 2026, Tabungan Emas Pegadaian terus mencatatkan pertumbuhan yang positif baik dari sisi saldo maupun jumlah nasabah. Hingga akhir Mei 2026, saldo Tabungan Emas mencapai 20,15 ton, meningkat 17,81 persen dibandingkan posisi akhir tahun 2025 yang sebesar 17,11 ton.
Dari sisi nasabah, jumlah nasabah aktif tercatat mencapai 6,14 juta nasabah, tumbuh 25,96 persen secara year-to-date (YtD). Hal ini menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap investasi emas masih sangat tinggi dan Tabungan Emas tetap menjadi salah satu pilihan investasi yang diminati.
Meski demikian, laju pertumbuhan mulai menunjukkan tren yang lebih moderat. Pada Mei 2026, pertumbuhan saldo tercatat 0,27 persen secara bulanan (MtM), lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.
”Kondisi ini mengindikasikan bahwa masyarakat tetap berinvestasi emas, namun dengan pendekatan yang lebih selektif di tengah dinamika pergerakan harga emas,” ungkapnya.(jpg)
Laporan JPG, Jakarta
Editor : Arif Oktafian