Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Hadapi El Nino Stok Beras Aman sampai Mei 2027

Tim Redaksi • Kamis, 25 Juni 2026 | 12:08 WIB
Pekerja melakukan pengemasan Beras Bulog atau Beras SPHP sebagai Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Gudang Bulog Wilayah Riau Kepri, Pekanbaru, beberapa waktu lalu. Menghadapi El Nino, pemerintah Republik Indonesia menjamin stok beras aman sampai Mei 2027. (MHD AKHWAN/RIAUPOS)
Pekerja melakukan pengemasan Beras Bulog atau Beras SPHP sebagai Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Gudang Bulog Wilayah Riau Kepri, Pekanbaru, beberapa waktu lalu. Menghadapi El Nino, pemerintah Republik Indonesia menjamin stok beras aman sampai Mei 2027. (MHD AKHWAN/RIAUPOS)

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Fenomena cuaca El Nino diprediksi mulai melanda Indonesia. Pemerintah telah bersiap memperkuat stok pangan nasional, terutama beras. Di mana, Indikator stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Indonesia berada lebih dari 5 juta ton sebelum El Nino menerpa.

”Kami memang sudah siapkan jauh hari sebelumnya mengha­dapi El Nino. Dulu pengalaman kita (El Nino) tahun 2023, Alhamdulillah kita lolos. Stok kita sampai detik ini, 5,2 sampai 5,3 juta ton. Itu stok tertinggi sepanjang sejarah. Nah ini Alhamdulillah cukup baik,” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam suatu interviu di Jakarta, Rabu (24/6).

Amran yang juga sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu mengaku optimis mengenai ketersediaan beras Indonesia sampai Desember masih aman. Bahkan dalam estimasinya kese­luruhan stok beras masih dapat mencukupi sampai Mei tahun depan.

Baca Juga: Kenaikan Harga Ciptakan Angka Kemiskinan

”In sya Allah aman, katakanlah sampai Desember. (Bahkan) beras kita sudah sampai Mei pun cukup. Jadi tidak masalah,” kata Amran lagi.

Hal tersebut selaras dengan Proyeksi Neraca Pangan untuk beras yang sudah diperbarui awal Juni ini. Neraca akhir tahun beras Indonesia diestimasikan masih terdapat stok 16,24 juta ton. Ini berasal dari stok awal tahun 2026 di 12,54 juta ton ditambah proyeksi produksi setahun 34,76 juta ton lalu dikurangi kebutuhan konsumsi setahun 31,1 juta ton.

Baca Juga: Daihatsu Sukses Gelar Kumpul Sahabat Depok 2026

Dengan proyeksi neraca akhir tahun beras sebesar 16,24 juta ton tersebut dinilai masih mampu untuk penuhi keperluan konsumsi nasional sekitar 5 bulan lamanya di tahun 2027 mendatang. Namun demikian, di Maret April stok beras nasional akan semakin meningkat karena telah memasuki musim panen raya.

Kendati demikian, Amran juga menyatakan adanya posibilitas penurunan produksi beras di 2026, meskipun cukup minim. Ini merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang melaporkan total produksi beras Januari-Juli 2026 yang diproyeksikan menurun 0,08 juta ton dibandingkan total produksi Januari-Juli 2025.(jpg)

Editor : Arif Oktafian
#mentan amran sulaiman #badan pangan nasional #beras #el nino #stok pangan