Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Danantara Bentuk Holding Logistik BUMN

Tim Redaksi • Kamis, 25 Juni 2026 | 12:12 WIB
Grafis Holding Logistik BUMN. (JPG)
Grafis Holding Logistik BUMN. (JPG)

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pemerintah melalui Danantara mulai mematangkan pembentukan holding BUMN logistik yang akan dipimpin PT Pos Indonesia (Persero). Konsolidasi tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi perusahaan pelat merah di sektor logistik sekaligus menekan tingginya biaya distribusi nasional.

Direktur Utama PT Pos Indonesia Daud Joseph mengatakan, roadmap konsolidasi diawali dengan kajian bisnis sebelum masuk ke tahap penyederhanaan struktur usaha. Saat ini terdapat sekitar 15 perusahaan logistik BUMN yang beroperasi secara terpisah dengan skala usaha yang relatif kecil.

Padahal, nilai pasar logistik nasional diperkirakan mencapai Rp3.000 triliun. Namun kontribusi seluruh perusahaan logistik BUMN masih kurang dari 3 per­sen. Akibatnya, berbagai potensi sinergi antarbisnis belum termanfaatkan secara optimal.

Baca Juga: Hadapi El Nino Stok Beras Aman sampai Mei 2027

Menurut Joseph, masing-ma­sing perusahaan sebenarnya memiliki keunggulan di sektor tertentu. Misalnya, PT Pos Logistik Indonesia kuat pada layanan angkutan darat, sementara entitas yang terafiliasi dengan Pelindo maupun Pelni memiliki kompetensi di sektor logistik maritim. ”Potensi sinerginya besar, tetapi selama ini masih berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Pada tahap awal, seluruh perusahaan akan dikonsolidasikan ke dalam PT Multi Terminal Indonesia sebagai surviving entity. Selanjutnya, pada 2027 seluruh saham perusahaan tersebut direncanakan berada di bawah Pos Indonesia sebagai induk holding.

Joseph memperkirakan konso­lidasi tersebut dapat menambah pendapatan sekitar Rp2,38 triliun dan menghasilkan laba sekitar Rp100 miliar pada tahun pertama operasional. Selain itu, integrasi jaringan juga diproyeksikan me­ningkatkan jumlah titik layanan dari sekitar 78 lokasi menjadi 150–160 titik di seluruh Indonesia.  ”Anak perusahaan ini nantinya akan memiliki lini bisnis yang lengkap di seluruh Indonesia,” katanya.

Baca Juga: Kenaikan Harga Ciptakan Angka Kemiskinan

Menurut Joseph, salah satu tujuan utama pembentukan holding adalah memangkas biaya logistik yang masih tinggi. Saat ini rantai distribusi barang dari pelabuhan hingga konsumen melibatkan banyak perusahaan dengan margin keuntungan masing-masing. ”Nantinya setelah digabung menjadi satu perusahaan, profit marginnya hanya menjadi satu,” ujarnya.

Holding juga memungkinkan optimalisasi muatan balik (backhaul) yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Misalnya, pengiriman baja dari Cilegon ke Jawa Timur yang sering kembali tanpa muatan dapat dipadukan dengan distribusi semen dari Jawa Timur ke Cilegon.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia Trismawan Sanjaya menilai konsolidasi BUMN logistik merupakan langkah positif karena dapat mengurangi persaingan antarsesama BUMN. Namun, dia mengingatkan agar holding tidak masuk terlalu jauh ke sektor yang sudah dikerjakan pelaku swasta. ”Tantangannya adalah jika BUMN tetap mengambil bidang usaha yang sudah dilakukan swasta, maka akan semakin mempersulit daya saing industri,” katanya.(mim/dio/jpg)

Laporan JPG, Jakarta

 

Editor : Arif Oktafian
#bumn logistik #pt pos indonesia #Danantara #holding bumn