SURABAYA (RIAUPOS.CO) – Emas semakin mengukuhkan posisinya sebagai instrumen investasi favorit masyarakat. Tren pembelian logam mulia terus menanjak hingga berhasil melampaui emas perhiasan.
Regional CEO BSI RO VIII Surabaya Jajang Abdul Karim mengatakan, perubahan tren tersebut terlihat jelas sejak pandemi. Sebagai bank bulion, BSI mencatat minat masyarakat terhadap emas batangan terus meningkat dan kini bahkan mengungguli penjualan emas perhiasan.
’’Kami melihat komposisi penjualan emas batangan di Indonesia terus bertumbuh. Dulu kontribusinya relatif kecil, sekarang bahkan sudah mengalahkan emas perhiasan,’’ ujarnya di Surabaya, Ahad (28/6).
Baca Juga: Usai Riau, BRK Syariah Kini Gandeng BPS Kota Batam Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Kepri
Data yang dipaparkan menunjukkan, pada 2019 penjualan emas perhiasan masih mencapai 40,38 ton, sedangkan emas batangan hanya 14,17 ton. Namun, tren itu berubah dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, penjualan emas batangan mencapai 24,5 ton, melampaui emas perhiasan yang tercatat 22,83 ton.
Pertumbuhan volume penjualan emas batangan yang rata-rata mencapai 18,78 persen per tahun turut mengerek porsi emas dalam portofolio investasi masyarakat. Pada 2024, kontribusi emas terhadap total aset investasi mencapai 28,72 persen dan meningkat menjadi 34,02 persen pada tahun berikutnya. Posisi tersebut menempatkan emas sebagai instrumen investasi terbesar kedua setelah tabungan dan deposito.
Lonjakan minat investasi itu juga tercermin pada kinerja bisnis bullion BSI. Hingga Mei 2026, jumlah rekening produk emas melonjak 92,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain tabungan emas, dua produk lainnya juga tumbuh signifikan. Cicil emas meningkat 89,6 persen, sedangkan gadai emas naik 74,1 persen.
Baca Juga: Kolaborasi Strategis PLN UIP Sumbagteng dan Kejati Kepri Kawal Proyek Ketenagalistrikan
’’Bisnis bullion BSI memiliki potensi yang sangat besar untuk terus berkembang. Produk emas kami hadir sebagai solusi finansial yang relevan bagi masyarakat, baik untuk investasi jangka panjang maupun memenuhi kebutuhan likuiditas yang mendesak,’’ katanya.
Seiring meningkatnya permintaan layanan berbasis emas, BSI RO VIII Surabaya juga memperluas jaringan layanan. Sepanjang 2025, perseroan membuka tujuh outlet baru, terdiri atas empat kantor di Surabaya dan tiga di Malang. Ekspansi tersebut berlanjut pada tahun ini. BSI tengah menyiapkan pembukaan outlet baru di Benowo, Surabaya.(bil/dio/jpg)
Editor : Arif Oktafian