Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

OPEC+ Sepakati Kenaikan Produksi, Harga Minyak Mentah Dunia Bergerak Turun

Tim Redaksi • Selasa, 7 Juli 2026 | 11:34 WIB
Minyak mentah dunia mempengaruhi perdagangan energi global.
Minyak mentah dunia mempengaruhi perdagangan energi global.

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Harga minyak mentah dunia kompak melemah pada perdagangan Senin (6/7) akibat negara utama OPEC+ sepakat menaikkan kuota produksi minyak untuk bulan Agustus 2026, setelah ekspor minyak dari kawasan Teluk Persia mulai pulih menyu­sul kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Berdasarkan Investing, harga minyak mentah dunia WTI tercatat turun sebesar 0,05 persen ke level 68,63 dolar AS per barel, sedangkan harga minyak pada kontrak berjangka Brent turun sebesar 0,23 persen ke level 71,90 dolar AS per barel.

Dilansir Bloomberg, tujuh negara yang dipimpin Arab Saudi dan Rusia sepakat menaikkan target produksi sebesar 188.000 barrel per hari mulai bulan depan. Langkah tersebut merupakan bagian dari rencana organisasi untuk secara bertahap mengembalikan produksi yang sebelumnya dipangkas sejak beberapa tahun lalu.

Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Rp19.000

Dengan begitu maka kenaikan produksi sejak dimulainya perang pada Februari 2026 mencapai 940.000 barel per hari atau setara dengan 1 persen dari permintaan minyak dunia.

Sementara itu, dilansir Reuters, raksasa minyak Arab Saudi, Aramco kembali memuat minyak mentah di Terminal Ras Tanura pada Jumat (3/7) setelah aktivitas tersebut sempat terhenti hampir empat bulan. Langkah itu menjadi bagian dari upaya produsen Timur Tengah mempercepat ekspor minyak dan gas setelah meningkatkan produksi menjelang tercapainya kesepakatan sementara.(jpg)

”Meski kesepakatan AS-Iran menjadi titik balik bagi pasar minyak, arus pasokan fisik masih terhambat akibat antrean kapal tanker, kerusakan infrastruktur, dan penghentian produksi,” kata analis ANZ.

Baca Juga: Investasi di KEK Tembus Rp353,3 T

Menurut mereka, diperlukan waktu hingga akhir tahun sebelum pasokan kembali mendekati tingkat sebelum konflik.

Aktivitas pemuatan di Terminal Ras Tanura tetap berlangsung meski sebuah helikopter milik Aramco jatuh pada Ahad (5/7) di Ras Tanura, pesisir timur Arab Saudi di Teluk Persia. Kecelakaan tersebut menewaskan 14 warga negara, sementara penyebabnya masih belum diketahui, menurut kantor berita pemerintah.(jpg)

 

Editor : Arif Oktafian
#OPEC+ #produksi minyak #brent #harga minyak dunia