Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Petani Apresiasi PTPN IV Lindungi Harga Sawit Mitra Plasma saat Gejolak Pasar

Tim Redaksi • Rabu, 8 Juli 2026 | 13:03 WIB
BERI SAMBUTAN: Ketua Koperasi Produsen Makarti Jaya, Desa Kumain, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Hadiyanto memberi sambutan saat diskusi serta peluncuran buku Setiyono, Kisah dan Rahasia Sukses Petani Sawit Plasma Transmigrasi di Pekanbaru, Rabu (1/7/2026). (Humas PTPN IV Regional III untuk riau pos)
BERI SAMBUTAN: Ketua Koperasi Produsen Makarti Jaya, Desa Kumain, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Hadiyanto memberi sambutan saat diskusi serta peluncuran buku Setiyono, Kisah dan Rahasia Sukses Petani Sawit Plasma Transmigrasi di Pekanbaru, Rabu (1/7/2026). (Humas PTPN IV Regional III untuk riau pos)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Petani sawit yang bermitra dengan PTPN IV PalmCo mengapresiasi komitmen perusahaan dalam menjaga stabilitas harga tandan buah segar (TBS) pada saat fluktuasi pasar yang sempat menekan harga sawit petani di berbagai daerah, beberapa waktu lalu. 

Ketua Koperasi Produsen Makarti Jaya, Desa Kumain, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu Hadiyanto mengatakan, petani plasma merasakan langsung manfaat pola kemitraan dengan PTPN IV, terutama ketika harga sawit di tingkat petani mengalami penurunan kala itu. 

Menurut dia, saat banyak petani swadaya terdampak anjloknya harga TBS, PTPN IV tetap menye­rap hasil panen petani mitra de­ngan harga yang lebih stabil dan jauh di atas harga pasar.

Baca Juga: Ketua DPRD Tekankan Kesetaraan Kualitas Sekolah

”Kami dan segenap petani mitra PTPN IV Regional III Sei Tapung sangat bersyukur menjadi bagian dari PTPN IV. Saat petani swadaya sangat terimbas dengan anjloknya harga, kami masih bisa tersenyum karena harga tetap stabil,” kata Hadiyanto di sela-sela diskusi panel yang menghadirkan perwakilan dari Kementerian Pertanian, BPDP, serta Aspekpir pada peluncuran buku Setiyono, Kisah dan Rahasia Sukses Petani Sawit Plasma Transmigrasi di Kota Pekanbaru, Rabu (1/7) lalu.

Ia menjelaskan, selisih harga pembelian TBS yang diterima petani mitra dibandingkan pabrik kelapa sawit (PKS) lain di sekitar wilayahnya cukup signifikan, yakni berkisar antara Rp600 hingga Rp1.000 per kilogram (kg).

Baca Juga: Setelah Puluhan Tahun Menanti, Jalan Melati Akhirnya Diperbaiki

Perbedaan harga tersebut, lanjut dia, memberikan kepastian pendapatan bagi petani, terutama ketika produktivitas kebun sedang mengalami penurunan akibat faktor usia tanaman maupun kondisi cuaca.

”Kebijakan harga yang diterapkan PTPN IV sangat membantu petani anggota kami. Di saat tren produksi sedang menurun dan harga di PKS lain anjlok, PTPN tetap hadir dengan harga yang stabil. Pendapatan petani menjadi lebih aman,” ujarnya.

Baca Juga: Bus Tabrak Truk di Tol Permai, 2 Meninggal, dan 16 Luka-Luka

Menurut dia, pengalaman panjang bermitra dengan PTPN IV membuktikan bahwa kemitraan tidak hanya memberikan jaminan pasar bagi hasil panen petani, tetapi juga meningkatkan produktivitas kebun melalui pendampingan teknis dan penerapan praktik budidaya terbaik.

Ia berharap kemitraan tersebut dapat terus berlanjut, terutama dalam menjaga stabilitas harga TBS dan pendampingan kepada petani melalui penerapan best management practices sehingga produktivitas kebun dan kesejahteraan petani terus meningkat.

”Kami berharap PTPN tetap membeli TBS kami dengan harga yang telah disepakati setiap pekannya bersama pemerintah daerah dan terus mendampingi petani. Kemitraan ini sudah terbukti saling menguntungkan dan memberikan manfaat bagi petani,” katanya.

Ia juga mengajak petani swadaya untuk mempertimbangkan pola kemitraan sebagai salah satu upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan. 

Menurutnya, di tengah perkembangan industri sawit yang sema­kin kompetitif, kemitraan dengan perusahaan yang memiliki penga­laman panjang dan tata kelola yang baik menjadi salah satu kunci agar petani mampu bertahan menghadapi dinamika pasar.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan hingga April 2026 perusahaan telah menyerap sekitar 1,03 juta ton TBS dari masyarakat dan mitra. Volume tersebut meningkat 2,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Jatmiko, keberlanjutan serapan TBS menjadi faktor penting dalam menjaga perputaran ekonomi masyarakat di sentra-sentra perkebunan sawit. ”Peningkatan volume serapan ini berjalan beriringan dengan penerapan standar mutu yang jelas. Hingga April 2026, perolehan rendemen CPO kami terjaga di angka 18,69 persen,” ujarnya.

Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo Arya Sandhiyudha menambahkan, perusahaan terus berkoordinasi dengan dinas perkebunan di berbagai wilayah operasional untuk memastikan pelaksanaan ketentuan harga sesuai regulasi pemerintah.

Menurutnya, keberadaan PTPN IV PalmCo tidak hanya berorientasi pada aspek bisnis, tetapi juga berfungsi menjaga stabilitas tata niaga ketika pasar mengalami gejolak. ”PTPN IV PalmCo terus berkoordinasi dengan dinas perkebunan untuk memastikan implementasi Permentan Nomor 13 Tahun 2024,” ujar Arya.(ifr)

Editor : Arif Oktafian
#PTPN IV PalmCo #harga sawit #TBS sawit #petani plasma