DUMAI (RIAUPOS.CO) - Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Kota Dumai, PT Pelindo Regional I Dumai, PT Pelabuhan Dumai Berseri, perbankan, dan pelaku usaha meresmikan Pelabuhan Penumpang Dumai sebagai Kawasan Non Tunai. Peresmian ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekosistem pembayaran digital yang Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal (CeMuMuAH), khususnya pada salah satu simpul konektivitas strategis Provinsi Riau yang terhubung langsung dengan Malaysia.
Pelabuhan Penumpang Dumai memiliki peran penting sebagai gerbang mobilitas masyarakat dan wisatawan mancanegara. Posisi Dumai di pesisir timur Sumatera yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka didukung oleh rute pelayaran internasional Dumai–Melaka, Dumai–Port Dickson, dan Dumai–Muar. Peran strategis tersebut tercermin dari dominasi wisatawan asal Malaysia sebesar 87 persen dari total wisatawan mancanegara yang masuk ke Provinsi Riau melalui Pelabuhan Penumpang Dumai tercatat mencapai 15.177 orang atau tumbuh 11,9 persen secara tahunan pada tahun 2025.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menyampaikan bahwa implementasi pembayaran non tunai di Pelabuhan Penumpang Dumai merupakan bagian dari upaya memperkuat layanan publik, mendukung efisiensi operasional pelabuhan, serta mendorong aktivitas ekonomi, pariwisata, UMKM, dan mobilitas masyarakat lintas negara.
Baca Juga: PLN Hadirkan Dukungan Sarana dan Manajemen Pengolahan Sampah Secara Digital
“Peluncuran Pelabuhan Penumpang Dumai sebagai Kawasan Non Tunai merupakan bukti nyata sinergi Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, Pelindo Regional I Dumai, perbankan, dan pelaku usaha dalam memperkuat ekosistem pembayaran digital di daerah. Melalui implementasi pembayaran non tunai pada gate pass penumpang dan kendaraan serta pembayaran tiket ferry internasional berbasis QRIS Antarnegara, inisiatif ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperluas akseptasi pembayaran digital dan memperkuat peran Dumai sebagai gerbang konektivitas ekonomi Indonesia–Malaysia,” ujar Filianingsih.
Digitalisasi pembayaran di Pelabuhan Penumpang Dumai mencakup 3 aspek utama, yaitu pembayaran digital pada pertama Gate pass masuk kendaraan, kedua pembayaran digital pada biaya pas masuk terminal penumpang, serta ketiga pembayaran tiket ferry internasional melalui kanal QRIS yang seluruhnya berbasis QRIS Antarnegara.
Dengan demikian, ekosistem pembayaran digital di Pelabuhan Penumpang Dumai diharapkan semakin terintegrasi dari hulu ke hilir dan mampu memberikan pengalaman layanan yang lebih praktis bagi masyarakat maupun wisatawan mancanegara.
Peresmian Pelabuhan Penumpang Dumai sebagai Kawasan Non Tunai diharapkan dapat menjadi model perluasan kawasan layanan publik non tunai yang dapat direplikasi di titik-titik strategis lainnya di Provinsi Riau. Melalui sinergi yang berkelanjutan, Riau diharapkan semakin siap menjadi bagian penting dari sistem pembayaran lintas negara yang modern, inklusif, dan berdaya saing.(azr)
Editor : Arif Oktafian