JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) terus berputar. Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen dari dalam negeri.
"Prediksi saya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS akan melemah pada perdagangan Senin (13/7), setelah sebelummya ditutup menguat 114 poin menjadi Rp18.065 per dollar AS pada perdagangan Jumat (10/7)," kata Ibrahim.
International Monetary Fund (IMF) memperkirakan produk domestik bruto (PDB) Indonesia akan tumbuh 5,1 persen pada 2027. Respons positif itu langsung diapresiasi pasar.
Baca Juga: Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dilarang ke Luar Negeri, Ini Kata Menteri Imipas Agus Andrianto
Asian Development Bank (ADB) juga mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5,2 persen untuk 2026 dan 2027. Menurut ADB, prospek ekonomi Indonesia tetap stabil. Proyeksi tersebut tidak berubah dibandingkan laporan Asian Development Outlook (ADO) edisi April lalu.
"Meski demikian, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5 persen pada tahun ini masih berada di bawah target pemerintah. Dalam APBN 2026, pemerintah dan DPR menetapkan target pertumbuhan mencapai 5,4 persen," ujarnya.
Disebutkannya, angka proyeksi dari IMF maupun ADB masih berada di bawah target pertumbuhan ekonomi pemerintah dalam APBN 2026 yang dipatok sebesar 5,4 persen.
Baca Juga: Universitas Riau Jadi Best Practice Implementasi Student Development Journey Tanoto Foundation
Kenaikan penjualan mobil nasional sepanjang semester I-2026 dinilai juga belum bisa dijadikan bukti daya beli masyarakat telah pulih sepenuhnya. Meski penjualan kendaraan menunjukkan tren positif, pemulihan konsumsi rumah tangga dinilai masih berlangsung secara bertahap.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales atau distribusi dari pabrikan ke dealer mencapai 77.550 unit pada Juni 2026, meningkat 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Capaian ini mencerminkan permintaan konsumen yang tetap kuat meskipun masyarakat masih menghadapi tekanan inflasi dan kenaikan harga bahan bakar nonsubsidi," ucapnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor : Rinaldi