Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kendalikan Inflasi, Fokus Daerah dengan IHK Tinggi

Tim Redaksi • Rabu, 15 Juli 2026 | 10:36 WIB
Tito Karnavian. (JPG)
Tito Karnavian. (JPG)

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengatakan, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi untuk menanggulangi inflasi yang terjadi pada Juni 2026 sebesar 3,34 persen. 

Dia mengatakan, inflasi yang terjadi pada Juni 2026 disebabkan oleh dua faktor yaitu angkutan udara dan kenaikan harga bahan pokok seperti bawang putih, minyak goreng dan beras. 

“Inflasi kita di angka 3,34 persen relatif terkendali, masih di bawah target nasional yang maksimal 3,5 persen,” ujar Tito saat ditemui usai Rapat Koordinasi dengan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (14/7).

Baca Juga: S&P Pertahankan Rating Indonesia

Tito mengatakan, pemerintah tengah memperkuat koordinasi untuk menstabilkan sejumlah harga yang menyebabkan inflasi pada bulan Juni 2026.

Ia menjelaskan, untuk kenaikan harga bawang putih dan minyak goreng menjadi tanggung jawab Kementerian Perdagangan. Koordinasi antar kementerian dinilai perlu diperkuat.

“Bawang putih, minyak goreng, yang menjadi tugas Kementerian Perdagangan, ya ini perlu dikoordinasikan lebih intens. Kalau untuk masalah beras, ada beberapa daerah yang telah dikenakan juga harus cepat ditangani,” ujarnya.

Baca Juga: BNI Perkuat Penyaluran KUR

Sedangkan untuk harga beras, penangananya akan dipercepat bersama Kementerian Pertanian, Perum Bulog, dan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

“Dari Kementerian Pertanian juga sudah menyampaikan, Bulog, dan maupun Badan Pangan Nasional. Tapi nanti prosesnya (akan dijelaskan) sebentar lagi oleh Bapak Menko langsung,” ucapnya.

Lanjutnya, Kemendagri telah memberikan instruksi kepada pemerintah daerah, khususnya kepada wilayah dengan inflasi tinggi untuk segera menambah pasokan akan kebutuhan pokok.(jpg)

Editor : Arif Oktafian
Inflasi 2026 pengendalian inflasi mendagri tito karnavian