PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - PTPN IV PalmCo membuktikan komitmennya dalam mendukung program B50 dan ketahanan pangan nasional melalui penguatan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) serta peningkatan serapan TBS petani hingga 1,73 juta ton. Langkah progresif tersebut diwujudkan melalui komitmen PTPN IV PalmCo menjalankan program Ketahanan Pangan Nasional dan Mandatori Biodiesel B50 yang menempatkan perusahaan sebagai salah satu pemasok strategis bahan baku energi nabati nasional sekaligus penggerak penguatan ekonomi petani sawit rakyat.
Dukungan terhadap B50 dan ketahanan pangan tersebut semakin ditegaskan saat kunjungan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Heru Tri Widarto, ke PKS Adolina PTPN IV Regional 2 di Serdang Bedagai didampingi Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Krisna Santosa. Kunjungan tersebut menegaskan peran PalmCo dalam memperkuat pasokan pangan, energi, dan keberlanjutan sektor perkebunan melalui peningkatan produktivitas sawit rakyat, penguatan kemitraan petani, serta dukungan terhadap implementasi mandatori biodiesel B50, Rabu (15/7).
Dalam kesempatan tersebut, Heru Tri Widarto menegaskan bahwa PTPN IV PalmCo memiliki posisi strategis dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan pangan dan energi nasional. Menurutnya, implementasi B50 membutuhkan dukungan pasokan CPO domestik yang kuat, keberhasilan program tersebut dapat didukung melalui peningkatan produktivitas kebun rakyat dan penguatan rantai pasok sawit nasional.
Baca Juga: Program Pemberdayaan PHR Perkuat Dukungan Masyarakat di Wilayah Operasi
Ia juga memastikan bahwa Kementerian Pertanian melihat langkah PalmCo sebagai momentum strategis untuk mempercepat transformasi industri sawit nasional.
“Kami mengapresiasi peran PTPN IV PalmCo yang menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas sawit rakyat dapat berjalan seiring dengan penguatan ketahanan pangan dan dukungan terhadap program energi nasional,” ujar Heru dalam dialog bersama petani di Adolina.
Program Biodiesel B50 yang telah dimandatori pemerintah mewajibkan pencampuran 50 persen solar fosil dengan FAME berbasis 50 persen sawit. Kebijakan ini diproyeksikan menyerap tambahan sekitar 1–2 juta ton CPO domestik per tahun, sehingga memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor solar.
Baca Juga: Workshop BRK Syariah Beri Nilai Tambah bagi UMKM, Nasabah Kini Lebih Siap Mengakses Pembiayaan
Dari sisi produksi, hingga Juni 2026 PTPN IV PalmCo telah menghasilkan 1,29 juta ton CPO yang tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng nasional, tetapi juga untuk mendukung peningkatan kebutuhan bahan baku biodiesel B50. Perusahaan menilai bahwa peningkatan produktivitas nasional menjadi kunci agar kebutuhan pangan dan energi dapat dipenuhi secara bersamaan.
Kontribusi PalmCo terhadap penguatan petani juga terlihat dari penyerapan TBS. Sepanjang 2025, perusahaan menyerap 3,26 juta ton TBS petani. Hingga Juni 2026, serapan telah mencapai 1,73 juta ton, dengan sekitar 30 persen bahan baku industri PalmCo berasal dari petani rakyat. Selain itu, hingga Juni 2026, PalmCo telah membina 28.786 keluarga petani di lahan seluas 54.148 hektare.(ifr)
Editor : Arif Oktafian