BYD M6 Punya Dua Pilihan Teknologi di GIIAS 2026, EV dan DM Siap Jawab Kebutuhan Keluarga Indonesia

Ari Iswandi • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 20:24 WIB
Generasi terbaru BYD M6 EV serta BYD M6 DM diperkenalkan dalam ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. (Istimewa)
Generasi terbaru BYD M6 EV serta BYD M6 DM diperkenalkan dalam ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. (Istimewa)

TANGERANG (RIAUPOS.CO) – PT BYD Motor Indonesia memperkuat kehadirannya di segmen kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) melalui pengembangan teknologi Battery Electric Vehicle (EV) dan Dual Mode (DM). 

Strategi tersebut diwujudkan melalui lini BYD M6 yang kini hadir dengan dua pilihan teknologi untuk menjawab beragam kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia.

Kehadiran dua pilihan teknologi tersebut diperkenalkan BYD dalam ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 melalui generasi terbaru BYD M6 EV serta BYD M6 DM. Langkah ini menjadi bagian dari strategi BYD untuk memberikan pilihan kendaraan energi baru yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter mobilitas masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Meski Tidak Ada Bencana dan Karhutla, ​BPBD Kampar Tetap Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem

Pilihan tersebut hadir di tengah besarnya peran kendaraan Multi Purpose Vehicle (MPV) di Indonesia. Segmen MPV memiliki kontribusi lebih dari 30 persen terhadap pasar nasional dan digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas, mulai dari mobilitas harian hingga perjalanan jarak jauh bersama keluarga.

BYD sebelumnya menghadirkan BYD M6 EV pada 2024 sebagai MPV listrik pertama BYD yang diperkenalkan secara global di Indonesia. Model tersebut kemudian mendapatkan respons positif dari masyarakat. 

Pengembangan lini M6 berlanjut melalui teknologi Dual Mode (DM) yang diperkenalkan pada Mei 2026, menawarkan mobilitas yang lebih fleksibel melalui kombinasi pengalaman berkendara listrik dengan dukungan mesin berbahan bakar.

Baca Juga: Perambah Hutan Produksi Areal Konsesi PT SPM Bengkalis Seluas 20 Ha Ditangkap Polisi

Pada GIIAS 2026, BYD kembali menghadirkan penyempurnaan terbaru melalui peluncuran generasi terbaru BYD M6 EV. Model yang diproduksi sepenuhnya di Indonesia tersebut menawarkan jarak tempuh hingga 450 kilometer, yang ditujukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam mengadopsi kendaraan energi baru.

“Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi BYD, dengan kebutuhan mobilitas yang terus berkembang dan beragam di setiap daerah. Melalui strategi New Energy Vehicle yang menggabungkan Battery Electric Vehicle (EV) dan Dual Mode (DM), kami ingin menghadirkan lebih banyak pilihan agar semakin banyak masyarakat Indonesia dapat beralih ke kendaraan energi baru sesuai dengan kebutuhan mereka. Salah satu produk unggulan kami yaitu BYD M6 menjadi representasi dari strategi tersebut dengan menghadirkan dua pilihan teknologi dalam satu model. Dan hari ini, komitmen itu semakin lengkap dengan hadirnya BYD M6 EV dan BYD M6 DM. Satu keluarga, lebih banyak pilihan, untuk lebih banyak keluarga Indonesia,” ujar Eagle Zhao, President Director PT BYD Motor Indonesia.

Strategi BYD menghadirkan teknologi EV dan DM sebagai solusi kendaraan energi baru tidak terlepas dari transformasi industri otomotif global yang kini memasuki era baru mobilitas.

Baca Juga: ​Sembunyikan Sabu 100 Gram di Jaket dan Celana, Kurir Narkoba Ditangkap di Petapahan

Sejak awal berdiri, BYD membawa visi “Green Dream” sebagai komitmen membangun ekosistem energi bersih yang mencakup pembangkitan, penyimpanan, hingga pemanfaatan energi dalam kehidupan sehari-hari.

Komitmen tersebut kemudian diperkuat melalui visi “Cool the Earth by 1°C”, yang menjadi landasan pengembangan inovasi dan teknologi BYD di berbagai belahan dunia.

Komitmen tersebut juga tercermin melalui pertumbuhan global BYD. Pada semester pertama 2026, BYD membukukan penjualan lebih dari 1,8 juta NEV di seluruh dunia.

Baca Juga: Tembus Rp1,29 Miliar, Ini Harga 4 Ford Built Ford Tough yang Meluncur di GIIAS 2026

Indonesia menjadi salah satu pasar yang mencerminkan perkembangan kendaraan energi baru secara global. Sebelum BYD hadir di Indonesia pada 2024, pangsa pasar kendaraan listrik nasional masih berada di bawah 1 persen. Kini, seiring meningkatnya adopsi kendaraan energi baru, pangsa pasar kendaraan listrik nasional telah melampaui 22 persen.

Pertumbuhan industri tersebut juga berjalan seiring dengan perkembangan BYD di Indonesia. Pada semester pertama 2026, BYD dan DENZA membukukan penjualan lebih dari 26.000 unit dengan pangsa pasar sekitar 35 persen dari total penjualan kendaraan energi baru nasional.

Sementara itu, lebih dari 4.000 unit pesanan BYD M6 DM berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Angka tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap pilihan teknologi kendaraan energi baru yang semakin beragam.

Baca Juga: Hasil Seleksi Admintrasi Calon Komisaris dan Direksi BRK Syariah Diumumkan, Ini Nama-Namanya 

Hingga saat ini, jaringan BYD telah hadir di lebih dari 100 titik yang tersebar dari wilayah barat hingga timur Indonesia.

Jaringan tersebut ditujukan untuk memudahkan pelanggan dalam mengakses layanan penjualan maupun purna jual sebagai bagian dari komitmen BYD untuk tumbuh bersama masyarakat Indonesia.

Seiring kebutuhan mobilitas yang terus berkembang, BYD menghadirkan ekosistem NEV melalui dua pendekatan teknologi yang saling melengkapi, yaitu EV dan DM. Dengan pilihan tersebut, masyarakat dapat menentukan kendaraan energi baru berdasarkan kebutuhan dan gaya hidup masing-masing.

Baca Juga: Percepat Pembangunan, Wako Agung Gandeng Kemenko Infrastruktur Tata Tepian Sungai Sail Jadi Ikon Baru Pekanbaru

Teknologi EV menawarkan pengalaman berkendara sepenuhnya menggunakan tenaga listrik dengan efisiensi tinggi dan tanpa emisi gas buang. Sementara itu, teknologi DM mengusung konsep Electric-First, di mana motor listrik menjadi sumber penggerak utama, sedangkan mesin bensin bekerja secara otomatis ketika diperlukan untuk mendukung efisiensi maupun memperpanjang jarak tempuh.

Melalui filosofi GASS, yakni Gesit, Adaptif, Senyap, dan Super Irit, teknologi Dual Mode dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang relevan dengan karakter mobilitas masyarakat Indonesia.

Bagi BYD, percepatan transisi menuju kendaraan energi baru tidak hanya berarti menghadirkan teknologi yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga memastikan teknologi tersebut relevan dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari. 

Baca Juga: Kemenag Kuansing Rekomendasikan Penutupan Warung Remang-remang di Belakang Komplek Pemkab

Karena itu, kehadiran BYD M6 EV dan BYD M6 DM di GIIAS 2026 menjadi bagian dari upaya BYD memperluas pilihan kendaraan energi baru bagi masyarakat Indonesia.

Editor : M. Erizal
kendaraan energi baru byd BYD M6