Pembiayaan UMKM Ditargetkan Rp2.000 T

Tim Redaksi • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:46 WIB
AIRLANGGA HARTARTO.. (JPG)
AIRLANGGA HARTARTO.. (JPG)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Target pembiayaan untuk usa­ha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali dinaikkan. Pemerintah membidik pembiayaan UMKM hingga Rp2.000 triliun. Angka tersebut dinilai lebih realis­tis dibandingkan target ideal 30 persen dari total kredit UMKM yang mencapai Rp3.000 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, target sebelumnya yang berada di kisaran Rp1.500 triliun masih bisa didorong le­bih tinggi. Namun, pemerintah memilih angka Rp2.000 triliun agar kenaikannya tetap realistis.

’’Target baru untuk Pak Maman (Menteri UMKM, red), tadi laporannya Rp1.500 triliun. Sebetulnya idealnya 30 persen. Kalau 30 persen berarti Rp3.000 triliun. Nah, loncat dari Rp1.500 triliun ke Rp3.000 triliun itu naik 100 persen. Jadi bagaimana kalau kita turunkan ke Rp2.000 triliun,’’ papar Airlangga dalam UMKM Finance Summit 2026 di Jakarta, Selasa (11/8). 

Baca Juga: Rayakan HUT RI, BRK Syariah Beri Bonus Pulsa Rp17 Ribu

Target tersebut bukan tanpa dasar. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan total pembiayaan UMKM lintas sektor telah mencapai Rp1.948,72 triliun hingga Juni 2026. Angka itu tumbuh 2,16 persen secara tahunan.

Airlangga mengatakan, pemerintah telah menyiapkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sekitar Rp370 triliun hingga Rp400 triliun sepanjang 2026. Namun, keperluan pembiayaan UMKM tidak berhenti pada kredit dengan plafon kecil. ”Kalau dari KUR kita siram Rp 370 triliun sampai Rp400 triliun. Sisanya itu yang bukan kredit di atas Rp500 juta atau bahkan Rp10 miliar, tetapi naik sampai Rp50 miliar ke atas. Inilah PR tambahan kita,” ujarnya.

Menurut Airlangga, segmen UMKM yang memerlukan pembiayaan lebih besar perlu mendapat perhatian. Terutama pelaku usaha yang sudah berkembang dan membutuhkan tambahan modal untuk meningkatkan kapasitas produksi maupun memperluas pasar. 

Baca Juga: Mitsubishi Xforce HEV Taklukkan Persaingan SUV Compact

Airlangga menambahkan, terdapat sekitar 54 juta UMKM yang harus didorong agar semakin produktif. Karena itu, pemanfaatan akal imitasi (AI) dinilai menjadi salah satu solusi untuk mempercepat transformasi.

Pembiayaan Sudah Rp1.948 T

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, akses pembiayaan UMKM memang menunjukkan tren positif. Hingga Juni 2026, total pembiayaan UMKM lintas sektor mencapai Rp1.948,72 triliun atau tumbuh 2,16 persen secara tahunan. 

Baca Juga: 55 Tahun Jadi Modal Kepercayaan, Mitsubishi Xforce HEV Taklukan Persaingan SUV Compact

Pertumbuhan tersebut ditopang seluruh sektor jasa keuangan. Pasar modal mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 12,25 persen secara tahunan. Disusul perusahaan pembiayaan, modal ventura, lembaga keuangan mikro, dan lembaga jasa keuangan lainnya (PVML) yang tumbuh 7,03 persen. Sementara sektor perbankan tumbuh 1,21 persen.

Perbankan masih menjadi sumber pembiayaan terbesar dengan porsi 82,44 persen. PVML menyumbang 17,50 persen, sedangkan pasar modal 0,06 persen. ’’Pada Juni 2026, kredit UMKM perbankan mencapai Rp1.519,35 triliun atau 16,73 persen dari total kredit perbankan, dengan pertumbuhan 1,65 persen year on year dan rasio NPL sebesar 4,54 persen yang menunjukkan kualitas kredit relatif masih terjaga,’’ paparnya.

Meski angka pembiayaan terus tumbuh, Dian menilai tantangan UMKM tidak berhenti pada soal ketersediaan dana. Banyak pelaku usaha masih kesulitan mengakses pembiayaan formal karena kapasitas usaha, legalitas, pencatatan keuangan, informasi pasar, hingga keterhubungan dengan rantai pasok belum memadai. 

Baca Juga: Turun Tipis, Harga Kelapa Sawit Mitra di Riau Pekan Ini Jadi Rp3.941 per Kg

”Karena itu, OJK mendorong model pembiayaan yang lebih terintegrasi. Pembiayaan harus berjalan beriringan dengan pendampingan, peningkatan kapasitas usaha, akses pasar, digitalisasi, hingga skema kredit yang menyesuaikan siklus bisnis masing-masing UMKM,” paparnya.(mim/dio/jpg) 

Laporan JPG, Jakarta

 

Editor : Arif Oktafian
UMKM 2026 target pembiayaan UMKM pembiayaan umkm