JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Industri besar membutuhkan pemasok. Sebanyak 30 industri kecil dan menengah (IKM) logam asal Karawang dan Bekasi mulai dijajakan untuk masuk ke rantai pasok perusahaan industri besar. Langkah tersebut dilakukan melalui program Fasilitasi Kemitraan IKM Logam dengan Industri Besar di Jawa Barat.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, masuknya IKM ke rantai pasok industri besar bisa menjadi lompatan penting bagi pengembangan usaha. Bukan hanya soal mendapatkan pesanan. Namun juga meningkatkan kapasitas produksi dan kompetensi.
’’Ketika IKM mampu menjadi bagian dari rantai pasok industri besar, baik BUMN maupun swasta, sekaligus terlibat dalam program vendor development, peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kompetensi akan semakin besar,’’ tutur Agus di Jakarta, Senin (10/8).
Baca Juga: Pembiayaan UMKM Ditargetkan Rp2.000 T
Menurut dia, keterlibatan IKM juga penting untuk membangun rantai pasok nasional yang lebih kuat. Dengan begitu, kebutuhan industri tidak seluruhnya bergantung pada pemasok dari luar negeri.
Karawang dan Bekasi menjadi wilayah yang potensial. Dua kawasan tersebut merupakan salah satu basis manufaktur nasional dengan kehadiran perusahaan berskala nasional hingga multinasional. Keperluan terhadap komponen, bahan baku, hingga jasa perawatan mesin pun terus terbuka.
IKM yang ikut dalam program tersebut memiliki kemampuan beragam. Mulai fabrikasi logam, machining, pembuatan komponen, hingga jasa pendukung industri. Kemampuan tersebut menjadi modal untuk membidik kebutuhan pemasok lokal di berbagai sektor manufaktur.
Baca Juga: Rayakan HUT RI, BRK Syariah Beri Bonus Pulsa Rp17 Ribu
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita mengatakan, temu bisnis menjadi pintu awal bagi IKM untuk mengetahui kebutuhan industri secara langsung. ’’Melalui dialog dan penjajakan peluang bisnis secara langsung, IKM dapat memahami kebutuhan industri, meningkatkan kesiapan usahanya, serta membuka peluang untuk menjadi pemasok bagi industri besar,’’ papar Reni.
Penjajakan pun tidak berhenti di meja pertemuan. Calon mitra dari industri besar terlebih dahulu diajak melihat langsung kemampuan sejumlah IKM di Karawang dan Bekasi. Perusahaan bisa mengecek kapasitas produksi, proses kerja, kualitas produk, hingga kemampuan masing-masing IKM. Sejumlah perusahaan yang ikut dalam penjajakan antara lain PT Perkebunan Nusantara, PT Yogya Presisi Teknikatama Industri, PT Hitachi Construction Machinery Indonesia, dan PT Sarandi Karya Nugraha.
’’Forum ini menjadi wadah dialog antara pelaku IKM dengan industri besar untuk membahas kebutuhan industri, spesifikasi produk, standar kualitas, hingga peluang kerja sama yang dapat diwujudkan melalui kemitraan bisnis yang berkelanjutan,’’ pungkas Reni.(bry/dio/jpg)
Editor : Arif Oktafian