Pojok Pustaka Digital PLN Terus Dukung Pembelajaran Siswa di Kuala Cenaku

Redaksi • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:13 WIB
Para pelajar SMPN 3 Kuala Cenaku saat mengakses berbagai informasi melalui Pojok Pustaka Digital yang direalisasikan PT PLN (Persero), belum lama ini.(PT PLN untuk riau pos)
Para pelajar SMPN 3 Kuala Cenaku saat mengakses berbagai informasi melalui Pojok Pustaka Digital yang direalisasikan PT PLN (Persero), belum lama ini.(PT PLN untuk riau pos)

 

KUALA CENAKU (RIAUPOS.CO) - Bagi sebagian siswa di wilayah perkotaan, mengakses buku dan berbagai sumber pengetahuan melalui internet mungkin sudah menjadi hal yang biasa. Namun, kondisi berbeda dirasakan oleh siswa SMP Negeri 3 Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

Letak sekolah yang berada jauh dari pusat perkotaan membuat akses terhadap sumber belajar dan informasi digital menjadi tantangan tersendiri. Sebagian siswa bahkan harus menempuh perjalanan menggunakan kompang untuk dapat mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Di tengah keterbatasan tersebut, kehadiran Pojok Pustaka Digital yang direalisasikan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng) pada 2024 menjadi salah satu fasilitas yang membantu membuka akses siswa terhadap sumber pengetahuan yang lebih luas.

Dua tahun setelah program tersebut direalisasikan, fasilitas Pojok Pustaka Digital di SMP Negeri 3 Kuala Cenaku masih dalam kondisi baik, terawat, dan tetap dimanfaatkan oleh sekolah maupun para siswa untuk menunjang kegiatan pembelajaran.

Program yang merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas tersebut tidak berhenti pada penyediaan fasilitas. PLN juga mendorong peningkatan kemampuan siswa dalam memanfaatkan teknologi melalui kegiatan pelatihan multimedia.

Pojok Pustaka Digital menyediakan akses terhadap berbagai sumber belajar yang dapat dimanfaatkan secara gratis. Materi pembelajaran juga dapat diunduh untuk kemudian dibaca secara offline sehingga siswa tetap dapat belajar meskipun memiliki keterbatasan akses internet.

Bagi sekolah yang berada di wilayah relatif terpencil, fasilitas tersebut menjadi lebih dari sekadar tempat membaca. Pojok Pustaka Digital menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal teknologi, mencari informasi, memperluas wawasan, sekaligus mengembangkan cara belajar yang lebih interaktif.

Asisten Manager Komunikasi dan TJSL PLN UIP Sumbagteng, Muhammad Jamil, mengatakan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan menjadi salah satu langkah penting untuk memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses.

“Pustaka Digital adalah salah satu solusi untuk menjawab tantangan akses pendidikan di era digital. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sehingga anak-anak di daerah juga memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses materi pembelajaran berkualitas,” ujar Jamil.

Menurut dia, keberadaan fasilitas tersebut juga perlu diikuti dengan peningkatan kemampuan pengguna. Karena itu, PLN memberikan pelatihan multimedia kepada siswa dan siswi agar mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menghasilkan karya dan menyampaikan informasi secara kreatif.

“PLN percaya bahwa pendidikan yang berkualitas juga perlu didukung dengan penguasaan teknologi. Melalui pelatihan multimedia, kami ingin mendorong siswa agar lebih kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan berbagai sumber digital untuk mendukung proses belajar,” katanya.

Tetap Digunakan Dua Tahun Kemudian
Dampak keberlanjutan program terlihat dari kondisi fasilitas yang hingga 2026 masih terjaga dengan baik. Pihak sekolah secara aktif merawat dan memanfaatkan Pojok Pustaka Digital sebagai salah satu sarana pendukung pembelajaran.

Kepala SMP Negeri 3 Kuala Cenaku, Indra Buana Putra, mengatakan bantuan PLN memberikan manfaat bagi sekolah yang berada di tengah keterbatasan akses tersebut.

“Sudah dua tahun PLN UIP Sumbagteng membantu sekolah kami. Sebelumnya kami mendapatkan bantuan sanitasi sekolah, kemudian pada 2024 kami mendapatkan bantuan Pojok Pustaka Digital. Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan ini,” ujar Indra.

Menurut Indra, kondisi geografis sekolah menjadi salah satu tantangan yang dihadapi dalam memberikan akses pendidikan yang setara bagi para siswa.

“Sekolah kami berada jauh dari perkotaan dan cukup terpencil. Untuk menuju sekolah, sebagian siswa harus naik kompang. Dengan segala keterbatasan yang ada, anak-anak tetap memiliki semangat untuk belajar setiap hari,” katanya. (adv)

Editor : Arif Oktafian
pojok pustakaa pln KUALA CENAKU