Rupiah Diprediksi Melemah, Demo DPR dan Survei Prabowo-Gibran Jadi Pengaruh 

Redaksi • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 08:57 WIB
Karyawan salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, menunjukan mata uang dolar AS dan rupiah, belum lama ini. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
Karyawan salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, menunjukan mata uang dolar AS dan rupiah, belum lama ini. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, memprediksi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) akan kembali melemah pada perdagangan Jumat (28/8). 

Sebelummya rupiah ditutup melemah 19 poin menjadi Rp17.744 per dollar AS pada perdagangan Kamis (27/8). Dikatakannya, ada beberapa indikator rupiah pada hari ini diprediksi melemah. Diantaranya sentimen dalam dan luar negeri.

Ibrahim mengatakan sentimen dalam negeri yang memengaruhi pergerakan rupiah berasal dari respons pasar terhadap aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026 yang berlangsung tertib dan damai.

Baca Juga: Wako Agung Nugroho Raih Penghargaan Kategori Pembangunan Infrastruktur 

Dia menjelaskan, untuk perdagangan Jumat (28/8), mata uang rupiah lebih fluktuatif namun ditutup melamah direntang Rp17.740-Rp17.790.

"Pasar merespons positif aksi penyampaian pendapat yang berlangsung tanpa kerusuhan. Sejumlah anggota DPR juga menemui langsung massa aksi untuk mendengarkan dan menerima aspirasi," ujarnya.

Berdasarkan survei Tempo Data Science yang dilakukan pada 31 Juli hingga 11 Agustus 2026, tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran tercatat sebesar 37 persen pada Agustus 2026. Angka ini menurun dari sebelumnya.

Baca Juga: Kualitas Udara Membaik, Disdikpora Rohul Putuskan Siswa Kembali ke Sekolah Mulai Jumat

Penurunan tingkat kepuasan publik tersebut berkaitan dengan persoalan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Berdasarkan hasil survei, kenaikan harga kebutuhan pokok menjadi alasan terbesar masyarakat tidak puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran.

Angka kepuasan publik menurun dibandingkan tingkat kepuasan pada Desember 2025 yang mencapai 75 persen dan Maret 2026 sebesar 58 persen.

Demo massa dari berbagai kelompok, mendesak DPR RI segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset serta menerapkan hukuman mati bagi koruptor sangat berpengaruh terhadap fluktuaif nilai tukar rupiah.

Sumber: Jawapos.com

Editor : Rinaldi
rupiah fluktuatif demo dpr nilai tukar rupiah rupiah melemah