JAKARTA (RIAUPOS.CO) -MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mendorong penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional terus diakselerasi melalui perluasan akses pasar berbasis digital.
Untuk memastikan produk-produk buatan dalam negeri menjadi tuan rumah di negeri sendiri, pemerintah secara konsisten memfasilitasi kolaborasi antara pelaku e-commerce, asosiasi industri, dan UMKM melalui perhelatan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas).
”Pada tahun 2026, Harbolnas memasuki tahun ke-14, iven ini tidak hanya sebagai ajang diskon tahunan, tetapi juga sebagai gerakan nasional untuk memperkuat produk dalam negeri, meningkatkan inklusi digital, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan,” ujar Airlangga dalam Kick Off Harbolnas 2026, Jakarta, Kamis (27/8).
Baca Juga: PTPN IV Regional III Pastikan Realisasi Kemitraan di Kampar Capai 58 Persen
Airlangga mengatakan, penyelenggaraan Harbolnas 2026 yang akan diselenggarakan pada 10–16 Desember 2026 mendatang ditargetkan mampu mencatatkan kenaikan transaksi hingga menembus angka Rp40 triliun, meningkat dari capaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp36,4 triliun.
Ia menyebut, peningkatan nilai transaksi tersebut menjadi momentum krusial untuk mendongkrak daya beli masyarakat dan mengangkat pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal keempat sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
”Jadi ini adalah kesempatan yang harus kita dorong dan sekali lagi kami menyampaikan apresiasi kepada kementerian perdagangan dan asosiasi e-commerce Indonesia idea atas dedikasi dan substansinya dalam menyelenggarakan Harbolnas,” ujarnya.
Baca Juga: Program Bedelau BRK Syariah Kembali Manjakan Nasabah, Julpono Iskandar Bawa Pulang Beragam Hadiah
Airlangga menjelaskan Indonesia tercatat sebagai pasar video commerce terbesar di Asia Tenggara dengan jumlah penjual mencapai 800.000 serta pertumbuhan transaksi hingga hampir 90 persen menjadi 2,6 miliar transaksi, yang ditopang oleh penetrasi pengguna aktif media sosial yang telah menembus lebih dari 180 juta jiwa dan tumbuh 26 persen per tahun.
Untuk memperkuat daya saing produk lokal, Menko Airlangga menekankan pentingnya optimalisasi teknologi Kecerdasan Buatan (AI) melalui pengembangan algoritma rekomendasi berbasis personalisasi konsumen.
Selain itu, integrasi antara platform e-commerce dan perluasan pasar ekspor juga disiapkan melalui implementasi Digital Economic Framework Agreement (DEFA) di tingkat ASEAN yang berpotensi melipatgandakan nilai pasar digital ASEAN menjadi 2 triliun dolar AS, dengan porsi Indonesia mencapai 600 miliar dolar AS.
Baca Juga: Rupiah Diprediksi Melemah, Demo DPR dan Survei Prabowo-Gibran Jadi Pengaruh
Penguatan ekosistem digital tersebut didukung oleh fasilitas sistem pembayaran QR Cross-Border (QRIS) antarnegara ASEAN yang memberikan efisiensi tinggi bagi pelaku usaha tanpa beban merchant discount rate (biaya nol untuk pedagang).
Kehadiran platform digital dan kemudahan pembayaran ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak UMKM lokal, khususnya produk-produk artisan, untuk go digital dan menembus pasar global tanpa terhambat hambatan non-tarif.(jpg)
Laporan JPG, Jakarta
Editor : Arif Oktafian