MC Group Perkenalkan Empat unit Shacman di JIExpo Kemayoran

Prapti Dwi Lestari • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 16:12 WIB
Founder MC Group Toni Lim didampingi  Direktur Dirmanto Chang bersama jajaran meluncurkan empat unit Shacman di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/9/2026). (Ist)
Founder MC Group Toni Lim didampingi  Direktur Dirmanto Chang bersama jajaran meluncurkan empat unit Shacman di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/9/2026). (Ist)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Dalam langkah memperkuat pasar kendaraan heavy-duty di Indonesia, MC Group, Authorized Distributor Shacman di Indonesia meluncurkan sejumlah unit terbaru sekaligus menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan tiga mitra strategis, dalam ajang Mining Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Dalam pameran di hari pertama MC Group memperkenalkan empat unit Shacman yang disiapkan untuk menjawab beragam kebutuhan operasional industri. Keempatnya yakni Shacman X5000 EV Dump Truck 8×4 580 HP, Shacman H3000S Tractor Head 4×2 300 HP, Shacman H3000S Chassis 6×4 300 HP, serta Shacman X5000 Hybrid Dump Truck 8×4 460 HP.

Peluncuran tersebut juga menjadi momentum bagi MC Group untuk memperkenalkan teknologi kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) kepada pelaku industri, khususnya teknologi hybrid dan kendaraan listrik.

Baca Juga: Operasi Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Dioptimalkan, Aktivitas Anak Krakatau Level II

Rangkaian acara peluncuran turut dimeriahkan pertunjukan barongsai yang menambah suasana perayaan dalam perkenalan produk sekaligus pertemuan dengan customer dan mitra bisnis.

Salah satu unit yang menjadi perhatian adalah Shacman X5000 Hybrid Dump Truck 8×4 460 HP. Kendaraan ini mengombinasikan mesin diesel dengan sistem penggerak elektrik.

X5000 Hybrid menggunakan mesin Cummins M10460, power battery berkapasitas 96 kWh dan memiliki kapasitas bak hingga 53,75 meter kubik.

Baca Juga: Hujan Tak Padamkan Karhutla di Rimbo Panjang, Pemadaman Masuki Hari Kedua

Sistem hybrid memungkinkan mesin diesel tetap menjadi bagian dari sistem penggerak, sementara sistem elektrik memberikan dukungan pada kondisi operasi tertentu. Teknologi regenerative braking juga memungkinkan energi yang dihasilkan saat kendaraan melakukan perlambatan dikembalikan ke sistem baterai.

Teknologi hybrid dapat menjadi alternatif untuk operasi yang membutuhkan fleksibilitas, terutama pada kondisi infrastruktur pengisian daya belum tersedia secara luas.

Efisiensi dan performa kendaraan tetap dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari rute, kondisi medan, payload, pola berkendara, kondisi jalan hingga duty cycle. Selain itu, penerapan teknologi hybrid perlu disesuaikan dengan kondisi operasional dan kebutuhan masing-masing fleet.

Baca Juga: Ketua PCNU Pimpin Pemadaman Karhutla, 100 Personel Banser Diterjunkan, Muslimat Siapkan Konsumsi 

Selain hybrid, MC Group memperkenalkan Shacman X5000 EV Dump Truck 8×4 580 HP sebagai kendaraan heavy-duty berbasis listrik. X5000 EV menggunakan T2380S030 Permanent Magnet Synchronous Motor dengan output 580 HP serta battery pack berkapasitas 400,61 kWh. Kendaraan ini memiliki kapasitas bak hingga 36 meter kubik.

Teknologi motor listrik memberikan karakteristik respons torsi yang berbeda dibanding kendaraan bermesin diesel. Kendaraan EV dinilai dapat menjadi pilihan untuk aplikasi dengan rute berulang, jarak tempuh terukur dan pola operasional relatif konsisten.

Namun, penggunaan kendaraan listrik heavy-duty juga membutuhkan kesiapan ekosistem, termasuk infrastruktur charging, kapasitas listrik, waktu pengisian, rute operasional, battery management, maintenance dan strategi penggunaan armada.

Baca Juga: IMA Connect 2026, Ajang Perluas Networking dan Buka Peluang Bisnis Baru

Penerapan EV tidak hanya berkaitan dengan penggantian kendaraan, tetapi juga perubahan sistem operasional dan kesiapan infrastruktur pendukung. Selain peluncuran unit, MC Group juga memperkuat kerja sama dengan customer melalui penandatanganan MoU.

Tiga kerja sama tersebut mencakup rencana pengadaan total 400 unit kendaraan Shacman, yakni PT Karimata Multi Prima 200 unit Dump Truck 8×4 Hybrid, PT Vardhana Perkasa 100 unit Dump Truck 8×4 dan PT Gericon Prima 100 unit Dump Truck 6×4.

Rencana pengadaan 200 unit Dump Truck 8×4 Hybrid oleh PT Karimata Multi Prima menjadi salah satu bagian penting dalam kerja sama tersebut karena membuka peluang penerapan teknologi hybrid dalam skala fleet yang lebih besar.

Baca Juga: Hujan, Kualitas Udara Masih Tidak Sehat

Bagi MC Group, penandatanganan MoU merupakan bagian dari upaya membangun kerja sama jangka panjang sekaligus memahami kebutuhan kendaraan yang terus berkembang di sektor industri Indonesia.

MC Group juga menempatkan layanan purnajual sebagai bagian penting dalam mendukung operasional kendaraan heavy-duty. Dukungan tersebut mencakup sales support, technical support, service, spare parts serta pengembangan jaringan pelayanan.

Jaringan operasional MC Group saat ini mencakup Jakarta, Pekanbaru, Medan, Palembang, Jambi, Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak, Samarinda, Surabaya dan Kendari. Perusahaan juga mengembangkan titik layanan di sejumlah wilayah strategis, termasuk Pangkalan Kerinci, Lampung hingga Makassar.

Baca Juga: Serunya HSBL 2026 Series Selatpanjang, Mengejar Piala di Lapangan Kartika

Untuk kendaraan hybrid dan EV, dukungan teknis menjadi semakin penting karena sistem elektrik, battery system, powertrain, diagnostic system serta prosedur maintenance membutuhkan kompetensi khusus.

MC Group menilai tidak ada satu teknologi yang dapat diterapkan secara sama pada seluruh jenis operasi. Pemilihan kendaraan hybrid, EV maupun diesel konvensional harus mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan masing-masing fleet.

Sejumlah faktor yang perlu diperhatikan antara lain Total Cost of Ownership (TCO), rute dan medan, payload, jarak tempuh harian, duty cycle, utilisasi armada, kebutuhan charging, kesiapan infrastruktur, kompetensi teknisi, ketersediaan spare parts dan strategi maintenance.

Baca Juga: Pemkab Meranti Kejar Kepastian Realisasi PLBN Tanjung Kedabu

Direktur MC Group Dirmanto, mengatakan perkembangan kendaraan energi baru perlu dilihat dalam konteks kebutuhan efisiensi dan kesiapan industri.

"Persaingan global menuntut perusahaan untuk semakin efisien, termasuk dalam mengelola biaya operasional armada. Di saat yang sama, industri juga dihadapkan pada tuntutan untuk mengurangi emisi dan mendukung transisi energi. Teknologi Hybrid dan EV menjadi salah satu solusi yang dapat menjawab kebutuhan tersebut," ujar Dirmanto.

Menurutnya, keberhasilan penerapan kendaraan energi baru tidak hanya ditentukan oleh teknologi kendaraan, tetapi juga kesiapan ekosistem pendukung.

Baca Juga: Peraturan Baru Muncul Tiba-Tiba, Biaya Bisnis Jadi Bengkak

MC Group tidak hanya menghadirkan produk, tetapi juga ekosistem layanan yang mampu mendukung kebutuhan industri Indonesia. Mulai dari produk, technical support, service, spare parts, hingga pengembangan jaringan layanan, semuanya menjadi bagian dari upaya kami untuk membantu pelanggan mengimplementasikan teknologi tersebut secara optimal.

"Melalui Mining Indonesia 2026, MC Group tidak hanya memperkenalkan X5000 Hybrid, X5000 EV, H3000S Tractor Head dan H3000S Chassis, tetapi juga memperkuat hubungan dengan customer melalui rencana pengadaan 400 unit kendaraan Shacman. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya MC Group memperluas pilihan kendaraan heavy-duty sekaligus mendorong adopsi teknologi hybrid dan EV sesuai kebutuhan operasional industri di Indonesia," tegasnya.

 

Editor : Rinaldi
Shacman operasional industri MC Group jiexpo kemayoran