JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Ritel modern menjadi salah satu pintu bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperluas pasar. Namun, masuk jaringan peritel besar bukan perkara mudah. Selain produk berkualitas, UMKM harus mampu memenuhi standar produk, legalitas, harga, hingga menjaga pasokan secara konsisten.
Gambaran itu terlihat dalam penjajakan kerja sama antara Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan AEON Indonesia. Lebih dari 1.200 UMKM sektor makanan, minuman, kecantikan, dan kesehatan mendaftarkan diri sebagai calon pemasok jaringan ritel AEON.
Khusus produk pangan, proses kurasi dilakukan lebih selektif. Dari 121 UMKM unggulan binaan Kemendag yang merupakan pemenang UKM Pangan Award dan peserta Pangan Nusa Expo, hanya 10 produk yang terpilih masuk ke jaringan AEON Indonesia.
Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2.642.000 per Gram
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, perluasan akses pasar menjadi salah satu persoalan yang perlu dijawab agar UMKM tidak hanya mampu berproduksi, tetapi juga memiliki jalur distribusi yang lebih luas.
”Sinergi Kemendag dengan ritel modern menjadi upaya menjawab tantangan pembukaan pasar yang lebih luas,” ujar Budi setelah menghadiri Launching Akses Pasar UMKM Pangan Kemasan ke AEON Indonesia di AEON Mall BSD City, Kabupaten Tangerang, Sabtu (12/9).
Produk pangan tersebut kemudian masuk ke 19 gerai AEON Indonesia yang terdiri atas pusat perbelanjaan AEON Mall dan jaringan supermarket di Indonesia. Masuknya produk ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kemendag dan AEON Indonesia serta kontrak dagang antara 10 UMKM dengan perusahaan ritel tersebut.
Baca Juga: Turun Tipis, Harga Kelapa Sawit Mitra Pekan Ini Jadi Rp3.976 per Kg
Budi mengatakan, kualitas produk menjadi salah satu faktor penting agar UMKM mampu memperluas pasar. ”Kesepuluh UMKM yang masuk ke jaringan AEON Indonesia telah dikurasi ketat,” katanya.
Presiden Direktur PT AEON Indonesia Miyata Masato mengatakan, perusahaan telah bekerja sama dengan UMKM sejak 2015. Hingga kini, AEON telah bermitra dengan lebih dari 100 UMKM dengan lebih dari 500 stock keeping unit (SKU)yang dipasarkan di jaringan AEON Indonesia. (bry/dio/jpg)
Laporan JPG, Jakarta
Editor : Arif Oktafian