JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pertumbuhan industri makanan dan minuman di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Di tengah perkembangan tersebut, perubahan perilaku masyarakat atau konsumen dalam menemukan, memilih, hingga membeli makanan ikut membuka pola baru bagi pelaku usaha kuliner.
Data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) 2025 mencatat kinerja sektor industri makanan dan minuman tumbuh 6,38 persen. Sementara itu, sektor akomodasi serta penyediaan makanan dan minuman tumbuh 7,41 persen.
Perkembangan industri tersebut juga berjalan beriringan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap konten kuliner di ruang digital. Berdasarkan analisis data 2026, jumlah konten kuliner meningkat 52 persen dibandingkan 2025.
Baca Juga: XLSmart Perkuat Infrastruktur Konektivitas Global Indonesia
Sejumlah tagar populer seperti #Kuliner, #JajananTikTok, #JelajahKuliner, #MakananSehat, dan #CemilanSehat juga telah menghimpun lebih dari 8 juta unggahan.
Commercial Partnership TikTok SEA Fadlia Hifzia mengatakan perubahan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas kuliner masyarakat tidak lagi sebatas mencoba makanan. Kuliner juga menjadi bagian dari aktivitas berbagi pengalaman dan membangun koneksi.
”Cara masyarakat menikmati kuliner kini semakin beragam. Bukan hanya dengan mencoba hidangan atau tempat makan baru, tetapi juga dengan berbagi cerita dan terhubung melalui kecintaan yang sama,” ujar Fadlia dalam TikTok Food Fest 2026 di Jakarta pada Selasa (15/9).
Baca Juga: Honda AT Family Day Menarik Perhatian Pengunjung Mal SKA
Perubahan perilaku konsumen itu turut memengaruhi cara pelaku usaha memperkenalkan produknya. Konten kreator, misalnya, tidak hanya berperan dalam memperkenalkan menu, tetapi juga menceritakan proses di balik produk dan perjalanan pemilik usaha.
Perubahan pola konsumsi tidak berhenti pada transaksi daring. Penemuan restoran melalui konten digital juga mulai terhubung dengan keputusan masyarakat untuk mendatangi dan menikmati makanan secara langsung. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa ekosistem digital dapat memengaruhi perjalanan konsumen.(jpg)
Editor : Arif Oktafian