JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Minat perusahaan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini masih menghadapi tantangan. Hingga 6 September 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat baru tujuh perusahaan yang masuk dalam pendaftaran penawaran umum perdana saham (/IPO).
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, tujuh calon emiten tersebut memiliki target penghimpunan dana maksimal Rp4,02 triliun.
Jumlah tersebut masih relatif terbatas dibandingkan periode sebelumnya. Hingga akhir Agustus 2025, terdapat 16 emiten baru yang melakukan penawaran umum dengan nilai mencapai Rp8,49 triliun. Pada periode yang sama, masih terdapat 21 penawaran umum dengan nilai indikatif Rp19,07 triliun.
Baca Juga: Pekanbaru Art Market Hadir di Living World
”Penurunan calon perusahaan untuk melakukan IPO dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain dinamika kondisi pasar global, termasuk meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang memengaruhi perusahaan untuk melaksanakan penawaran umum,” kata Hasan, Rabu (16/9).
Selain faktor eksternal, sejumlah rencana IPO juga belum mendapatkan persetujuan. OJK masih meminta calon emiten meningkatkan kualitas keterbukaan informasi sebelum proses dapat dilanjutkan.
Hasan menegaskan, OJK tidak semata-mata mengejar jumlah perusahaan yang melakukan IPO. Fokus pengawasan juga diarahkan pada keseluruhan penghimpunan dana di pasar modal.
Baca Juga: Kara Angkat Kelapa Indonesia ke Dunia
”Fokus OJK tidak hanya pada pencapaian jumlah IPO, namun atas keseluruhan penghimpunan dana di pasar modal. OJK telah menetapkan target penghimpunan dana pada tahun 2026 sebesar Rp250 triliun,” terangnya.
Hingga 6 September 2026, realisasi penghimpunan dana di pasar modal telah mencapai Rp148,3 triliun. Dengan demikian, masih terdapat ruang sekitar Rp101,7 triliun yang perlu dikejar hingga akhir tahun untuk mencapai target Rp250 triliun.
Menurut Hasan, pencapaian target tersebut tetap harus dibarengi dengan kualitas keterbukaan informasi dan kesiapan calon emiten. ”Selanjutnya, dalam rangka mengembangkan perusahaan yang akan melakukan IPO, OJK bersama dengan BEI terus melakukan sosialisasi kepada calon emiten termasuk salah satunya dengan melakukan di beberapa daerah di Indonesia,” imbuhnya.(mim/dio/jpg)
Laporan JPG, Jakarta
Editor : Arif Oktafian