JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai pusat produksi, inovasi, dan investasi pangan di tingkat global.
Peluang tersebut ditopang oleh kekuatan industri manufaktur, sumber daya alam, serta besarnya pasar domestik. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong penguatan struktur industri pangan melalui percepatan hilirisasi, peningkatan nilai tambah bahan baku lokal, penguatan standar mutu, serta perluasan kemitraan dan akses pasar internasional.
Langkah tersebut dinilai semakin penting seiring perubahan preferensi konsumen global yang kini semakin mempertimbangkan aspek kesehatan, keamanan pangan, kualitas, dan keberlanjutan.
Baca Juga: J&T Express dan Kementerian UMKM Perluas Jawara Lokal ke Empat Wilayah
Berdasarkan data Manufacturing Value Added (MVA) 2025 yang dirilis World Bank, nilai tambah industri manufaktur Indonesia mencapai 275,61 miliar dolar Amerika.
Capaian tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-12 dunia sekaligus menjadi yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara, mengungguli Thailand, Vietnam, Singapura, dan Malaysia.
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, mengatakan capaian tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan peran Indonesia dalam rantai nilai industri pangan di tingkat regional maupun global.
Baca Juga: DPRD Minta Pertamina Cari Solusi Atasi Antrean Solar
“Industri manufaktur kita semakin solid. Ke depan, kekuatan ini harus diterjemahkan menjadi produk yang bernilai tambah, berkualitas, inovatif, dan berdaya saing di pasar global,” ujar Faisol dalam keterangan tertulis yang diterima, Ahad (20/9).
Faisol mengatakan, industri makanan dan minuman (mamin) merupakan salah satu sektor strategis yang memiliki peran penting dalam memperkuat struktur manufaktur nasional.
Karena itu, pemerintah berkomitmen membangun ekosistem industri pangan yang mampu menjawab tuntutan konsumen sekaligus memenuhi standar pasar internasional.
Baca Juga: El Nino dan Situasi Geo Politik Timur Tengah Sebabkan Rupiah Berpotensi Turun Hari Ini
“Kami berkomitmen memperkuat ekosistem industri pangan yang halal, sehat, inovatif, dan berkelanjutan,’’ ujarnya.(jpg)
Editor : Arif Oktafian