PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) - Antrean kendaraan mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Kabupaten Pelalawan masih belum terurai dalam sebulan terakhir. Pantauan Riau Pos, pada sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pangkalankerinci, antrean truk, dan bus masih mengular hingga ke bahu jalan.
Kondisi ini dikeluhkan sopir karena waktu antre yang makin lama. Jika sebelumnya antrean hanya 1-2 jam, kini sopir mengaku harus menunggu 4 jam bahkan sampai menginap sehari untuk mendapatkan solar. Pandi, salah seorang sopir yang ditemui di SPBU PT Salindra Perkasa Jalan Lintas Timur Kota Pangkalankerinci mengaku antrean justru makin parah.
“Ya, sudah kurang lebih sebulan kayak begini terus. Kalau sebelumnya hanya sejam dua jam dapat (solar), sekarang dari pagi sampai malam pun belum dapat. Makin lama, bukan makin cepat,” keluhnya saat ditemui Riau Pos, Kamis (24/9).
Baca Juga: Wako Agung Tuntaskan Utang Rp470 M di Tengah Tekanan Fiskal, Ekonomi Tumbuh 7,39 Persen
Diungkapkannya, antrean di SPBU ini didominasi bus-bus besar karyawan dan truk besar. Akibatnya, kendaraan pribadi dan truk kecil semakin sulit mendapat giliran. Dampaknya bukan hanya soal waktu. Arus lalu lintas di sekitar SPBU juga menjadi tersendat, sehingga risiko kecelakaan meningkat, dan warga yang melintas juga mengeluh.
“Kalau kami tidak antre dari subuh, pasti tidak kebagian. Penghasilan jadi hilang seharian hanya untuk antre solar. Untuk itu, kami berharap pihak kepolisian dan Diskop UKM Perindag meningkatkan pengawasan. Khususnya terhadap dugaan adanya pelangsiran atau penyalahgunaan solar subsidi. Sehingga kondisi ini tidak memicu antrean panjang yang tidak sebanding dengan kuota,” paparnya.
Lebih parah dialami Amiruddin, sopir truk batu bara yang membawa muatan dari Sarolangun, Jambi menuju pabrik di Kota Dumai. Ia mengaku harus bermalam hingga sehari di SPBU PT Jawara Energi Semesta di Jalan Lintas Timur km 63 hanya untuk mendapatkan jatah 100 liter. “Sudah sehari ini saya di sini. Di mana-mana di SPBU antre semua, bukan cuma Pelalawan. Sepanjang Lintas Timur dari Jambi ke sini sama saja,” ujar Amiruddin.
Baca Juga: APBD Perubahan Kuansing 2026 Jadi Rp1,6 Triliun
Sementara itu, pihak SPBU mengaku tidak tahu pasti penyebab antrean. Iqbal, pengawas SPBU PT Salindra menyebutkan pasokan dari Pertamina masih normal sekitar 16 hingga 32 ton per hari. Pihaknya membatasi kuota biosolar bagi pengendara. Yakni maksimal 100 liter.
“Jadi, untuk menyiasati agar pengendara bisa mendapatkan solar, maka jatah maksimalnya kita tentukan sebanyak 100 liter,” tuturnya.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Koperindag Pelalawan, Hanafie menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pertamina untuk mencari penyebab antrean karena fenomena ini tidak hanya di Pelalawan tapi hampir merata di Riau.
Baca Juga: Target PAD di RAPBD-P Rohul 2026 Naik Jadi Rp283,2 M
Antrean kendaraan juga masih terjadi di Kuantan Singingi (Kuansing). Polres Kuansing bersama Polsek jajaran pun ikut melaksanakan patroli, pengaturan lalu lintas, serta pemantauan pendistribusian BBM di sejumlah SPBU.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan pendistribusian BBM berjalan sesuai ketentuan, mengantisipasi penyalahgunaan BBM bersubsidi, serta menjaga keamanan dan kelancaran arus lalu lintas di sekitar SPBU.
Personel Pamapta Polres Kuansing melaksanakan patroli di SPBU Kelurahan Sungai Jering. Petugas melakukan pemantauan pengisian BBM, pengaturan antrean kendaraan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat dan operator SPBU terkait ketentuan pengisian BBM.
Baca Juga: Promo Lelang Produk Samsung Rp500 Ribu di Toko Ponsel di Pekanbaru Ini
Petugas juga memberikan penekanan kepada pengelola SPBU agar tidak melakukan pengisian BBM bersubsidi menggunakan jeriken, tangki modifikasi maupun baby tank. Pengisian BBM juga harus mengikuti SOP, termasuk kesesuaian barcode, STNK, dan kendaraan.
Personel juga mengingatkan operator SPBU agar menjalankan pelayanan sesuai ketentuan, serta mengimbau masyarakat untuk mengikuti antrean dan tidak menggunakan bahu jalan.
“Personel kami melaksanakan pemantauan di sejumlah SPBU untuk memastikan pendistribusian BBM berjalan sesuai ketentuan. Selain itu, pengaturan lalu lintas dilakukan agar antrean kendaraan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya,” ujar Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana SH SIK MH.
Baca Juga: Sumur RECO#4 Berproduksi 1.528 BOPD, PHR Optimalkan Kembali Lapangan Idle
“Kami meminta kepada pengelola dan operator SPBU untuk tetap mengikuti ketentuan dalam setiap pelayanan. Pengisian BBM harus memperhatikan kesesuaian kendaraan dan dokumen, serta tidak melayani penggunaan wadah atau tangki yang tidak sesuai ketentuan,” tambahnya.
Pertamina Patra Niaga Perkuat Koordinasi
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Sales Area Retail Riau terus melakukan koordinasi bersama DPRD Riau dalam rangka mengoptimalkan penyaluran energi kepada masyarakat serta memastikan kebutuhan BBM di wilayah Riau dapat terpenuhi dengan baik.
Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyampaikan Pertamina mengapresiasi berbagai masukan dan perhatian yang disampaikan oleh seluruh elemen dalam pertemuan bersama DPRD Riau. Masukan tersebut menjadi bagian penting bagi Pertamina dalam melakukan evaluasi dan optimalisasi penyaluran BBM di lapangan.
Baca Juga: Telkomsel Luncurkan Halo Optima Kuota hingga 2.000 GB
“Pertamina mengapresiasi berbagai masukan yang disampaikan oleh seluruh elemen dalam pertemuan bersama DPRD Provinsi Riau. Hal ini menjadi perhatian kami untuk terus melakukan evaluasi terhadap penyaluran BBM dan memastikan kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Fahrougi.
Sebagai informasi, rata-rata realisasi penyaluran solar di Riau saat ini telah meningkat sekitar 28 persen dibandingkan dengan rata-rata penyaluran pada April 2026 yang merupakan periode dengan kondisi penyaluran normal. Peningkatan penyaluran tersebut merupakan bagian dari upaya Pertamina dalam mengakomodasi kebutuhan masyarakat serta menjaga kelancaran ketersediaan BBM di wilayah Riau.
Selain mengoptimalkan penyaluran, Pertamina juga terus melakukan evaluasi terhadap kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan SPBU untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Upaya tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan proses pelayanan dan meminimalkan antrean di SPBU.
Baca Juga: Iven Jadi Penggerak Ekosistem UMKM Pekanbaru
Pertamina juga mengapresiasi dukungan dan sinergi dari aparat penegak hukum, termasuk TNI dan Polri, yang telah membantu menjaga keamanan dan kondusivitas dalam proses penyaluran energi di Riau. Di sisi lain, Pertamina senantiasa menjaga koordinasi dan komunikasi bersama Pemerintah Provinsi Riau dalam rangka memastikan pemenuhan kebutuhan energi masyarakat dapat berjalan dengan baik.
“Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut berkomitmen untuk terus memantau kondisi penyaluran BBM di Riau melakukan evaluasi secara berkala, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder terkait guna memastikan pelayanan dan penyaluran energi kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal,” tuturnya.
Pemprov Dukung Pembentukan Satgas
DPRD Riau mengusulkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Solar guna mengusut dugaan penyalahgunaan dan kebocoran distribusi solar.Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau pun menyatakan dukungan penuh. Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi, menyebutkan usulan itu, sejalan dengan satgas yang sudah ada.
Baca Juga: Turun Tipis, Harga Kelapa Sawit Mitra Rp3.948/Kg
“Kita dukung. Dalam artian itu juga menjadi bagian dari satgas yang ada di dalam Satgas Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (OPAD). Karena solar merupakan bagian dari salah satu jenis BBM yang kita soroti dalam OPAD,” ujarnya.
Syahrial menambahkan, sebagai langkah awal, Pemprov Riau melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) telah meminta bantuan kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memperoleh data awal dari masing-masing pengelola BBM.(amn/dac/azr/sol)
Editor : Arif Oktafian