PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sebanyak 32 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Pertamina ambil bagian dalam Pertamina Small Medium Enterprise Expo (SMEXPO) Pekanbaru 2026.
Tak sekadar menjadi ajang memamerkan produk, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar, membangun jejaring usaha hingga membuka peluang kemitraan.
Opening Ceremony Pertamina SMEXPO Pekanbaru 2026 digelar di Mal Living World Pekanbaru, Jumat (25/9). Kegiatan yang berlangsung hingga Minggu (27/9) tersebut menghadirkan beragam rangkaian kegiatan, mulai dari competition, talkshow, workshop, special performance hingga Reels Challenge dengan berbagai hadiah menarik.
Baca Juga: Dugaan Ilog, Polres Rohil Tangkap Pemilik Panglong dan Satu Pekerja di Sinaboi
VP Community Involvement and Development PT Pertamina Patra Niaga Dian Hapsari Firasati mengatakan, Pertamina sebagai badan usaha milik negara (BUMN) tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam menyalurkan energi, tetapi juga turut menjalankan program sosial kemasyarakatan. Salah satunya melalui pembinaan dan pengembangan UMKM.
Ia menjelaskan, Pertamina SMEXPO telah berlangsung sejak 2020 dan menjadi salah satu wadah untuk mempertemukan UMKM binaan dengan pasar yang lebih luas. Tahun ini, kegiatan tersebut digelar di enam lokasi di Indonesia, salah satunya Kota Pekanbaru.
“Untuk yang di Pekanbaru ini ada sekitar 32 UMKM binaan yang ikut dalam ajang Pertamina SMEXPO,” kata Dian.
Baca Juga: Kado HUT ke-27 Pelalawan: Bupati Zukri Umumkan Tuntasnya Validasi 3.076 Calon Penerima Jargas Gratis
Menurutnya, puluhan UMKM tersebut berasal dari berbagai sektor usaha. Mulai dari makanan dan minuman (food and beverage), kerajinan atau craft, hingga fashion. Masing-masing membawa potensi, karakter serta keunggulan yang berangkat dari kearifan lokal daerah.
“Tentu saja ini merupakan komitmen kami dalam melakukan penguatan dan juga pembinaan kepada teman-teman UMKM binaan. Mereka mempunyai potensi, keunikan dan keunggulan masing-masing,” ujarnya.
Dian menambahkan, salah satu perhatian dalam program pembinaan tersebut adalah UMKM yang dimiliki penyandang disabilitas. Kelompok ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sehingga membutuhkan dukungan agar mampu memperluas pasar dan meningkatkan keberlanjutan usahanya.
Baca Juga: Polres Kuansing Tertibkan 20 Rakit PETI di Empat Lokasi, Seluruhnya Dimusnahkan
Pertamina Group, lanjutnya, memberikan sejumlah dukungan melalui pelatihan, kesempatan mengikuti pameran hingga business matching. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk sekaligus mempertemukannya dengan calon pembeli maupun mitra usaha.
“Tujuannya tentu untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi UMKM binaan dan memastikan keberlanjutan usaha mereka dengan menarik lebih banyak pembeli,” jelas Dian.
Sementara itu, Manager SMEPP PT Pertamina (Persero) Fety mengatakan, SMEXPO merupakan bagian dari ekosistem pembinaan UMKM yang dibangun secara berjenjang. Tahun ini, kegiatan tersebut digelar di enam lokasi di Indonesia, yakni Pekanbaru, Cirebon, Yogyakarta, Bekasi, satu lokasi yang masih dalam proses, serta Jakarta.
Baca Juga: PSPS Siap Tempur di Markas Sumsel United, Bidik Tiga Poin
“Pada dasarnya, ini adalah satu ekosistem pembinaan. Jadi kami berharap kami bisa membina dari yang regional, kemudian kita bisa ajak nantinya ke nasional,” katanya.
Menurut Fety, pembinaan tidak berhenti pada keikutsertaan UMKM dalam pameran di tingkat daerah. Pelaku usaha yang memiliki kesiapan dan potensi akan diarahkan untuk mendapatkan akses pasar yang lebih luas, termasuk menuju pasar internasional.
“Ujung-ujungnya tentunya harapannya bisa ke pasar global,” ujarnya.
Baca Juga: Daftar Nama 21 Pejabat Pemkab Rohil Dilantik, Bupati Ingatkan Tanggungjawab Tugas
Ia menyebutkan, akses menuju pasar global dapat dibuka melalui berbagai cara, salah satunya dengan mengikuti pameran. Pertamina juga membuka peluang bagi UMKM binaan untuk mengikuti pameran berskala internasional, baik yang diselenggarakan di Jakarta maupun di luar negeri.
Dari sisi Pemerintah Provinsi Riau, Asisten III Setdaprov Riau M Job Kurniawan memberikan apresiasi atas pelaksanaan Pertamina SMEXPO Pekanbaru 2026. Menurutnya, kehadiran kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi pelaku UMKM di Riau untuk bertemu langsung dengan pasar dan memperluas jaringan usaha.
“SMEXPO bukan hanya sebagai pameran produk, tapi lebih menganggapnya sebagai ruang bertemunya para pelaku UMKM dengan pasar, dengan pembiayaan, dengan teknologi dan jejaring usaha, serta peluang kemitraan yang lebih luas,” katanya.
Baca Juga: 488 Aparat Gabungan Siaga Amankan Pemilihan 33 Kepala Desa di Meranti
Ia menyampaikan, UMKM telah menjadi bagian penting dalam menggerakkan perekonomian Riau. Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Riau, jumlah pelaku UMKM di Riau telah mencapai sekitar 304.000 unit usaha yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pertanian, kuliner, industri kecil hingga ekonomi kreatif.
“Angka tersebut bukanlah sekadar statistik di atas kertas. Namun di balik itu terdapat jutaan aktivitas ekonomi dan keluarga yang hidup melalui UMKM ini,” tuturnya.
Menurut Job, keberadaan UMKM juga menjadi bagian dari upaya masyarakat, khususnya perempuan dan generasi muda, dalam membangun usaha, menciptakan masa depan sekaligus membuka lapangan pekerjaan.
Baca Juga: Tingkatkan Kontribusi Terhadap Daerah, Pemprov Evaluasi BUMD Secara Berkala
Ia menambahkan, sepanjang 2026 Pemprov Riau telah memfasilitasi kemitraan antara 147 UMKM dengan 30 pelaku usaha besar. Sementara melalui kerja sama dengan Pertamina Patra Niaga, tercatat nilai kesepakatan sekitar Rp875 juta yang disebut turut membuka 446 lapangan kerja baru.
“Mudah-mudahan hari ini dengan Pertamina Patra Niaga dengan nilai kesepakatan lebih kurang Rp875 juta dan tercatat membuka 446 lapangan usaha kerja baru. Kami berharap pola seperti ini akan terus berlanjut dan diperluas,” katanya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, BUMN, pelaku usaha besar dan UMKM dapat terus diperkuat. Dengan demikian, produk-produk UMKM yang ada di Riau tidak hanya mampu bertahan di pasar lokal, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Editor : M. Erizal