BANGKINANG (RIAUPOS.CO) - Potensi kelor sebagai pangan lokal tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan bergizi, tetapi juga dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Hal tersebut menjadi perhatian Dr Besti Verawati SGz MSi, Dosen Bidang Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, melalui program pengabdian kepada masyarakat (PkM) di Desa Salo Timur, Kabupaten Kampar.
Melalui program yang didanai hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tersebut, Dr Besti bersama tim memberdayakan Kelompok Usaha Kelor Mapan melalui pengembangan produk olahan berbasis kelor yang memiliki nilai gizi dan nilai ekonomi, sekaligus memperkuat strategi pemasaran berbasis digital.
Program tersebut mengusung tema ‘’Pemberdayaan Kelompok Usaha Tani Kelor melalui Pengembangan Produk Olahan Bernilai Gizi Tinggi dan Strategi Pemasaran Berbasis Digital di Desa Salo Timur.”
Baca Juga: Kolaborasi BRI dan Arkiv Vilmansa, BRIZZI ARKIV Tawarkan 5 Desain Eksklusif
Dr Besti mengatakan, pengembangan pangan lokal merupakan salah satu ruang penting bagi bidang gizi untuk berkontribusi secara langsung kepada masyarakat. Menurutnya, potensi bahan pangan lokal seperti kelor perlu dikembangkan tidak hanya dari sisi ketersediaan, tetapi juga dari aspek pengolahan, kualitas gizi, keamanan pangan, pengemasan, hingga pemasaran.
‘’Potensi kelor di masyarakat cukup besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dapat diolah menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah, baik dari sisi gizi maupun ekonomi. Karena itu, pendampingan kami tidak berhenti pada bagaimana produk dibuat, tetapi juga bagaimana produk tersebut memiliki kualitas, kemasan, informasi gizi, dan dapat dipasarkan secara lebih luas,’’ ujar Dr Besti.
Dalam pelaksanaannya, tim memberikan edukasi dan pelatihan kepada anggota Kelompok Usaha Kelor Mapan mengenai pengolahan kelor menjadi berbagai produk pangan. Sejumlah produk yang dikembangkan antara lain teh kelor, stik kelor, kerupuk kelor, dan cookies kelor.
Baca Juga: Menurut Studi, Rasio Utang Pengguna Kredivo Hanya 10-19 Persen
Pengembangan produk juga diarahkan pada aspek mutu dan keamanan pangan. Kelompok diberikan pendampingan mengenai pengemasan serta informasi produk, termasuk pencantuman informasi nilai gizi, tanggal produksi, dan tanggal kedaluwarsa.
Untuk memperkuat kapasitas produksi, tim PkM Universitas Pahlawan juga menyerahkan sejumlah peralatan pengolahan kepada Kelompok Usaha Kelor Mapan. Peralatan tersebut antara lain mesin pengering, mesin penepung, sealer kemasan, dan ayakan.
Bantuan peralatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses produksi serta membantu kelompok menghasilkan produk dengan kualitas yang lebih konsisten.
Baca Juga: QLola by BRI Bantu Perusahaan Kelola Payroll dalam Satu Sistem Terintegrasi
Tidak hanya pada aspek produksi, program juga memberikan perhatian terhadap pemasaran. Kelompok didampingi untuk mengembangkan strategi pemasaran secara konvensional maupun digital agar produk olahan kelor dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.
‘’Kalau produk sudah bagus tetapi pemasarannya terbatas, tentu pengembangan usaha juga menjadi kurang optimal. Karena itu, aspek pemasaran digital menjadi bagian penting dari program ini agar kelompok memiliki kemampuan untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya secara lebih luas,’’ jelasnya.
Program tersebut dilaksanakan oleh Dr Besti Verawati SGz MSi selaku ketua pelaksana bersama dua anggota tim, yaitu Nur Afrinis MSi dan Rizqon Jamil Farhas SE MSi.
Baca Juga: Mobilitas Tinggi, BRI Hadirkan Travel Reward Ekstra 27.000 GarudaMiles
‘’Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemendiktisaintek atas dukungan yang diberikan. Kami berharap program ini tidak hanya memberikan pengetahuan dan peralatan, tetapi juga dapat mendorong kelompok untuk terus mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan,’’ katanya.
Ia menambahkan, keterlibatan perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat merupakan bagian penting dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Keilmuan yang dikembangkan di kampus diharapkan dapat memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan potensi lokal.(ali/c)
Editor : Arif Oktafian