Harga Cabai Merah Capai Rp100 Ribu per Kg

Abu Kasim • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 11:52 WIB
Menjelang akhir pekan harga cabai merah keriting dan cabai rawit merah jenis setan meroket dan mencapai level tertinggi Rp100 ribu sampai Rp105 ribu per Kg di Pasar Terubuk Bengkalis, Kamis (1/10/2026). (ABU KASIM/RIAU POS)
Menjelang akhir pekan harga cabai merah keriting dan cabai rawit merah jenis setan meroket dan mencapai level tertinggi Rp100 ribu sampai Rp105 ribu per Kg di Pasar Terubuk Bengkalis, Kamis (1/10/2026). (ABU KASIM/RIAU POS)

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - MENJELANG akhir pekan, harga barang kebutuhan pokok di Pulau Bengkalis mengalami fluktuatif yang sangat signifikan, terutama jenis cabai, baik cabai keriting, rawit yang menyentuh harga Rp100 ribu per kilogramnya.

Seperti harga cabai me­rah keriting di Pasar Terubuk masih tergolong tinggi. Harga cabai merah keriting mencapai Rp95 ribu sampai Rp100 ribu per kilogram. Sedangkan cabai rawit setan mencapai Rp105 ribu per Kg dan disusul sayuran dan bawang.

‘’Harga mahal, stok terbatas. Sampai menjelang akhir pekan harganya terus me­lambung dan sekarang harganya Rp100 ribu per Kg. Kalau cabai rawit merah jenis cabai setan harganya malah mahal lagi mencapai Rp105 ribu per Kg,’’ ujar Yani, salah seorang pedagang Pasar Terubuk Bengkalis, Kamis (1/10).

Baca Juga: KAD TPID Riau-Sumut Fokus pada Komoditas Beras, Cabai dan Bawang

Di mana sebelumnya harga cabai merah keriting asal Bukittinggi Sumatera Barat (Sumbar) hanya ber­kisar Rp65 ribu-Rp70 ribu per kilogram, namun pada penjualan menjelang akhir pekan mengalami kenaikan harga hingga mencapai Rp100 ribu per Kg.

‘’Sudah lima hari ini cabai keriting asal Bukittinggi naik dan sekarang harganya mencapai Rp90-100 ribu per Kg. Bahkan cabai rawit merah setan mencapai Rp105 ribu per Kg,’’ ujar Yani.

Ia menyebutkan, stok cabai yang didapat dari penjualnya juga tak banyak. Kondisi ini dikarenakan musim penghujan di daerah Sumbar, sehingga panen cabainya berkurang.

Baca Juga: Dunia Usaha Khawatirkan RUU Baru 

‘’Makanya kita membeli dari pengepulnya sedikit. Kalau banyak-banyak tak tak terjual dan busuk, akhirnya kita rugi,’’ ujarnya.

Sedangkan, Kartika salah seorang pembeli juga mengeluhkan tingginya harga cabai merah keriting. Karena sebelumnya tak sampai Rp70 ribu per Kg, sekarang harganya malah meroket.

‘’Tak sanggup beli banyak. Makanya untuk konsumsi dalam dua hari saja dan besok kalau habis beli lagi,’’ ucapnya.

Sedangkan komoditas lain, seperti sayuran dan jenis bawang masih stabil. Seperti bawang merah harganya berkisar antara Rp30 sampai Rp45 ribu per Kg. Bawang putih Rp35 per Kg, kentang Rp16 ribu per Kg, tomat Rp18 ribu per Kg.

Baca Juga: Pasar Bergerak Hati-hati, Sentimen Dalam Negeri buat Rupiah Berpotensi Melemah 

Sedangkan Analis Perdagangan Ahli Pertama pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Bengkalis, Hindama Afada mengatakan, kenaikan harga cabai tersebut telah berlangsung hampir tiga pekan terakhir. Kondisi ini salah satunya dipengaruhi pasokan cabai dari daerah asal, Bukittinggi, yang saat ini belum memasuki musim panen.

‘’Sudah hampir tiga pekan harga cabai naik. Salah satu faktornya karena dari daerah asal, Bukittinggi, sekarang belum musim panen. Selain cabai merah keriting, harga cabai rawit merah juga masih cukup tinggi, yakni mencapai Rp90 ribu per kilogram. Sementara itu, cabai rawit hijau dijual sekitar Rp35 ribu per kilogram,’’ jelasnya.

Hindama menyebut, kondisi harga tersebut turut berdampak terhadap aktivitas jual beli di pasar. Masyarakat cenderung menyesuaikan jumlah pembelian dengan kebutuhan karena harga cabai masih tinggi.(hen)

Laporan ABU KASIM, Bengkalis

 

Editor : Arif Oktafian
cabai rawit Cabai Merah Keriting harga cabai