TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Inflasi Tembilahan pada September 2026 tercatat 3,05 persen secara tahunan. Angka tersebut disampaikan dalam pembahasan perkembangan inflasi dan Indeks Harga Konsumen (IHK) Tembilahan yang digelar di Aula Kantor Bappeda Inhil, Kamis (1/10).
Kenaikan harga tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 11,44 persen. Berdasarkan data BPS Kabupaten Indragiri Hilir, IHK Tembilahan September 2026 mencapai 114,46. Sedangkan pada September 2025, IHK tercatat 111,07.
Asisten II Setdakab Inhil Dwi Budiyanto mengatakan, perkembangan harga terus dipantau pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Baca Juga: EMP Gelar Ajang Diskusi Media dengan SKK Migas
‘’Pemantauan perkembangan harga ini penting untuk menjaga stabilitas harga di daerah,’’ ujarnya.
Kepala BPS Inhil Zulyadi mengatakan, perkembangan inflasi perlu dilihat berdasarkan kelompok pengeluaran dan komoditas yang mengalami perubahan harga.
‘’Perubahan harga yang terjadi dapat diketahui secara lebih jelas dari perkembangan setiap kelompok pengeluaran dan komoditas,’’ katanya.
Secara bulanan, inflasi September berada di angka 0,20 persen. Sementara secara kumulatif sejak awal tahun mencapai 1,79 persen.
Baca Juga: Harga Cabai Merah Capai Rp100 Ribu per Kg
Selain perawatan pribadi, kenaikan harga cukup tinggi terjadi pada kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 8,56 persen dan transportasi 2,58 persen.
Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 1,33 persen, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 1,13 persen, serta informasi, komunikasi dan jasa keuangan 1,03 persen.
Sementara kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi 0,93 persen, pakaian dan alas kaki 0,87 persen, kesehatan 0,52 persen, pendidikan 0,51 persen, serta rekreasi, olahraga dan budaya 0,02 persen.
Baca Juga: KAD TPID Riau-Sumut Fokus pada Komoditas Beras, Cabai dan Bawang
Sejumlah komoditas turut mendorong inflasi, di antaranya daging ayam ras, minyak goreng, nasi dengan lauk, sigaret kretek mesin, air kemasan, ikan kembung, beras, gula pasir, ikan serai, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, ikan patin dan ketimun.(ali/*2)
Editor : Arif Oktafian