Sambut DEN, PTPN IV PalmCo Komitmen Optimalisasi EBT Berkelanjutan

Tim Redaksi • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 10:07 WIB
Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso menerima cendera mata dari Dewan Energi Nasional Dr Ir Unggul Priyanto MSc, beberapa waktu lalu.Humas PTPN IV Regional III untuk riau pos
Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso menerima cendera mata dari Dewan Energi Nasional Dr Ir Unggul Priyanto MSc, beberapa waktu lalu.Humas PTPN IV Regional III untuk riau pos

 PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo berkomitmen optimalisasi pemanfaatan limbah industri kelapa sawit menjadi bauran energi baru dan terbarukan (EBT) kepada Dewan Energi Nasional (DEN), sebagai bagian dari dukungan perusahaan terhadap penguatan ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Inisiatif tersebut disampaikan dalam kunjungan tim Dewan Ener­gi Nasional (DEN) yang dipimpin  Dr Ir Unggul Priyanto MSc, Anggota Unsur Pemangku Kepenti­ngan Bidang Teknologi DEN ke PTPN IV Regional III di Pekanbaru, Riau.

Dalam penjelasannya, Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso menyatakan bahwa saat ini PTPN IV menjadi salah satu pionir dalam pemanfaatan produk samping dan limbah sawit, mulai dari pemanfaatan palm oil mill effluent (POME) menjadi biogas hingga potensi pengembangan tandan kosong sawit sebagai sumber energi alternatif.

Baca Juga: Enam PTBg PTPN IV Regional III Tekan Emisi 88.608 Ton CO2e per Tahun Hari Ozon Sedunia

Di wilayah operasional Riau saja, Regional III saat ini memiliki enam instalasi pemanfaatan biogas, yang terdiri atas dua Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) di PKS Tandun (TAN) dan Terantam (TER), serta empat instalasi biogas co-firing di PKS Sei Pagar (SPA), Lubuk Dalam (LDA), Sei Tapung (STA), dan Sei Rokan (SRO). 

”Kami berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan limbah yang kami hasilkan. Potensi­nya cukup besar dan kami terus berupaya agar limbah ini dapat memberikan nilai tambah,” kata Bambang.

Menurut dia, pengembangan EBT berbasis limbah sawit menjadi bagian penting dari upaya PalmCo membangun operasional perkebunan dan industri sawit yang semakin efisien serta berkelanjutan.

Dalam paparannya, Bambang menjelaskan bahwa PalmCo memetakan beragam potensi produk samping industri sawit. Cangkang dan serat sawit, misalnya, telah dimanfaatkan sebagai biomassa untuk operasional pabrik. 

Baca Juga: PTPN IV PalmCo Perluas Akses Pasar EksporKemendag Kembangkan InaExport Jadi Ekosistem B2B 

Sementara tandan kosong sawit atau tankos selain dapat dimanfaatkan sebagai mulsa, kompos dan bahan serat, juga memiliki peluang dikembangkan lebih lanjut menjadi bioetanol dan syngas, meski teknologi tersebut masih memerlukan pengujian keandalan.

Adapun POME atau limbah cair pabrik kelapa sawit memiliki potensi dikonversi menjadi biogas yang kemudian dapat dimanfaatkan melalui co-firing, PLTBg hingga dikembangkan menjadi compressed biomethane gas (CBG).

Di Regional III, POME diproses melalui teknologi penangkapan metana seperti covered lagoon maupun continuous stirred tank reactor (CSTR). Biogas yang dihasilkan selanjutnya dapat digunakan untuk menghasilkan listrik melalui gas engine ataupun dimanfaatkan sebagai bahan bakar pendamping pada proses pengolahan di pabrik kelapa sawit. 

Sementara itu, Unggul Priyanto mengatakan pengembangan energi berbasis sumber daya domestik menjadi semakin pen­ting seiring langkah pemerintah memperkuat kemandirian energi nasional.

Ia menjelaskan Presiden Prabowo Subianto telah menga­rahkan DEN mempersiapkan pengembangan E50, yakni perluasan penggunaan etanol sebagai campuran bensin.(ifr)

Editor : Bayu Saputra
eNERGI ABARU tERBARUKAN Limbah Sawit PTPN IV PalmCo dewan energi nasional