BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) - Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-27 Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) digelar di Gedung DPRD Rohil, Ahad (4/10). Momentum peringatan hari jadi kabupaten tersebut menjadi ajang refleksi perjalanan pembangunan, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pemerintah provinsi, dan seluruh elemen masyarakat.
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Rohil Ilhammi STrKeb dan dihadiri Bupati Rohil H Bistamam, Wakil Bupati Rohil Jhony Charles BBA MBA, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Syahrial Abdi, mantan Bupati Rohil Annas Maamun, dan Suyatno AMp, serta sejumlah pejabat dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ilhammi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir dalam peringatan hari jadi ke-27 Kabupaten Rohil tersebut. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum hari jadi sebagai penguat semangat kebersamaan dalam membangun daerah.
Baca Juga: Bridgestone Jadi Pemasok Ban Tunggal Formula E Mulai Musim 2026-2027
Menurutnya, keberadaan Kabupaten Rohil patut disyukuri dan harus diisi dengan kerja-kerja produktif demi mewujudkan masa depan yang lebih baik. Kepentingan masyarakat, katanya, harus senantiasa ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun golongan.
Ia menegaskan, berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi daerah saat ini memerlukan sinergi dan tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah, DPRD, serta seluruh pemangku kepentingan perlu memperkuat koordinasi agar program pembangunan tetap berjalan dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
“Salah satu tantangan yang menjadi perhatian DPRD adalah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat yang berdampak pada berkurangnya transfer ke daerah (TKD). Kondisi tersebut turut memengaruhi kapasitas fiskal daerah dalam membiayai berbagai program pembangunan,” katanya.
Baca Juga: Batiqa Hotel Hadirkan Program Latte Art Gratis
Penurunan transfer ke daerah, ditambah keterbatasan penerimaan dari sumber daya alam dan pendapatan asli daerah (PAD), membuat ruang gerak pemerintah daerah semakin terbatas. Dampaknya, pemerintah harus melakukan penyesuaian prioritas belanja, termasuk dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.
Ilhammi mengingatkan, kebijakan efisiensi anggaran tidak hanya menghadirkan tantangan dalam pengelolaan keuangan daerah, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Di antaranya, penurunan daya beli, tertundanya sejumlah proyek infrastruktur, serta berkurangnya omzet pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) apabila belanja pemerintah tidak mampu memberikan efek penggerak ekonomi secara optimal.
Baca Juga: Mitsubishi Destinator, SUV Keluarga yang Mengutamakan Performa dan Keselamatan
“Kami mendorong Pemkab Rohil agar semakin cermat, efektif, dan selektif dalam menggunakan anggaran. Belanja daerah harus diarahkan pada program-program yang produktif, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Selain mengoptimalkan kemampuan fiskal daerah, Ilhammi juga menilai dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sangat diperlukan untuk mempercepat pembangunan di Rohil, terutama pada sektor-sektor yang belum dapat ditangani secara maksimal melalui APBD kabupaten.
Ia turut mengimbau seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar proaktif menjemput peluang program pembangunan yang bersumber dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Dengan demikian, keterbatasan anggaran daerah tidak menjadi penghalang bagi upaya meningkatkan kualitas infrastruktur dan pelayanan kepada masyarakat.
Baca Juga: Sambut DEN, PTPN IV PalmCo Komitmen Optimalisasi EBT Berkelanjutan
Sementara itu, Bupati Rohil H Bistamam apresiasi kepada masyarakat atas komitmen dan kerja sama dalam mendukung pembangunan. Bistamam juga menyampaikan penghargaan kepada jajaran pimpinan daerah dan seluruh pihak yang selama ini telah menjalin kerja sama dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Perbedaan pandangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut hendaknya tidak menghilangkan semangat kebersamaan dalam mencapai tujuan yang sama, yakni memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekdaprov Riau Syahrial Abdi menyampaikan bahwa Kabupaten Rohil memiliki posisi strategis dalam menopang perekonomian Provinsi Riau, terutama melalui potensi sumber daya alam yang dimiliki.
Baca Juga: QJMotor Resmi Mengaspal di Riau, Tawarkan Motor Teknologi Tinggi Harga Terjangkau
Ia menyebutkan, berdasarkan data tahun 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Rohil berada pada angka 7,07 poin Sementara tingkat kemiskinan berada pada kisaran 7 persen atau sekitar 55 ribu jiwa.
“Data tersebut, tidak semata-mata untuk membandingkan capaian satu daerah dengan daerah lainnya. Lebih dari itu, data tersebut perlu menjadi dasar untuk mengidentifikasi persoalan dan menentukan bidang pembangunan yang membutuhkan perhatian bersama,” katanya.
Syahrial menekankan pentingnya memperkuat perekonomian daerah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, membenahi infrastruktur, serta memperluas upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Dari SUV hingga Mobil Keluarga, Daihatsu Hadirkan Kendaraan untuk Beragam Kebutuhan
Di tengah keterbatasan fiskal, pembangunan perlu dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kewenangan masing-masing pemerintahan, kemampuan anggaran, serta tingkat kebutuhan masyarakat.
Ia mencontohkan adanya dukungan pembangunan infrastruktur melalui pemanfaatan Dana Bagi Hasil (DBH) perkebunan kelapa sawit, termasuk rencana pembangunan ruas jalan di kawasan Mahato dan Mangala sepanjang sekitar 8,9 kilometer dengan anggaran kurang lebih Rp97 miliar.
Dalam pemaparannya, ia juga menyinggung rencana penganggaran lanjutan pada 2027. Rincian teknis dan skema pendanaannya perlu mengacu pada dokumen resmi program terkait.
Baca Juga: Novotel Pekanbaru Kembali Raih Sertifikat Green Key, Tegaskan Komitmen Hospitality Berkelanjutan
Selain infrastruktur jalan, Pemprov Riau turut mendorong revitalisasi fasilitas pendidikan, khususnya sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Dukungan terhadap program Sekolah Rakyat juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Ia berharap pemerintah kabupaten dapat terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat agar program-program strategis yang dibutuhkan masyarakat Rohil dapat direalisasikan secara bertahap.
Sebelumnya peringatan Hari Jadi ke-27 Rohil ditandai dengan pelaksanaan apel di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohil yang dipusatkan di depan Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Rohil, Bagansiapiapi, Ahad (4/10).
Baca Juga: Dukung UMKM Perluas Pasar ke Ritel Modern, Alfamidi Gelar Kurasi dan Sosialisasi di Pekanbaru
Bistamam dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para tokoh pendiri dan pejuang pembentukan Kabupaten Rohil. Menurutnya, keberadaan Rohil hingga saat ini tidak terlepas dari perjuangan, pengorbanan, serta kerja keras para tokoh terdahulu.
“Peringatan hari jadi ke-27 ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Ini merupakan momentum penting bagi kita semua untuk melakukan evaluasi terhadap apa yang telah dicapai, tantangan yang masih dihadapi, serta inovasi yang harus dilakukan ke depan,” kata Bistamam.
Ia menegaskan, pembangunan daerah membutuhkan kerja sama dan keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dunia usaha, serta masyarakat luas.
Baca Juga: BRK Syariah Cabang Jakarta Bukukan Pembiayaan Capai Rp240 Miliar
Bistamam mengajak seluruh elemen untuk mengesampingkan ego sektoral, memperkuat semangat gotong royong, dan menyatukan langkah demi mewujudkan Kabupaten Rohil yang semakin maju dan sejahtera.
Lebih lanjut, Bistamam menegaskan bahwa Pemkab Rohil terus berkomitmen mempercepat pembangunan di berbagai sektor, mulai dari peningkatan kualitas infrastruktur jalan, penguatan ketahanan pangan melalui operasi pasar murah, peningkatan mutu pelayanan kesehatan, hingga pengembangan kualitas pendidikan.
Menurutnya, seluruh program tersebut diarahkan untuk mewujudkan masyarakat Rohil yang sejahtera, berdaya saing, dan religius. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh program yang disusun pemerintah, melainkan juga oleh kualitas pelaksanaan dan dukungan seluruh pemangku kepentingan.
Baca Juga: Inflasi Tembilahan Bulan September 3,05 Persen
“Karena itu, secara khusus diingatkan kepada seluruh aparatur di lingkungan Pemkab Rohil agar bekerja lebih cepat, tanggap, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat,” katanya.(fad)
Editor : Arif Oktafian