PTPN IV PalmCo: Kepercayaan Kunci Kemitraan Sawit Berkelanjutan

Tim Redaksi • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 11:42 WIB
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa foto bersama petani kelapa sawit, beberapa waktu lalu. (Humas PTPN IV Regional III untuk riau pos)
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa foto bersama petani kelapa sawit, beberapa waktu lalu. (Humas PTPN IV Regional III untuk riau pos)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - PTPN IV PalmCo menegaskan bahwa kepercayaan menjadi fondasi utama dalam membangun kemitraan perkebunan sawit antara perusahaan dan petani yang produktif dan berkelanjutan.

Hal itu ditegaskan manajemen PTPN IV pada saat kunjungan studi banding petani, pengurus koperasi, pemerintah desa, serta perwakilan dinas perkebunan dari Kalimantan Barat ke PTPN IV Regional III di Riau.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa, Ahad (4/10) mengatakan hubungan antara perusahaan dan petani pada dasarnya dibangun untuk tumbuh dan berkembang bersama. ”Kalaupun mau maju, kalaupun mau sejahtera, petaninya juga harus ikut. Tidak mungkin PTPN bisa sejahtera kalau petani yang menjadi mitranya tidak sejahtera,” kata Jatmiko. 

Baca Juga: RJIC Muamalah Festival Dorong Ekonomi Umat Terus Bergerak

Sejak awal berdiri, PTPN IV PalmCo menempatkan petani sawit sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan perusahaan. Langkah itu sendiri tak lepas dari upaya PalmCo dalam mendongkrak produktivitas petani, memangkas ketimpangan produksi, meningkatkan kesejahteraan petani, serta sejalan dengan mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan energi nasional. 

Untuk mencapai tujuan tersebut, entitas terus mengakselerasi peremajaan sawit rakyat (PSR). Sepanjang periode 2024-2025, program PSR yang dikebut PalmCo tercatat mencapai 36.681 Ha. Sementara hingga 2029 mendatang, program PSR ditargetkan menyentuh 32 ribu keluarga petani sawit Indonesia dengan penambahan total luas mencapai 64.000 Ha. 

Jatmiko menegaskan, akselerasi PSR tersebut kini telah dirasakan para petani kala produktivitas mereka melonjak hingga mencapai 23,9 ton/Ha untuk usia tana­man menghasilkan 3 tahun, jauh di atas standar nasional sebesar 19 ton/Ha. 

Baca Juga: Promo Octo Bliss, Nginap di Grand Elite Jadi Lebih Murah

”Alhamdulillah, hari ini petani binaan kita bisa bangga menjadi bagian dari PTPN IV PalmCo. Tidak hanya karena mendapat produksi tinggi, namun juga menda­pat jaminan harga yang kompetitif di setiap daerah,” ujarnya. 

Hal tersebut yang kini menjadikan kemitraan petani kian kuat dengan transaparansi dan komitmen menjadi pegangan hingga menumbuhkan kepercayaan untuk berkembang dan mencapai kesejahte­raan mulai dirasakan. “Saya berulang kali menegaskan kepada teman-teman, PTPN IV memberikan jaminan produksi dengan pilar yang kita tawarkan,” ujarnya. 

Salah satu wilayah yang berhasil mengakselerasi dan menerapkan kemitraan dengan mengusung empat pilar, mulai dari penerapan single management, penyediaan bibit sawit unggul bersertifikat, pelatihan off taker, hingga penguatan kelembagaan di PTPN IV PalmCo adalah Regional III Riau.

Baca Juga: Penjualan Daihatsu Tumbuh 10 Persen Kuartal III 

Untuk itu, PTPN IV PalmCo pun mengundang para petani, perwakilan peme­rintah kabupaten hingga desa untuk mempelajari kemitraan positif yang dibentuk PalmCO di Bumi Lancang Kuning. 

Jatmiko menjelaskan bahwa kemitraan petani di Riau telah berlangsung selama empat dekade terakhir. Ia mengakui perjalanan kemitraan dengan ribuan petani di Riau memiliki kompleksitas tersendiri. Namun, ketika manajemen berlangsung dengan baik, karakter tersebut justru menjadi salah satu kekuatan Regional III.

Hubungan itu juga tidak selalu berjalan tanpa tantangan. Jatmiko yang pernah memimpin PTPN V, sebelum menjadi PTPN IV Regional III saat ini mengakui dalam perjalanan panjang kemitraan sejak dekade 1980-an hingga memasuki generasi petani berikutnya, perusahaan dan petani pernah mengalami pasang surut. 

Baca Juga: IKPI Pengda Sumbagteng Gelar Seminar Perpajakan Strategi Mitigasi Risiko Pajak

Perbedaan pemahaman, komunikasi yang belum optimal hingga perubahan lanskap industri sawit menjadi bagian dari dinamika yang harus dilalui bersama. Dari pengalaman tersebut, kata dia, perusahaan kemudian memilih kembali pada khittah awalnya, tumbuh dan berkembang bersama petani.(ifr)

 

Editor : Arif Oktafian
PTPN IV PalmCo perkebunan kelapa sawit sawit