PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Beberapa waktu terakhir masyarakat Pekanbaru mengeluhkan sulitnya mendapatkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog. Stok di beberapa warung dan kios habis dan kosong.
Menanggapi hal itu, Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Riau-Kepulauan Riau Dani Satrio mengatakan bahwa memang sempat terjadi kendala dalam penyaluran beras SPHP. Hal itu seiring dengan penyesuaian sistem pendistribusian dan pengelolaan stok di gudang Bulog.
"Penyaluran SPHP saat ini telah kembali dilaksanakan, sehingga saat ini penyaluran beras SPHP di wilayah Riau dan Kepri telah kembali berjalan normal," ujarnya, Selasa (6/10/2026).
Baca Juga: Skuad PSPS Dapat Bonus Rp100 Juta dari Wako
Ia mengatakan kendala terjadi sejak akhir September dan sudah pulih kembali sejak awal Oktober. Meski begitu, Perum BULOG Kanwil Riau dan Kepri akan terus mengejar dan mempercepat penyaluran SPHP ke pasar serta titik-titik penyaluran, guna memastikan ketersediaan beras SPHP tetap terjaga dan dapat diakses masyarakat.
Pihaknya menjelaskan bahwa saat ini mitra-mitra Rumah Pangan Kita (RPK) sudah mulai melakukan transaksi. "Namun bertahap dikarenakan antrean yang panjang. Kami akan kejar terus mba untuk mempercepat proses penyaluran," lanjutnya.
Untuk saat ini, Bulog menggandeng sekitar 100 RPK yang tersebar di berbagai titik di Pekanbaru, dalam menyalurkan beras SPHP. Rata-rata per bulan penyaluran mencapai 2 ton beras.
Baca Juga: Kebakaran Lahap Dua Rumah Bulatan, Empat Rumah Petak dan Kedai Papan di Rumbai
Adapun stok beras nasional saat ini mencapai 4,8 juta ton. Stok beras ini disebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.(azr)
Editor : M. Erizal