Harga Cabai Naik Drastis Jadi Rp100 Ribu Lebih per Kg

Prapti Dwi Lestari • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 12:23 WIB
LAYANI PEMBELI: Pedagang cabai melayani pembeli cabai di Pasar Agus Salim, Pekanbaru, Senin (5/10/2026). Harga cabai di Pekanbaru sudah mencapai Rp105 ribu per kilogram. (EVAN GUNANZAR/RIAU POS)
LAYANI PEMBELI: Pedagang cabai melayani pembeli cabai di Pasar Agus Salim, Pekanbaru, Senin (5/10/2026). Harga cabai di Pekanbaru sudah mencapai Rp105 ribu per kilogram. (EVAN GUNANZAR/RIAU POS)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Harga cabai merah di sejumlah pasar tradisional di Kota Pekanbaru kembali mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan hari sebelumnya.

Sebelumnya, harga cabai merah asal Bukittingi berkisar Rp70.000 hingga Rp80 00 per kilogram. Kemarin, Senin (5/10),sudah menembus angka sekitar Rp100.000 hingga Rp105.000 per kilogram. Kenaikan harga ini disebut akibat berkurangnya pasokan dan gagal panen di daerah pemasok.

Kenaikan cukup tinggi malah terjadi pada cabai merah asal Jawa dan Medan. Dari sebelumnya  hanya Rp35.000 per kilogram, kini menjadi Rp80.000 hingga Rp90.000 per kilogram 

Seorang pedagang cabai di Pasar Agus Salim Yolanda mengatakan, harga cabai merah sudah lama mengalami kenaikan secara bertahap selama beberapa pekan terakhir. Namun lonjakan harga baru terasa menguras kantong masyarakat di awal pekan ini. 

Baca Juga: BEI Terapkan Short Selling dan IDSS Oktober 2026

Di mana pasokan cabai merah dari Jawa dan Medan yang mulai mengalami penurunan membuat harganya melonjak menjadi Rp90.000 per kilogram. Sedangkan, cabai merah asal Bukittinggi dijual Rp100.000 hingga Rp105.000 per kilogram tergantung kualitas. 

”Naiknya itu bertahap, rata-rata setiap hari naik Rp5.000 per kilogram. Jadi mau tidak mau kami ikut menyesuaikan harga modal dan jual. Kalau tidak nombok kami,” katanya.

Selain pasokan yang menurun akibat dampak kemarau, tingginya permintaan masyarakat menjelang akhir tahun ikut memicu lonjakan harga. Akibatnya banyak pembeli yang mulai mengurangi jumlah belanja mereka agar dapat menyesuaikan dengan uang belanja.

”Biasanya orang beli sete­ngah kilogram, sekarang ba­nyak yang cuma seperempat. Katanya nunggu harga turun,” katanya.

Baca Juga: Turun Tipis, Harga Kelapa Sawit Mitra Pekan Ini Jadi Rp3.796 per Kg

Seorang pembeli, Fatimah mengaku harga cabai yang kembali meroket pekan ini sangat memberatkan dirinya dan juga masyarakat lainnya. Apalagi keadaan perekonomian yang belum membaik membuatnya harus memutar otak agar kebutuhan rumah tangga dapat terpenuhi.

Ia pun akhirnya harus mengurangi jumlah pembeli cabai agar bisa dapat membeli bahan pangan lainnya. ”Berasa tercekik. Pekan kemarin masih Rp70.000 sekilonya, sekarang beli seperempat saja dulu, mudah-mudahan harga cepat normal lagi,” ucapnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru, Mahyuddin, cabai merah masih menjadi salah satu komoditas yang memberikan tekanan terbesar terhadap inflasi Pekanbaru pada September. 

Inflasi Kota Pekanbaru pada September 2026 tercatat 2,62 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy). Meski mengalami tekanan dari kenaikan sejumlah harga pangan, angka tersebut masih berada di bawah tingkat inflasi Provinsi Riau dan nasional. inflasi bulanan atau month-to-month (mtm) pada September tercatat sebesar 0,63 persen. Inflasi tahunan Pekanbaru 2,62 persen dan bulanannya 0,63 persen.

Baca Juga: Sempat Terjadi Kendala, Kini Penyaluran Beras SPHP di Pekanbaru Kembali Normal

Capaian inflasi Pekanbaru masih lebih rendah dibandingkan Provinsi Riau maupun nasional. Inflasi Riau pada September tercatat 2,79 persen secara tahunan dan 0,64 persen secara bulanan. Sementara inflasi nasional berada di level 3,28 persen secara tahunan.

Kenaikan harga cabai me­rah,dipengaruhi terbatasnya pasokan akibat penurunan produksi di daerah sentra pertanian.

Pihaknya bahkan telah mela­kukan peninjauan langsung ke salah satu sentra produksi cabai di Sumatera Utara untuk melihat kondisi pasokan dari tingkat petani. Kondisi tersebut berdampak pada pasokan cabai yang masuk ke Pekanbaru sehingga harga di tingkat pedagang ikut meningkat.

Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kini terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga pangan, khususnya komoditas yang berpotensi mendorong inflasi.

Baca Juga: Siapkan Rp31 Triliun untuk Stimulus Kuartal IV

Monitoring dilakukan secara berkala untuk mengetahui kondisi pasokan dan harga di pasaran. Pemko juga menyiapkan sejumlah langkah guna menjaga agar kenaikan harga cabai tidak berlanjut dan memicu tekanan inflasi yang lebih besar.

”Pengendalian harga pangan tetap menjadi perhatian pemerintah daerah karena komoditas tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari,” tuturnya.(ayi)

Editor : Arif Oktafian
Harga Cabai Pekanbaru cabai merah harga pangan