PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Kegiatan Gebyar Lelang Serentak BRI 2026 digelar bersamaan di 74 lokasi BRI di seluruh Indonesia. Tak terkecuali di BRI Regional Office Pekanbaru.
Kick Off Gebyar Lelang Serentak BRI 2026 di Pekanbaru berlangsung semarak di Menara BRI Pekanbaru, Selasa (6/10)2026). Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Region 2 Pekanbaru, Dian Kesuma Wardhana mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas instansi dalam mendorong pelaksanaan lelang yang transparan dan akuntabel.
Hal itu sesuai dengan tema yang diusung, yakni "Reigniting Recovery Momentum" sebagai bagian dari upaya memperkuat pemulihan dan aktivitas ekonomi melalui optimalisasi aset.
Baca Juga: DBH Migas Turun, FKPMR Sebut Dapat Mempersulit Ruang Fiskal Daerah
"Langkah ini dilakukan untuk memperkuat ekosistem lelang sekaligus memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang membutuhkan aset properti," ujarnya yang membuka secara resmi kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa program Gebyar Lelang Serentak Nusantara BRI 2026 ini berlangsung selama dua bulan, terhitung sejak 1 Oktober hingga 30 November 2026. Dalam periode tersebut, BRI menghadirkan 5000 aset yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia yang terdiri dari rumah, tanah, ruko dan gudang.
Adapun aset lelang pilihan tersebut bisa dimiliki dengan BRI KPR Solusi dengan suku bunga mulai dari 3,17 persen eff.p.a fixed 1 tahun. "Wujudkan kepemilikan aset dengan BRI KPR Solusi. Semoga program ini dapat menjadi bagian dari upaya BRI menghadirkan solusi kepemilikan aset yang transparan, aman, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat Pekanbaru," lanjutnya.
Baca Juga: Pasokan Terbatas, Pemko Pekanbaru Usulkan Subsidi Angkut Cabai ke Bapanas
Disampaikannya program tersebut merupakan bentuk sinergi BRI bersama Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan dan Kementerian ATR/BPN. "Kami sangat mengapresiasi DJKN Riau, BPN Riau dan seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan acara ini," lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Wilayah DJKN Riau, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau, Jose Arif Lukito, serta Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Riau, Nurus Sholichin dan tamu undangan lainnya turut hadir.
Jose mengatakan, Kanwil DJKN Riau, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau beserta seluruh KPKNL menyatakan kesiapannya untuk terus menjadi mitra strategis BRI. "Kerja sama ini ditujukan untuk meningkatkan kinerja lelang agar memberikan manfaat nyata bagi institusi, masyarakat, dan negara," ungkapnya.
Baca Juga: Dukung Ekosistem Halal di Riau, UIR Bersiap Jadi Lembaga Pemeriksa Halal
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyelesaikan setiap hambatan yang ada. Ia juga menekankan pentingnya membuat proses lelang semakin meningkat, makin baik serta mempercepat berbagai peluang peningkatan kinerja.
Jose menyampaikan pesan agar fondasi koordinasi antar-instansi dapat terus diperkuat. Masalah yang berkaitan dengan dokumen, pertanahan, persyaratan lelang, maupun proses pascalelang diharapkan selesai lewat komunikasi yang cepat dan terbuka agar persoalan administratif tidak berkepanjangan.
Selain itu, orientasi pelaksanaan lelang diharapkan berubah dari sekadar lelang terlaksana menjadi lelang berhasil. Keberhasilan tidak lagi hanya diukur dari jumlah permohonan, melainkan dari seberapa banyak aset yang benar-benar terjual melalui kesiapan objek, penetapan nilai limit, hingga strategi pemasaran dan pemetaan calon pembeli.
Baca Juga: Jembatan Sarang Elang Kecil yang Menghubungkan Desa Selunak-Pesajian, Inhu Roboh
Sinergi ini juga diarahkan untuk membangun ekosistem lelang yang semakin dipercaya oleh masyarakat. Melalui kesiapan objek dari BRI, layanan profesional dari DJKN, serta kepastian pertanahan dari BPN, kinerja lelang diharapkan semakin optimal dan memberikan kepastian hukum yang kuat.
Editor : Rinaldi