Harga Cabai di Bengkalis Tembus Rp120 Ribu per Kg

Abu Kasim • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 09:49 WIB
Harga cabai merah keriting di Pasar Terubuk Bengkalis terus naik hingga mencapai Rp120 ribu per kg yang menyusul tingginya cabai rawit Rp130 per kg, Rabu (7/10/2026). (Foto Abukasim)
Harga cabai merah keriting di Pasar Terubuk Bengkalis terus naik hingga mencapai Rp120 ribu per kg yang menyusul tingginya cabai rawit Rp130 per kg, Rabu (7/10/2026). (Foto Abukasim)

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Menjelang akhir tahun, sejumlah komoditas bahan pokok di pulau Bengkalis terus mengalami peningkatan harga yang sangat signifikan. Bahkan yang paling mencolok adalah harga cabai merah kriting asal Bukittinggi, Sumatera Barat mencapai Rp120 ribu per kilogram (Kg) pada Rabu (7/10).

Padahal sehari sebelumnya, harga cabai merah ke­riting dari daerah penghasil seperti Bukittinggi dan Medan masih berkisar antara Rp85 ribu sampai Rp100 ribu per kg. 

Yani, seorang pedagang di Pasar Terubuk Bengkalis mengatakan, kenaikan terjadi pada cabai merah keriting, yang selama ini dipasok dari sejumlah daerah penghasil. Kondisi tersebut membuat pedagang harus mencari pasokan dari daerah lain dengan harga yang relatif lebih rendah.

Baca Juga: BRK Syariah Terima Kunjungan Kerja Pansus II DPRD Kabupaten Kotabaru

“Sekarang cabai dari Bukittinggi sekitar Rp120 ribu per kg, sedangkan dari Medan Rp100 ribu. Karena harga­nya masih tinggi, saya sudah seminggu ini tidak mengambil dari kedua daerah tersebut,” ujarnya, Rabu (7/10).

Ia mengaku, memilih mendatangkan cabai dari Palembang dengan harga sekitar Rp90 ribu per kg. Meski lebih murah, harga tersebut masih tergolong tinggi di­bandingkan harga normal.

“Ya, untuk sementara kita mengambil cabai dari Palembang. Harganya sekitar Rp80 ribu per kg, masih lebih rendah dibandingkan cabai dari Bukittinggi dan Medan. Karena kita ingin menjaga pelanggan agar tetap berbelanja ke lapak kita,” ucapnya.

Baca Juga: BSP–Pertagas Jajaki Skema Gas Lebih Kompetitif, Perkuat Keandalan Pasokan dan Efisiensi Operasional

Kenaikan juga terjadi pada cabai rawit, baik yang berasal dari petani lokal maupun pasokan dari luar Bengkalis. Harganya kini berada di kisa­ran Rp80 ribu per kilogram.

Sedangkan Erwin pedagang lain juga menyebutkan, tingginya harga cabai mulai berdampak terhadap daya beli masyarakat. Konsumen yang biasanya membeli setengah kilogram hingga satu kilogram kini cenderung mengurangi jumlah pembelian.

“Kalau biasanya masyarakat membeli satu kilogram atau setengah kilogram, sekarang banyak yang membeli lebih sedikit karena harganya masih tinggi,” ujarnya.

Baca Juga: Cocok untuk Pelajar dan Mahasiswa, Axioo Lengkapi Perlindungan Laptop hingga 3 Tahun

Sementara itu, harga sejumlah kebutuhan pokok lainnya seperti bawang me­rah, bawang putih, tomat, sayur-mayur dan komoditas lainnya relatif masih stabil. Jika terdapat kenaikan, masih dalam batas kewajaran, yakni sekitar Rp2 ribu per kilogram.

"Yang lain masih stabil. Hanya jenis cabai saja yang masih tinggi," ujarnya.

Bahkan keluhan yang sangat dirasakan dampaknya adalah konsumen. Para pembeli harus berhemat dalam mengeluarkan uangnya untuk berbelanja di pasar, karena jika salah satu komoditas yang difokuskan untuk membeli, maka tak memenuhi kebutuhan dapur mereka.

"Karena harganya pada naik, maka kita harus bijak membeli. Kalau biasanya dalam jumlah banyak, maka sekarang harus membeli dalam jumlah sedikit," ujar Kartika, salah seorang pengunjung Pasar Terubuk.

Baca Juga: Jilbab Jumputan “Pesona Kampar” Produk Binaan PLN UIP Sumbagteng Diluncurkan

Ia mengeluhkan tingginya harga cabai merah kri­ting asal Sumbar. Padahal hidangan makanan tanpa ada campuran cabai, maka hidangannya terasa hambar.

"Kami mengharapkan kondisi ini segera membaik dan kembali normal harganya," ucapnya.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bengkalis, Muhamad Samsi Nirwansyah, membenarkan adanya kenaikan harga sejumlah komoditas cabai.

Ia mengatakan, kenaikan paling tinggi terjadi pada cabai merah keriting dan cabai rawit, terutama yang berasal dari daerah penghasil seperti Bukittinggi dan Medan.

Baca Juga: Petani Sawit Kalimantan Pelajari Praktik Budidaya Berkelanjutan di Riau

"Ya, saat ini ada kenaikan harga, terutama cabai merah keriting dan cabai rawit dari daerah penghasil seperti Bukittinggi dan Medan,” jelas Samsi.

Menurutnya, keterbatasan pasokan salah satunya dipengaruhi kondisi produksi di daerah pengha­sil yang mengalami gagal panen. Kondisi cuaca dan faktor lainnya diduga turut memengaruhi produksi cabai.

“Di daerah penghasil saat ini memang sedang mengalami gagal panen. Kemungkinan disebabkan faktor cuaca dan hal lainnya, sehingga stok cabai yang masuk ke Bengkalis menjadi terbatas,” jelasnya.

Baca Juga: Perkuat Ekonomi Melalui Optimalisasi Aset

Untuk cabai lokal ujar Samsu, saat ini memang sudah tersedia, tetapi produksinya belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat dan jumlahnya masih terbatas.

“Cabai lokal memang ada, tetapi belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Sifatnya masih sementara karena jumlahnya juga terbatas,” ungkapnya.

Meski harga cabai meningkat, Samsi memastikan ketersediaan kebutuhan pokok lainnya seperti sayur-mayur, telur ayam dan sejumlah komoditas pangan masih aman.

Baca Juga: Harga Cabai Merah Tembus Rp125.000 per Kg

Ia berharap, kondisi pasokan cabai dari daerah penghasil segera kembali normal, sehingga harga di tingkat pedagang dan masyarakat dapat kembali terjangkau.

“Kita berharap kondisi ini segera normal kembali, sehingga masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang sesuai,” ujarnya.(ksm)

 

Editor : Arif Oktafian
cabai rawit Cabai Merah Keriting harga cabai bengkalis