PTPN I Ajak Talenta Muda Ikuti Program Magang

Tim Redaksi • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 11:21 WIB
ABDUL RIVAI. (JPG)
ABDUL RIVAI. (JPG)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pembelajaran di Kampus dengan dunia kerja yang kerap tidak berbanding lurus mendapat perhatian dari PT Perkebunan Nusantara I (Persero). Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor perkebunan ini membuka peluang lulusan perguruan tinggi menerapkan ilmu dari bangku kuliah untuk  praktek lapangan dengan program magang. 

Direktur PTPN I Abdul Rivai mengatakan inisitif yang dilakukan sebagai entitas milik negara dengan  penyiapan tenaga kerja terampil yang dibutuhkan dunia usaha.

“Sebenarnya banyak lapangan kerja, tetapi kadang sulit mencari tenaga kerja terampil yang siap dengan kondisi dunia kerja nyata. Butuh link and match antara kampus dan dunia kerja. Oleh karena itu, kami membuka kesempatan kepada talenta muda untuk magang dan atau memanfaatkan resources yang kami miliki untuk mem-bridging dua kutub itu,” kata Rivai.

Baca Juga: Realisasi Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor di Riau Rp1,121 T

Abdul Rivai menggelar potensi yang ada di PTPN I dan bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa tingkat akhir dan atau lulusan baru. Antara lain, lahan yang luas, bidang riset yang beragam, teknologi agro dan machinery, dan lainnya. Konsepnya, berupa program magang sebagai laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa. Langkah ini diarahkan untuk mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata industri, sekaligus menyiapkan talenta yang mampu menjawab tantangan bisnis berkelanjutan.

Menurutnya, Abdul Rivai Ras, transformasi industri menuju praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memahami persoalan di lapangan. 

“Bagaimana membuka ruang kerja sama, khususnya dalam mendorong terbangunnya kampus hijau, yang kemudian pada saatnya mahasiswa yang sudah selesai kuliah bisa mengembangkan aspek industri hijau. Karena itu berangkatnya dari kampus,” kata Abdul Rivai. 

Baca Juga: Naik Kelas Lewat Budaya, PNM Gelar PKU Akbar untuk Pelaku UMKM Riau

PTPN I memiliki sumber daya dan lingkungan opera­sional yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar bagi mahasiswa. Lahan perusahaan, misalnya, dapat menjadi lokasi penelitian, pengembangan teknologi maupun pengujian inovasi yang relevan dengan kebutuhan perkebunan.

“Kami membuka ruang. Lahan-lahan kami yang tidur itu bisa dibuat produktif, bisa ditanami, bisa bekerja sama,” kata dia.

Selain lahan, PTPN I membuka peluang kolaborasi dalam pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan perkebunan. Mahasiswa diberi kesempatan untuk mengenal proses bisnis secara langsung, mengidentifikasi persoalan di lapangan, sekaligus menguji pengetahuan akademik melalui pengalaman kerja yang nyata.

Baca Juga: Epson Hadirkan SureColor V4000, Lebih Banyak Peluang Kreasi Cetak UV Flatbed

Abdul Rivai menilai kebutuhan talenta industri hijau tidak terbatas pada bidang teknik. Karakteristik bisnis perkebunan membuat aspek lingkungan dan sosial tidak dapat dipisahkan dari pencapaian kinerja perusahaan. Karena itu, talenta masa depan perlu memiliki kemampuan teknis sekaligus pemahaman mengenai keberlanjutan, efisiensi sumber daya, perubahan iklim, serta hubungan perusahaan dengan masyarakat.

Gagasan tersebut mendapat respons positif dari Rektor USB YPKP Bandung, Prof. Diana Sari. Ia mengatakan pengembangan Green Campus yang dilakukan perguruan tinggi akan semakin kuat apabila terhubung dengan dunia industri.

Menurut Diana, konsep Green Campus tidak semata-mata berbicara mengenai pembangunan fasilitas ramah lingkungan. Yang lebih penting adalah membentuk pola pikir dan kebiasaan seluruh warga kampus dalam menggunakan energi dan sumber daya secara efisien.(lim)

Laporan JPG, Jakarta

Editor : Arif Oktafian
PTPN I bumn program magang