BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - HARGA komoditas cabai masih meroket di pasar tradisional Pulau Bengkalis. Memasuki pekan kedua Oktober, harga cabai merah ini turun sedikit dibanding pekan lalu menjadi Rp115 ribu per Kg.
Dari pantauan di lapangan, seperti di Pasar Terubuk Bengkalis, harga cabai merah keriting asal Bukittinggi dijual dari harga Rp110 sampai Rp115 ribu per Kg. Cabai merah keriting asal Medan juga tak jauh berbeda dari harga pekan sebelumnya yakni Rp85-95 ribu per Kg.
Sedangkan cabai rawit hijau Rp80 ribu per Kg, cabai rawit merah yang sering disebut cabai setan malah tembus diharga Rp130 ribu per Kg. Sedangkan harga barang-barang lain masih stabil, seperti bawang merah asal Jawa Rp35 ribu per Kg, bawang putih Rp35 per Kg, dan kentang Rp18 ribu per Kg.
Baca Juga: Gandeng Maybank, Arista Expo 2026 Hadirkan Promo Bebas Cicilan selama 6 Bulan hingga Bunga 0 Persen
‘’Belum juga turun harga cabainya. Malah makin menyala harganya,’’ ucap Santi, salah satu pembeli di Pasar Terubuk Bengkalis, Senin (12/10).
Ia mengaku terkejut dengan harga cabai merah asal Sumbar. Karena harganya sampai saat ini tak kunjung turun dan jenis cabainya pun tidak segar dan kecil-kecil.
Terhadap kenaikan harga cabai yang masih tinggi, Ani salah seorang pedagang juga mengaku pusing dengan tingginya harga tersebut. Namun karena menjaga pelanggan maka tetap menjual cabai asal Sumbar.
Baca Juga: “Do It Your Way”, Cara Baru Nikmati Staycation Sesuai Pilihanmu di Fox Hotel Pekanbaru
‘’Sekadar ada dan stoknya juga tak banyak. Biar pelanggan tak lari, karena biasanya mereka tetap menanyakan cabai asal Sumbar meski harganya mahal,’’ ujarnya.
Ani mengaku, tingginya harga jual disebabkan pasokan dari daerah asal itu berkurang dan mungkin karena faktor cuaca dan belum panen cabai secara merata. Makanya harga cabai merah keriting makin menyala.
Sementara itu, Kepala Disdagprin Bengkalis Zulpan juga mengakui pasokan cabai asal Sumbar memang mengalami kendala. Apalagi saat ini sedang musim hujan dan mungkin produksinya terbatas dan pengiriman ke daerah Bengkalis ikut terbatas.
Baca Juga: Manajemen PKS Tapung Salurkan Zakat ke Masyarakat Desa Tandun dan Sungai Kuning
‘’Kami mengharapkan para pemasok tidak mengurangi pasokan cabai asal Sumbar. Karena masyarakat pencinta cabai masih membutuhkan bahan pokok yang tak bisa ditinggalkan untuk dikonsumsi,’’ jelasnya.(hen)
Laporan ABU KASIM, Bengkalis
Editor : Arif Oktafian