BI Riau Boyong UMKM Kuliner hingga Fashion ke ISEF 2026

Siti Azura • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:13 WIB
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Panji Achmad saat berkunjung ke booth UMKM fashion Riau di ISEF 2026.(Istimewa)
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Panji Achmad saat berkunjung ke booth UMKM fashion Riau di ISEF 2026.(Istimewa)

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Riau memboyong 9 UMKM binaan dan mitra unggulan, 2 pondok pesantren binaan serta perwakilan Komite Daerah Ekonomi Keuangan Syariah (KDEKS) Riau pada event Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).

Hal ini mempertegas komitmen dan dukungan BI Riau dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah dengan memperluas akses pasar di tingkat nasional maupun internasional.

Produk unggulan Riau yang ditampilkan di ISEF 2026 mencakup aneka keripik, olahan nanas, pisang goreng kipas, bumbu masakan, hingga fesyen muslim berbasis wastra khas daerah. Pada sektor modest fashion, dua desainer dan perajin lokal Riau yaitu Thiffa Qaisty dan ANFIHA turut berpartisipasi dalam pameran dan peragaan busana bertajuk Indonesia International Moslem Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) guna mempromosikan kain tenun khas Riau yang dikreasikan dalam busana muslim terkini dan sukses mendapatkan apresiasi dari para audiens yang hadir.

 Baca Juga: Maresca Redakan Kekhawatiran Cedera Haaland setelah Bintang Man City Itu Pincang  Keluar Lapangan

Dalam kesempatan dimaksud, delegasi KPw BI Riau bersama KDEKS dan perwakilan pondok pesantren juga berkesempatan mengikuti berbagai forum yang membahas strategi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, diantaranya Forum Penguatan Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah dan Forum Bisnis Pesantren Indonesia.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Panji Achmad, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam ISEF tersebut merupakan bagian dari langkah nyata memperkuat ekosistem ekonomi keuangan syariah dan rantai nilai halal (halal value chain) di Provinsi Riau serta meningkatkan daya saing UMKM maupun kemandirian ekonomi pesantren di Riau.

"Penguatan ekonomi dan keuangan syariah di Riau terus diperkuat melalui penguatan ekosistem industri halal, pemberdayaan kemandirian ekonomi pesantren, hingga optimalisasi keuangan sosial syariah secara inklusif melalui sinergi dengan berbagai pihak di Riau mulai dari KDEKS, perbankan maupun pihak terkait lainnya," ungkapnya.

 Baca Juga: Putra SMAN 1 Siak dan Putri SMAN 1 Telukkuantan Juara AZA 3x3

Sepanjang tahun 2026, KPw BI Provinsi Riau mencatatkan berbagai capaian strategis dalam membangun ekosistem syariah daerah melalui berbagai program yaitu akselerasi industri dan sertifikasi halal. KPw BI Riau bersama BPJPH, pemerintah daerah, dan akademisi telah memfasilitasi 200 sertifikat halal skema self declare dan 20 sertifikat juru sembelih halal.

Kemudian, kemandirian ekonomi pesantren. BI Riau telah melakukan pendampingan terhadap sejumlah pondok pesantren di Riau melalui program pengembangan komoditas pangan, produk unggulan pondok pesantren, serta literasi ekonomi dan keuangan syariah bagi para santri dan tenaga pendidik pesantren.

Dalam rangka memperluas pengetahuan dan inklusi ekonomi keuangan syariah di Riau, KPw BI Provinsi Riau juga telah menyelanggarakan event Riau Sharia Week 2026 pada Mei 2026 yang diisi dengan berbagai kegiatan yaitu fasilitasi sertifikasi halal, kampanye pembiayaan syariah serta expo produk UMKM syariah Riau.

Provinsi Riau juga sukses meraih 6 kategori penghargaan dalam ajang Anugerah Adinata Syariah 2026 yang diselenggarakan yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) di Jakarta pada Senin, 6 Juli 2026 yaitu peringkat 1: kategori Nilai Ekspor Halal, peringkat 2, kategori Inklusi Keuangan Syariah di Lingkungan Pemerintah Daerah, peringkat 4: kategori Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah, peringkat 4: kategori Zakat, Infak, dan Sedekah (ZISWAF), peringkat 5: kategori Inkubasi Bisnis Usaha Syariah dan peringkat 5: kategori Wakaf.

 Baca Juga: Kenali Perbedaan Wasir dan Fistula Ani, RS Awal Bros Jelaskan Metode Penanganan Terbarunya

Ke depan, KPw BI Provinsi Riau berkomitmen memperkuat sinergi dengan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memajukan ekonomi syariah yang inklusif dan berdaya saing di Riau.

ISEF merupakan ajang ekonomi dan keuangan syariah terbesar di Indonesia yang mempertemukan pelaku usaha, akademisi, regulator, investor, serta masyarakat untuk mendorong pengembangan ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui berbagai kegiatan seperti pameran, business matching, forum internasional, kompetisi, dan edukasi publik, ISEF 2026 menjadi wadah kolaborasi untuk memperkuat industri halal, keuangan syariah, serta pemberdayaan UMKM dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.(azr)

 

Editor : Edwar Yaman
ISEF 2026 UMKM kuliner bank indonesia bi riau