Menanggapi harga beras premium di Pekanbaru yang mengalami kenaikan dalam dua pekan terakhir, Bulog mengambil langkah intervensi. Bulog bekerja sama dengan kios-kios sembako di Pekanbaru dalam mendistribusikan beras medium yang dinilai dapat menjadi alternatif beras murah berkualitas bagi masyarakat.
Laporan SITI AZURA, Pekanbaru
Dikatakan oleh Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Riau dan Kepri Basirun, sejak beras premium mengalami kenaikan sekitar Rp1.000 hingga Rp1.500 per kilogramnya, Bulog langsung mengambil langkah tersebut.
"Sebelumnya kami bekerja sama dengan distributor, Rumah Pangan Kita (RPK) dengan menghadirkan beras Bulog kemasan 50 kg. Sekarang kita hadirkan kemasan 5 kg supaya memberikan alternatif kepada masyarakat untuk membeli beras yang harganya terjangkau,"ujarnya, Selasa (27/9).
Kerja sama tersebut sudah terjalin dengan sekitar 30an kios yang tersebar di berbagai pasar yang ada di Pekanbaru. "Di semua pasar ada. Di Pasar Pusat ada 5-6 kios. Pasar Cik Puan, Pasar Lima Puluh, Pasar Arengka, Pasar Rumbai juga ada. Totalnya hari ini sudah ada sekitar 30an kios yang sudah kerja sama,"paparnya.
Dari segi harga, beras asal Lampung ini lebih murah sekitar Rp1.500 per kilogram dibanding beras lain dengan kualitas sejenis di pasaran. Adapun harga eceran tetapnya Rp9.950 per kilogramnya. "Ini untuk kualitas medium dan ini kami jamin kualitasnya sudah standar. Taste-nya juga tak kalah dari beras lainnya. Kalau ingin lebih pera, bisa di-mixing juga dengan beras premium,"lanjutnya di sela kunjungan ke salah satu kios penjual beras medium, di Pasar Pusat Pekanbaru.
Dengan harga jual tersebut, nyatanya beras ini mendapat sambutan baik dari masyarakat. Hal itu diakui oleh salah satu pedagang eceran yang menjual beras medium di Pasar Pusat, Jalan Agus Salim Kota Pekanbaru, Ben Zani. Sebagai pedagang, mengaku merasa diuntungkan dengan kehadiran beras ini. "Untuk penjualan beras Bulog sekarang lagi ada peningkatan. Karena beras lokal harganya lebih tinggi,"ujar pemilik Kios Roni ini.
Ia mengaku tak mengalami kesulitan dalam memasarkan beras ini. Terlebih di depan kios terpampang spanduk informasi terkait keberasaan Beras Medium di kios sembako miliknya. Bahkan, perhari ia bisa menjual 50 kg beras medium. "Karena beras yang kain harganya naik, jadi kita tawarkan juga beras Bulog ini kepada pembeli. Sekarang sudah ada langganan. Ada juga yang beli campur. Karena beras ini menurut pembeli kansungan gulanya lebih rendah. Jadi banyak orang udah umur, konsumsi ini,"paparnya.
Hal senada dikatakan oleh pedagang beras eceran di Pasar Lima Puluh, Marino (56) tahun. Bahkan, saat dikunjungi, hanya tersisa 3 karung beras medium berat 5 kilogram saja di dalam kiosnya. "Sebelumnya ambil 20. Sekarang tinggal 3,"terangnya sambil melayani pembeli.
Perhari ia juga bisa menjual 20 -50 kg beras medium. Sebagai pedagang beras medium pertama di Pasar Lima Puluh ini mengaku melayani pembelian perkilo bahkan persetengah kilo karena kondisi ekonomi masyarakat saat ini. "’Laris manis. Masyarakat tahu sendiri tentang beras ini,"ujarnya yang sudah berjualan beras medium sejak 3 bulan terakhir.
Menanggapi permintaan Beras Medium yang cukup tinggi tersebut, Bulog mengaku sudah mempersiapkan stok beras medium. "Kami sudah mempersiapkan stok beras di Bulog Riau ini total sudah ada 5.300 ton. Yang dalam perjalanan ada 5.800 ton. Itu bulan Oktober masuk semua. Jadi kurang lebih 11 ribu ton kami punya stok," terang Basirun.
Bahkan, untuk persiapan tahun depan, pihaknya juga sudah meminta tambahan stok beras. "Tahun depan, yakni di bulan Januari dan Februari kan belum panen tuh, kami sudah minta tambahan stok 12 ribu ton,"lanjutnya.
Pihaknya berharap, hadirnya beras medium di kios-kios eceran yang mudah dijangkau masyarakat ini dapat membantu dan menjadi pilihan alternatif beras murah di tengah naiknya harga beras permium.
"Untuk membiasakan mungkin waktu. Inilah langkah kami dalam menjaga ketersediaan pasokan dan menjaga stabilitas harga,"jelasnya.***
Editor : Administrator