Pameran Kaligrafi Kontemporer digelar di lantai 2 Anjungan Kampar, Kompleks Bandar Seni Raja Ali Haji (Serai) Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Keindahan perpaduan antara seni lukis dan kaligrafi bisa dinikmati pencinta seni kaligrafi di Riau hingga dua pekan ke depan.
Laporan JOKO SUSILO, Pekanbaru
Yelmi Nanda Resfi, lelaki ramah ini yang pertama kali Riau Pos jumpai di pintu masuk utama Anjungan Kampar, siang itu. Dia merupakan pengurus Galeri Hang Nadim. Ruangan di lantai 2 Anjungan Kampar, Kompleks Bandar Seni Raja Ali Haji tersebut yang dinamakan Galeri Hang Nadim. Pameran lukisan kaligrafi kerap digelar di sini.
Buku pengunjung dan pena ditempatkan rapi di atas meja, disamping pintu masuk galeri. Setiap pengunjung yang datang dipersilakan untuk menuliskan namanya. Boleh nama lengkap sesuai KTP, maupun nama panggilan seninya bagi mereka seorang seniman.
“Pameran kaligrafi sudah dibuka sejak 26 Februari. Rencananya sampai 18 Maret mendatang. Itu pun jika tak ada perpanjangan lagi,” ungkap Yelmi yang ikut mendampingi Riau Pos menikmati lukisan di dalam galeri.
Dia juga menjelaskan beberapa lukisan yang dipajang, seperti kaligrafi bergaya surealisme, lukisan imajinasi, dan juga seni lukisan kaligrafi kontemporer yang digandrungi seni lukis tingkat dunia.
“Tak perlu jauh-jauh untuk bisa menikmati kaligrafi kontemporer, bisa mengunjungi pameran ini di anjungan Kampar. Semua lukisan yang dipajang hasil karya para seni lukis lokal di Riau yang punya seni setingkat nasional, bahkan dunia,” tambahnya.
Sesaat kemudian, Riau Pos memasuki ruangan galeri. Suasana terasa sangat nyaman. Ruangan cukup dingin karena dilengkapi dengan pendingin ruangan. Ruangan ini juga sangat terang karena puluhan lampu dipasang.
Saat pertama kali memasuki ruangan galeri itu, para pengunjung akan menatap indahnya lukisan yang dipajang tersebut. Lukisan-lukisan di susun rapi berjarak di dinding. Selain bisa menikmati kaligrafi kontemporer itu, pengunjung juga bisa mengetahui hasil karya setiap lukisan.
Di samping lukisan yang dipajang di dinding itu, tertempel barcode yang menjelaskan profil pelukisnya. Barcorde itu juga menjelaskan ayat apa yang dilukis di kampas tersebut. Misalnya Kaligrafi Ayat Seribu Sinar dan lainnya. “Jadi ada macam-macam ya. Lukisan juga ada yang di atas kertas muqahhar concorde ukuran 45 cmx40 cm. Kertasnya bisa tahan sampai 10 tahun,” tambahnya.
Siang itu pengunjung galeri sedikit sepi sehingga Riau Pos bisa lebih leluasa melihat lukisan kaligrafi yang di pajang di dinding. “Kalau akhir pekan pengunjung bisa lebih ramai lagi,” sebutnya.
Lukisan yang cukup menarik perhatian para pengunjung yaitu, lukisan kaligrafi kontemporer yang dilukis dengan pertikal. Dilukis tulisan arab namun dilihat sekilas seperti tulisan Cina. Lukisan itu adalah, tulisan Hadza Min Fadhli Rabbi yang merupakan ungkapan Nabi Sulaiman As yang dalam bahasa Arab yang artinya Ini Termasuk Karunia dari Tuhanku. Ungkapan ini terdapat dalam Al-Qur’an Surat An Naml Ayat 40.
“Ini merupakan lukisan kaligrafi karya dari Nuraini. Dia dari Siak,” jelas Yelmi yang masih mendampingi Riau Pos di ruangan galeri itu.
Selain itu, masih banyak lukisan kaligrafi lainnya yang dipamerkan. Total lukisan kaligrafi yang dipamerkan pada pameran bertema “WAW” tersebut mencapai 22 karya dari 15 seniman kaligrafi.
“Tahun 2022 lalu sudah ada sekitar enam kali pameran digelar. Tahun 2023, ini yang perdana. Pengunjungnya, selain dari seniman juga biasanya anak-anak muda. Tahun 2022 lalu, total pengunjung mencapai 4.000 lebih,” ungkapnya.(das)
Editor : Administrator