Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kerja Keras Memperjuangkan Net Zero Emission untuk Merawat Bumi

Hary B Koriun • Kamis, 29 Februari 2024 | 12:32 WIB

 

Ketua Kadin Indonesia Arsjad Rasjid (kanan) bersama Managing Director RGE Group Anderson Tanoto, saat meninjau solar panel di kompleks operasional APRIL Group di Pangkalankerinci, Selasa (31/1/2024).
Ketua Kadin Indonesia Arsjad Rasjid (kanan) bersama Managing Director RGE Group Anderson Tanoto, saat meninjau solar panel di kompleks operasional APRIL Group di Pangkalankerinci, Selasa (31/1/2024).

Kondisi Bumi kini tidak sedang baik-baik saja. Kerusakan lingkungan akibat emisi karbon terus terjadi dan membesar. Perlu upaya penyelamatan, bisa dimulai dari diri kita, juga dalam skala yang lebih besar. APRIL Group telah berkomitmen untuk hal itu.

Laporan HARY B KORIUN, Pekanbaru

DENGAN sepeda motornya, lelaki itu memasuki pekarangan Hotel Unigraha, sebuah hotel setara bintang tiga, yang berada di Kompleks Pabrik PT Riau Pulp and Paper (RAPP), Pangkalankerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, Selasa (16/1/2024) lalu. Kawasan itu biasa disebut Riau Kompleks oleh para penghuninya. Selain para karyawan dan pekerja lokal Riau maupun dari daerah lain di Indonesia, para ekspatriat yang bekerja di perusahaan ini --juga di PT Asia Pasific Rayon (APR)— juga tinggal di kawasan ini. Termasuk di hotel tersebut.

Siang menjelang sore itu, dengan memakai pakaian serbahitam, dari jaket hingga celana dan sepatu, Ato Supriadi --lelaki yang naik motor Honda jenis Beat berwarna putih lis biru tersebut--  datang ke pelataran hotel untuk memperlihat motor miliknya yang sudah dikonversi. Sebelumnya, motor tersebut memakai bahan bakar minyak (BBM), namun kemudian dikonversi menjadi motor listrik. Konversi tersebut adalah program kolaborasi  RAPP dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Di RAPP, Ato adalah pionir. Orang pertama yang percaya dan yakin, kemudian menyerahkan motornya untuk dikonversi pada Jumat, 25 November 2023, lalu. Di luar Jawa, RAPP juga menjadi perusahaan pionir konversi kendaraan BBM ke listrik ini.

Dengan penuh senyum dan kesabaran, lelaki kelahiran Cilacap, Jawa Tengah, 48 tahun lalu itu, menjawab dan menjelaskan banyak pertanyaan dari puluhan wartawan yang penasaran dengan motor listrik hasil konversi ini. Dia berkisah, ketika mendengar RAPP akan membuat program konversi motor BBM ke motor listrik, dia sudah meniatkan untuk ikut. Ternyata, dia justru menjadi karyawan RAPP pertama yang bersedia ikut program tersebut ketika banyak orang masih ragu-ragu. Itulah alasan mengapa kemudian Ato dijadikan brand ambassador motor listrik di Riau Kompleks. Lelaki tamatan D-3 Politektik Muhammadiyah Solo ini juga diangkat menjadi Ketua Komunitas Sepeda Motor Listrik Riau Kompleks.

Yang ada dalam pikiran ayah empat anak ini ketika ingin mengonversi motornya antara lain, motor listrik tidak membutuhkan BBM. Artinya, dia tak akan mengeluarkan biaya untuk pembelian BBM yang bisa mencapat Rp20 ribu setiap harinya. Knalpot juga tidak panas dan rusak dipakai sampai kapan pun. Kemudian, motor listrik tidak harus diservis secara berkala seperti motor BBM, termasuk harus ganti oli setiap bulannya. Yang lainnya, motor yang dikonversi STNK motor diubah menjadi motor listrik dengan pajak nol. Ada subsidi sementara ini dari pemerintah untuk pajak.

“Dan alasan idealisnya, dengan motor listrik ini, saya ikut terlibat dalam program mengurangi emisi karbon dan membangun ekosistem masyarakat green energy yang ramah lingkungan menuju Net Zero Emission (NZE). Sebuah gerakan yang bisa dimulai dari diri kita masing-masing untuk merawat bumi,” kata suami dari Siti Masfuah itu.

Ato orang yang optimis. Dia yakin program konversi motor dari bahan fosil ke listrik ini akan berhasil dan menarik banyak orang. Syaratnya, pemerintah harus memberi bantuan. Harus ada political will berupa suntikan dana karena biaya konversi yang cukup mahal. Mencapai Rp15 jutaan. Bagi masyarakat kecil, jumlah itu sangat besar. Dia dan teman-temannya beruntung karena konversi ini dibantu sepenuhnya oleh perusahaan. Jika tidak, dia masih akan berpikir juga mengeluarkan biaya semahal itu, sementara nilai jual motor bekas miliknya tidak sampai sebesar itu.

Lelaki yang bekerja di bagian maintenance/instrumen mesin di RAPP ini juga yakin program kendaraan listrik yang sudah dicanangkan oleh pemerintah akan berhasil di masa datang. Syaratnya adalah meyakinkan masyarakat bahwa dengan tenaga listrik, selain ramah lingkungan, juga akan mengurangi pengeluaran yang besar ketika membeli kendaraan listrik tersebut seperti biaya beli BBM, servis, ganti oli, dan sebagainya.

Ato yang telah 13 tahun menjadi karyawan RAPP sejak pindah dari PT Lontar Papyrus Pulp and Paper di Tanjung Jabung Barat (Jambi) hingga kini terus  aktif mengajak karyawan lainnya untuk ikut mengonversi motor masing-masing menjadi motor listrik. Bersama teman-temannya yang sudah mengonversi motornya, mereka mendirikan komunitas motor listrik di Riau Kompleks. Dalam komunitas tersebut mereka sharing pengalaman, pikiran, masukan, juga hal lain yang terkait dengan motor listrik. Mengajak pemilik kendaraan lain untuk mengonversi ke listrik, adalah salah satu tujuan penting. Caranya dengan memberi contoh yang sudah ada dan membangun kesadaran mereka tentang pentingnya konversi tersebut.

“Awalnya banyak yang masih ragu, tetapi setelah ikut program ini, rata-rata teman-teman bersyukur dan mengatakan mengapa tak ikut dari awal ikut,” kata Ato sambil tersenyum.

***

Baca Juga: Fokus Pembangunan Infrastruktur dan Cegah Tengkes

BEBERAPA jam sebelumnya, di hari yang sama, bertempat di lantai dua salah satu ruang pertemuan Hotel Unigraha, HRGA Manager RAPP Voukhe C Kalangi menjelaskan tentang bagaimana APRIL Group (termasuk RAPP dan APR di dalamnya) yang merupakan unit kerja dari Royal Golden Eagle (RGE) Group, dalam mendukung net zero emission di Indonesia.

Ikut hadir dalam pertemuan itu  Direktur RAPP Mulia Nauli, Deputy Head of Corporate Communications RAPP Disra Alldrick, Solar Panel Manager Tigor Sardison, Sustainability Ops Fiber Manager Addriyanus Tantra, dan Project Leader Konversi Sepeda Motor Listrik di RAPP Steven Anderson. Ato Supriadi juga hadir dalam kegiatan tersebut. Dia memberikan testimoni sebagai salah satu pionir yang ikut menggerakkan para karyawan untuk beralih ke motor listrik.

Voukhe menjawab sejumlah pertanyaan yang sering disampaikan terkait konversi motor listrik, antara lain soal keamanan motor setelah dikonversi dan ketersediaan suku cadang. Dijelaskannya, motor listrik tersebut sudah sangat aman karena mesinnya pakai protection pada sistemnya. Sistem tersebut akan memutus arus secara otomatis, misalnya bila ada kebakaran atau overheat.

Hingga kini, memang baru ada satu stasiun baterai untuk pengecasan, yaitu di food court lama Riau Kompleks. Ke depan ditargetkan akan ada lima stasiun swap baterai. Akan segera ditambah sesuai kecepatan konversi motor listrik di Riau Kompleks yang ditargetkan mencapai 200 motor. Untuk mencapai target itu, Voukhe  meyakinkan bahwa ada garansi untuk yang mengikuti konversi motor listrik. Sedangkan ketersediaan suku cadang, nantinya akan ada tersedia di vendor-vendor lokal.

Selain menjadi pionir konversi motor BBM ke listrik, RAPP juga  menjadi perusahaan swasta pertama di Sumatra yang menggunakan bus listrik sebagai transportasi dan mobilisasi karyawan. Dalam kurun 2021-2023, RAPP telah mengoperasikan sebanyak 10 unit bus listrik. Kemudian di awal tahun 2024, kembali mendatangkan delapan bus listrik.

Berbeda dari 10 unit yang telah ada sebelumnya, delapan unit bus listrik terbaru ini merupakan produksi BYD yang bekerja sama dengan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) selaku distributor di Indonesia. Total ada 18 unit bus listrik pendukung operasional perusahaan. Ini menunjukkan komitmen dalam upaya mewujudkan bisnis berkelanjutan ini.

“Awalnya kami tawarkan kepada vendor lokal yang selama ini bekerja sama dengan kami untuk pengadaan bus listrik ini, tetapi mereka belum memiliki kemampuan untuk itu. Mereka tetap akan kami libatkan dalam bidang yang lain,” ujar Voukhe.

Sama dengan konversi motor listrik, penggunaan bus listrik membantu memperlambat kenaikan pemanasan global dan menghilangkan keluaran limbah bahan berbahaya dan beracun berupa oli bekas, selain dapat menghemat biaya pengisian BBM.

"Penggunaan bus listrik ini merupakan satu dari sekian banyak upaya kami dalam memenuhi komitmen untuk mengurangi emisi karbon dalam proses operasional kami, sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan APRIL2030, yang diluncurkan pada tahun 2020 lalu," ungkap Chief Operating Officer (COO) PT RAPP Eduward Ginting, saat peluncuran resmi bus listrik tersebut, Kamis (26/1/2024) serperti ditulis di laman RAPP.

APRIL2030 adalah visi untuk memenuhi tantangan pada dekade mendatang, terangkum dalam empat komitmen dengan 18 target ambisius, yakni  Climate Positive (Iklim Positif), Thriving Landscape (Lanskap yang Berkembang), Inclusive Progress (Kemajuan Inklusif), dan Sustainable Growth (Pertumbuhan yang Berkelanjutan).

Civil Construction Department RAPP, Findo Eka Sada Sitepu, menjelaskan, sebelum ada bus listrik ini dia membawa kendaraan pribadi. Baginya, mobil listrik sudah jadi hal yang biasa. Dia sudah sering dengar, pernah lihat, beberapa mungkin sudah pernah naik. Namun, bus listrik masih jadi hal baru. Sekarang, sejak ada bus listrik tersebut, dia jadi naik bus terus. Tidak hanya nyaman, pergi kerja pun jadi tepat waktu. Selain itu dia juga jadi dapat teman-teman baru dari departemen lain karena berinteraksi di dalam bus tersebut.

“Bus listrik ini membuat saya semangat mengajak rekan-rekan yang lain untuk turut andil dalam aksi peduli lingkungan di kompleks RAPP ini,” kata Findo.

Direktur RAPP, Mulia Nauli, menjelaskan tentang visi APRIL2030 dengan membangun dan menanamkan kepada karyawan dan masyarakat tentang iklim positif menuju kehidupan yang berkelanjutan (sustainable living), sesuai dengan Sustainable Development Gold (SDG). Ini juga dilakukan sebagai bagian dari komitmen yang mencakup seluruh kegiatan perusahaan mendukung pengurangan emisi karbon, ramah lingkungan, green industry  and clean product dengan melakukan penanaman pohon semaksimal mungkin.

"RAPP mendukung upaya pemerintah dalam penurunan emisi gas rumah kaca lewat beberapa terobosan untuk mencapai target komitmen APRIL 2030, salah satunya pilar iklim positif," ungkap Mulia Nauli.

Apa yang dilakukan RAPP dengan konversi ke motor listrik dan pengoperasian bus listrik, diapresiasi oleh Direktur Konservasi Energi Kementerian ESDM, Gigih Udi Atmo. Menurutnya, RAPP telah melakukan excellent work dalam pengurangan emisi, termasuk dengan program konversi motor listrik.

Konversi sepeda motor listrik ini, menurutnya, merupakan penanda bahwa program pemerintah terkait dengan insentif untuk konversi motor listrik sudah terlaksana di Riau. Dia berharap dengan adanya inisiasi konversi motor BBM menjadi motor listrik di RAPP ini dapat meningkatkan animo masyarakat untuk mengkonversi sepeda motor BBM-nya menjadi sepeda motor listrik.

“Ini akan menjadi contoh bagi masyarakat dalam menerapkan teknologi yang lebih ramah lingkungan,” ujar Gigih.

Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Ketenagalistrikan, Sripeni Inten Cahyani, juga memberi acungan jempol. Menurutnya, konversi sepeda motor listrik di RAPP ini dalam rangka percepatan layanan bantuan pemerintah untuk program konversi sepeda motor listrik berbasis baterai sehingga dapat mencapai target 150 ribu unit sepeda motor BBM konversi pada tahun 2024.

Konversi ini, kata Sripeni, menjadikan RAPP pionir konversi sepeda motor listrik di luar Jawa. Yang pertama di Sumatra. Dia mengaku salut RAPP sebagai perusahaan multinasional, memiliki konsen utama terhadap sustainability. Memiliki program-program nyata dalam mengurangi emisi. Dia juga mengapresiasi RAPP yang telah menggerakkan karyawannya untuk mengkonversi sepeda motor milik masing-masing. Menurutnya, itu adalah contoh bahwa setiap individu bisa dengan mudah melakukan konversi energi.

“RAPP telah menunjukkan komitmen untuk lebih membirukan langit, sebuah komitmen perusahaan untuk energi bersih," ujar Sripeni.

***

SELAIN konversi motor listrik dan beralih ke bus listrik, komitmen RAPP dalam mengoptimalkan penggunaan sumber energi terbarukan juga dilakukan dengan membangun panel surya untuk menggerakkan pabrik pulp, kertas, dan serat. Saat ini, pembangunan baru mencapai total 11 megawatt (MW) dari target 50 MW pada 2030. Dengan pembangunan solar panel, APRIL menargetkan dapat mengaliri kebutuhan energi pabrik sebesar 90 persen dari sumber energi terbarukan. Realisasinya hingga saat ini telah mencapai 87 persen.

Mulia Nauli menjelaskan, sebagai perusahaan yang bersentuhan langsung dengan alam sehingga membuat RAPP terus berkomitmen untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan. Pemanasan global disebabkan oleh peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK) di udara yang memerangkap panas matahari di dalam atmosfer bumi. Salah satu gas penyumbang emisi GRK adalah CO2 yang kerap dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil. Dengan meningkatnya jumlah panas matahari yang terperangkap di atmoser bumi maka bumi kini menjadi lebih hangat dan berdampak pada perubahan pola cuaca dalam skala global.

“Atas kondisi tersebut, maka kami telah membangun solar panel atau jaringan listrik tenaga surya atau matahari ramah lingkungan dengan kapasitas daya 11 MW untuk membantu peningkatan rasio elektrifikasi rumah tangga serta keperluan perusahaan. Hingga tahun 2030 mendatang, kapasitasnya ditargetkan sebesar 50 MW,’’ ujarnya.

Solar panel atau panel surya memiliki dampak lingkungan paling sedikit karena tidak menghasilkan gas, kebisingan atau polusi. Selain itu, matahari adalah energi yang 100 persen tidak akan pernah habis, berlimpah, gratis dan terbarukan sehingga menjadikan panel surya sumber energi alternatif yang mudah dan bersih.

Panel surya APRIL ini menjadi solusi baru karena dibangun di atas landfill yang telah ditutup. Selain itu, panel surya akan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan memberi sumbangan positif terhadap upaya pengurangan emisi gas dan polusi udara, sebagai salah satu komitmen mengurangi perubahan iklim. Dan pencapaian iklim positif ini merupakan salah satu komitmen yang ingin dicapai APRIL pada tahun 2030.

Komitmen ini untuk memberikan dampak positif terhadap iklim, alam, dan masyarakat selagi mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan. Komitmen ini juga selaras dengan target pemerintah dalam mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen melalui upaya sendiri dan 41 persen dengan dukungan internasional pada 2030. Dan hal ini telah dituangkan dalam dokumen Nationally Determined Contribution.

“Pada masa mendatang, energi Matahari dipercaya menjadi mekanisme penting untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan upaya menyelamatkan bumi. Dengan berbagai negara berlomba-lomba menggunakan panel surya, kita berharap supaya masa depan yang lebih hijau akan segera tiba. Terlepas dari itu, bangga rasanya dapat mewariskan udara lebih bersih kepada generasi berikutnya,” tutur lelaki yang hobi bermain badminton ini.

Jauh sebelum memulai proyek panel surya ini, APRIL telah memanfaatkan limbah organik dari proses produksi sebagai sumber energi terbarukan yang akan digunakan kembali dalam proses operasional, memenuhi lebih dari 80 persen kebutuhan listrik di pabrik. Tak hanya itu, APRIL  juga menargetkan untuk meningkatkan menjadi 90% sebelum tahun 2030, sambil terus berupaya mengurangi emisi karbon dari proses produksi hingga 25%, yang juga termasuk bagian dari komitmen berkelanjutan APRIL2030.

Panel surya ini nantinya akan membantu APRIL  mencapai salah satu komitmen APRIL2030 untuk memanfaatkan 50% kebutuhan energi untuk proses operasional dari sumber terbarukan dan energi bersih. Semuanya adalah bagian dari upaya untuk meninggalkan bahan bakar fosil dan membangun kompleks hijau di wilayah operasional kami di Pangkalan Kerinci.

***

APRESIASI tinggi diberikan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid, atas  upaya APRIL Group dalam mendukung Net Zero Emission (NZE) di Indonesia lewat pembangunan solar panel di kawasan operasionalnya. Arsjad  melihat langsung bangunan solar panel di kompleks operasional perusahaan penghasil serat, pulp, dan kertas di Pangkalan Kerinci, Selasa (31/1/2024) lalu. Kunjungan tersebut dilakukan Kadin untuk meninjau komitmen swasta dalam mendukung agenda pemerintah Indonesia dalam transformasi energi terbarukan.

Menurut Arsjad, pembangunan solar panel yang dilakukan APRIL merupakan bentuk nyata keterlibatan sektor swasta dalam perjalanan menuju NZE. Kadin yang dipimpinnya menyambut baik inisiatif dalam mitigasi iklim ini dan berharap lebih banyak perusahaan yang ikut serta melakukan langkah serupa.

Menurut Arsjad, swasta memiliki peran yang krusial dalam mewujudkan komitmen NZE pada 2060. Semakin banyak pelaku usaha terlibat dalam gerakan NZE, maka target dari NZE 2060 tersebut dapat tercapai tahap demi tahap. Sejak 2021, Kadin menginisiasi Kadin Net Zero Hub (NZH) yang dicanangkan pasca-COP 26 untuk membantu perusahaan nasional dalam melakukan transisi menuju perusahaan bebas emisi karbon atau net zero company.

“Lewat Kadin Net Zero Hub, kami menyediakan technical assistance untuk perusahaan yang berkomitmen  terhadap net zero dan melakukan dekarbonisasi sesuai standar science-based targets initiative (SBTI),” kata Arsjad.

Pada bagian lain, Direktur Utama PT RAPP, Sihol P Aritonang, menjelaskan, perusahaannya sudah mencatatkan sejumlah kemajuan dalam realisasi komitmen keberlanjutan APRIL2030, yang juga mendukung realisasi peta jalan NZE Indonesia pada 2060 atau lebih cepat. Diluncurkan pada akhir tahun 2020, APRIL2030 fokus untuk memberikan kontribusi positif terhadap iklim, alam dan masyarakat sembari tumbuh menjadi perusahaan yang berkelanjutan.

“Sejalan dengan prioritas pemerintah untuk merealisasikan strategi jangka panjang rendah karbon dan ketahanan iklim, serta menjawab konsensus global akan pentingnya peran swasta untuk memitigasi perubahan iklim, APRIL menjalankan sejumlah strategi demi mengendalikan emisi kami sendiri,” ujar Sihol dalam sebuah obrolan dengan Riaupos.co, beberapa waktu lalu.

Energi terbarukan dengan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya adalah upaya mendukung komitmen iklim positif, satu dari empat pilar dalam APRIL2030.  Pembangunan pembangkit listrik ini, tuturnya, mendukung komitmen APRIL dalam merealisasikan penggunaan sumber energi terbarukan untuk kebutuhan pabrik hingga 90% sekaligus menurunkan kadar emisi karbon produk hingga 2030 nanti.

Dijelaskan lelaki kelahiran Tarutung, Sumatra Utara (Sumut) ini, jika telah terpasang sepenuhnya pada 2025 dengan kekuatan 50 megawatt,  APRIL akan menjadi salah satu perusahaan swasta yang memiliki teknologi panel surya terbesar di Indonesia.  Menurutnya, pembangunan pembangkit listrik tenaga surya ini tidak bisa dilakukan tanpa dukungan dari pemerintah, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  yang telah memberikan izin untuk melakukan inovasi pembangunan solar panel diatas landfill yang sudah ditutup. Menurutnya, dengan kapasitas 1 MW saja, pihaknya bisa mendapatkan suplai 2-3% listrik untuk operasional lapangan.

Kontribusi untuk alam dan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir, APRIL juga mencatatkan perkembangan yang signifikan dalam komitmennya untuk menciptakan kontribusi yang positif terhadap alam dan masyarakat sekaligus tumbuh menjadi perusahaan yang semakin berkelanjutan. Menurutnya, untuk memajukan Thriving Landscape (Lanskap yang Berkembang), APRIL telah membangun laboratorium penelitian di fasilitas Eco-Camp yang  mendukung penelitian berkelanjutan mengenai ilmu lahan gambut tropis. Tak hanya itu, APRIL terus melanjutkan kegiatan restorasi dan konservasi hutan di seluruh areal konsesi perusahaan dan mitra, termasuk proyek restorasi terbesar di Sumatra, Restorasi Ekosistem Riau (RER).

“Komitmen di bidang konservasi dan restorasi ini selaras untuk mendorong target pemerintah dalam tercapainya net sink dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya pada 2030 (FOLU Net Sink), sehingga target nol emisi karbon Indonesia dapat tercapai pada 2060 atau lebih cepat,” jelas jelas lelaki yang sebelumnya banyak terlibat dalam bidan filantropi ini.

Ditambahkannya, APRIL juga terus merealisasikan komitmen Inclusive Progress (Kemajuan Inklusif) untuk masyarakat melalui serangkaian inisiatif transformatif dalam peningkatan pelayanan kesehatan, pendidikan, kesetaraan gender hingga upaya menekan kemiskinan di sekitar wilayah operasional. Salah satunya dengan memperluas dukungan peningkatan kualitas pendidikan ke 172 sekolah, termasuk beberapa sekolah di luar radius 50 km dari wilayah operasional perusahaan.

Secara umum, Sihol menjelaskan tentang tantangan bisnis APRIL Group ke depan. Dia melihat bisnis pulp and paper yang pada akhirnya mengandalkan teknologi. Tingkat hulu tantangannya adalah bagaimana menghasilkan pohon untuk bahan baku yang lebih besar, lebih banyak seratnya, dan lebih cepat panen. Tingkat hilirnya bagaimana bisa menjalankan proses produksi secara efisien dan maksimal. APRIL Group saat ini sudah 90 persen menjalankan energi terbarukan dengan melakukan proses produksi yang berkelanjutan (sustainable). APRIL punya modal yang kuat untuk semua itu dengan kebijakan pengelolaan hutan lestari yang dimiliki menjadi kerangka untuk menjalankan bisnis.

“Misalnya tidak melakukan deforestasi, kegiatan konservasi yang terus dilakukan yakni kami membuat satu hektare lahan untuk konservasi dari satu hektare yang kami jadikan Hutan Tanaman Industri (HTI). Kami menjalankan cara-cara pengelolaan yang sustainable. Kalau kita bisa menjalankan aspek tenknologi yang sustainable ya kita akan survive,” ujar lelaki yang menyelesaikan MBA di University of Hawaii, Honolulu, Amerika Serikat (AS), ini.***

 

Editor : RP Edwar Yaman
#Net zero emission #rapp #emisi karbon #merawat bumi #APRIL Group